Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 96


__ADS_3

...•••••••••••••••...


Gibran yang sedang menemani nenek Ayse didalam kamar nya sambil sedikit bercerita tentang keadaan Abbey dijakarta membuat nya merasa sedikit lega.


Ting. tiba - tiba satu pesan masuk...


"Tunggu sebentar nek, gibran keluar sebentar..." Nenek hanya terdiam dan mengiyakan nya.


Saat berada diluar, gibran membuka isi chatnya dan ternyata Amira.


💬Gib.. apa kamu bisa datang sebentar kerumahku, ada sesuatu yang ingin aku katakan.


Ini sangat penting,, kumohon kali ini.


"Ck.. menyebalkan..." Gibran kembali menemui nenek ayse.


"Nek, gibran keluar sebentar... tadi teman gibran menelpon katanya dia sakit." Ucap gibran berbohong.


"Baiklah kamu hati - hati... jika tidak ada urusan apapun lagi jangan lupa pulang." Ujarr nenek ayse.


"Baiklah kalau begitu gibran pamit nek..." Gibran tidak lupa menyalami tangan neneknya sebelum pergi.


Sesampainya Gibran didepan rumah Amira, suara bell berbunyi.


Amira yang sedari tadi mondar - mandir dikamarnya menunggu kedatangan gibran langsung saja melihat dari jendela kamarnya saat mendengar bell rumah berbunyi kedatangan gibran langsung naik keatas kasurnya dan pura - pura tertidur.


Bibi pembantu rumah tangga membuka pintu rumah dan menyambut kedatangan tamu.


"Selamat siang, mau cari siapa ya?" tanya pembantu itu dengan begitu ramah.


"Amira nya ada?"

__ADS_1


"Non Amira ada didalam sedang istirahat... silahkan masuk aja den.." Bibi pembantu rumah tangga itu mempersilahkan gibran untuk masuk dan berjalan menunjukkan kamar Amira.


"Masuk aja den... ngak apa - apa.."


"Baik bi..."


"Ya den, saya permisi dulu..."


Saat gibran ada didalam, Amira pura - pura baru bangun dan menyenderkan tubuhnya di ranjang tempat tidur nya.


"Eh, Gibran kamu sudah sampai?"


"Cepat lo mau katakan apa? gue masih ada urusan..." Ujar gibran dengan dingin.


Amira mengambil sebuah map coklat dan memberikan nya pada gibran.


"ini kamu buka?"


"Kamu buka aja dulu,, ntar kamu tahu.."


Gibran mengikuti kata - kata Amira dan isinya sebuah surat, saat ia membacanya Gibran membulatkan matanya kaget.


"Amira lo?" Gibran tak percaya yang ia lihat.


"Jadi selama ini Lo punya penyakit leukimia?"


"Iya,, aku ngak tahu kamu harus percaya atau ngaknya tapi.. aku memang miliki penyakit itu. aku tidak bohong sama sekali,"


"Ak... aku tidak tahu sampai kapan penyakit ini akan sembuh? atau mungkin aku... hikssss. tidak akan lama lagi dibum–"


"Ustttt, Lo ngak boleh ngomong kayak gitu. gue percaya kok, Lo pasti bisa sembuh kok... gue yakin" Tanpa dirinya sadari gibran merasakan kasihan terhadap Amira dan ia memeluknya.

__ADS_1


...••••••••••...


*Jakarta


"Ayah ingin berbicara sesuatu sama kamu.. boleh?" Tanya ayah Bima basa basi.


"Apakah kamu mencintai gibran?"


Seketika Abbey yang tadinya sibuk mengerjakan tugas sekolah nya, kini berhadapan dengan ayahnya.


"Ayah ini bagaimana sihh, mana mungkin aku ngak mencintai gibran kalau aku ngak mau jauh dari nya..."


"Ayah tumben nanya seperti itu kepada aku, ngak biasanya...?"


"Ayah cuma ingin mendengarkan nya dari kamu langsung... soalnya–" Ayah menceritakan apa yang ia perbincangan antara kakek Tama dan dirinya kepada putrinya.


Setelah ayah selesai berbicara. "Apa?! kakek bilang gitu sama ayah?!" Abbey begitu kaget.


"Abbey ngak mau menikah sama all meskipun dia sahabat kecilku tapi ayah belum memberitahukan kakek kan bahwa Abbey sudah menikah?" tanya Abbey.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2