Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 198 -


__ADS_3

"Abbey, ini benar kamu sayang?" Ucap tuan Zafano, ia mengelus pipi perempuan itu dan hampir saja matanya berkaca - kaca.


"i..ya pa, ini Abbey menantu papa. Abbey kangen banget sama papa." Abbey menghambur memeluk mertuanya dengan begitu sangat erat. Saking rindunya tuan Zafano memeluk menantunya itu.


Sementara Amira ikut menangis melihatnya, ia begitu terharu. ia akhirnya berhasil membuat Abbey dan keluarga mertua bertemu tetapi tidak dengan kedua orang tuanya karena setahu Amira ia tidak tahu tempat tinggal kedua orang tua nya sekarang. Karena sempat ia mendengar bahwa, kedua orang tua Abbey telah memutuskan hubungan dengan keluarga Zafano.


"Papa benar kangen sama kamu nak, kamu kemana aja selama ini? gibran begitu prustasi mencari kamu sampai ia begitu tertekan dengan hilangnya kamu nak." Ucap tuan Zafano.


"Iya pa. maafkan Abbey... Abbey Waktu itu ngak tahu harus berbuat bagaimana lagi. maafkan Abbey pa.. maaf." Abbey berkali - kali mengatakan kata maaf, sembari menangis.


"Sudah - sudah jangan ulangi lagi kata maaf itu, kamu tidak bersalah. kami yang bersalah, sekarang hapuslah air mata ini. jika kamu menangis seperti ini nanti jadi jelek. sudah ya sayang." tuan Zafano menghapus air mata Abbey dengan kedua tangannya dan tidak lupa menghapus air matanya juga yang mengalir itu.


"Abbey! dimana! tadi aku melihat nya ada disini! Abbey dimana!" teriak mama Adelia yang kini berteriak histeris, tersadar dari pingsannya.


Dokter yang memeriksa nya berusaha menenangkan nya, " nyonya tenanglah," Ucap dokter itu.


Sementara diluar berlari menuju kekamar mama adelia karena mendengar seseorang berteriak - teriak.

__ADS_1


"Ma!" seru tuan Zafano dari pintu kamar.


"pa, dimana Abbey? tadi mama lihat dia ada disini. dia luar kan, pa mama pengen ketemu Abbey." Ucap mama adelia memeluk suaminya.


"Iya, Abbey ada disini. Abbey masuklah nak." ucap tuan Zafano memanggil Abbey yang sedang berdiri diluar kamar.


Abbey pun masuk kedalam dan ia berjalan mendekati mama Adelia dengan menundukkan kepalanya. Mama Adelia melihat kehadiran nya tersenyum bahagia, air matanya kini menetes. tetapi bukan menangis sedih melainkan kebahagiaan.


"Abbey sayang, ini mama sayang. Abbey ingat mama kan?" tanya mama Adelia menangis dan menatap kedua bola mata Abbey yang masih menunduk itu.


"Ma, " Panggil Abbey. matanya berkaca - kaca.


"Sayang." dengan cepat mama adelia memeluk Abbey begitu erat. Sama halnya dengan Abbey ia memeluk mama adelia begitu erat dan menangis disana.


"Ma, Abbey kangen ma. Abbey kangen mama." Ucap Abbey dengan Isak tangisnya.


"sayang kamu kemana aja selama ini, mama selalu menunggu kepulangan mu bertahun - tahun. mama selalu berdoa agar kamu bisa mama temui lagi. akhirnya tuhan mengabulkan nya." Ucap mama Adelia.

__ADS_1


"Iya ma."


••


"Gibran apa kamu sudah mendingan?" tanya dokter Kevin yang selalu menjadi dokter pribadinya selama bertahun - tahun.


Gibran hanya terdiam ia menatap kearah langit - langit ruangan itu.


"tuan apa anda sudah membaik?" bisik asisten pribadi nya Lucas. mengulangi perkataan dokter Kevin.


"Hem.." jawabnya ia bangun dari tempat tidurnya dan segera duduk di brankar itu. Kepalanya kini sudah tidak terasa sakit lagi, tetapi hanya satu masih sakit hatinya.


Ia beranjak dari brankar dan berjalan keluar ruangan tanpa menghiraukan panggilan asisten pribadi nya Lucas dan dokter Kevin.


"tuan!" panggil Lucas. Ia berlari mengejar gibran.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2