Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 155


__ADS_3

"Iya kamu benar, biarkan om panggil dokter.." Ucap tuan Zafano berlari keluar memanggil dokter. Sampai ia lupa bahwa ada tombol untuk memanggil dokter tapi sudahlah.


Setelah pak dokter selesai memeriksa keadaan Lea ia tersenyum, "ini sebuah keajaiban saya kira pasien akan tetap masih koma, keadaan nya semakin membaik tekanan darah nya normal. tetaplah ajak dia berbicara, kemungkinan besar dia akan terbangun." Ucap pak dokter.


"Benarkah dok? syukurlah kalau begitu saya begitu senang, " ucap taun Zafano.


"Nanti jika ada sesuatu yang lain nya lagi panggil saja saya.. kalau begitu saya permisi" Ucap pak dokter diselingi dengan senyuman ramahnya.


"Terima kasih dok..." Balas tuan Zafano.


"Ah tuhan terima kasih.."Gumam tuan Zafano dalam hati.


"Varrel om tidak tahu apa yang terjadi tadi kenapa Lea bisa menggerakkan tangan nya tetapi mungkin putri om akan terbangun jika kamu sering - sering mengajaknya berbicara." Ucap tuan Zafano.


"Iya om, akan varrel usahakan"


Drt... drttt.... ponsel tuan Zafano berbunyi tiba - tiba dan ia mengangkat nya.


"Apa? baiklah." Jawab tuan Zafano.


Ia mematikan ponselnya.

__ADS_1


"Ekhem.. maaf jika varrel ikut campur, ada apa tadi varrel tidak sengaja mendengar pembicaraan om?" tanya varrel.


"tidak ada.. masalah pekerjaan dikantor." Ucap tuan Zafano sedikit berbohong.


"ada apa kak Merina datang ke Jakarta? aku takut jika dia menyakiti putriku lagi dan keluarga ku? aku harus melakukan sesuatu?" Gumam nya dalam hati.


"Varrel kamu tolong jaga Lea dan mama Adelia sebentar ya, om hari ini ada pekerjaan mendadak dikantor."


"Iya serahkan saja Sama varrel."


...••••...


"Gib, aku pengen jalan - jalan.. apa kamu mau ajak aku keluar kemana gitu tempat hiburan?" Ucap Abbey yang kini bosan berada didalam kamar hanya tidur meski ditemani oleh suaminya.


"Istirahat yang banyak dan makan yang rutin agar pertumbuhan bayi semakin membaik," sambung Abbey dengan wajah cemberut nya.


"tapi kan...? plisss ya, kumohon..." Abbey mengekspresikan wajah sedihnya. Membuat gibran merasa kasihan padanya dan mengelus pucuk rambut nya lalu mencium nya.


"Ya sudah kamu siap - siap dulu, aku akan mengajakmu keluar terserah kemana pun kamu ingin pergi" Ucap gibran.


"Benarkah? ah makasih banyak.." Abbey kegirangan Sampai ia mencium wajah gibran berkali - kali membuat gibran kewalahan.

__ADS_1


"Sudah cukup sayang, kamu bisa bikin aku ingin memakanmu. mau kamu tidak jadi keluar rumah?" Pikiran nya mulai ingin mengeluarkan kata - kata mesum.


"Jangan, Ya sudah aku siap - siap dulu kamu tunggu disini oke.. aku mau mandi dulu." Ucap Abbey terburu - buru masuk kedalam kamar mandi takut nantinya keinginan nya tertunda apalagi jika dirinya ditiduri kembali oleh suami nya bisa - bisa pinggangnya habis encok.


Setelah Abbey selesai bersiap - siap dan gibran menunggu mereka berpamitan dan kini mereka sudah berada ditaman hiburan. Penuh dengan sepasang suami istri dan anak - anaknya bermain bersama dan ada juga beberapa pasangan yang berpacaran liburan kesana juga.


"Kamu tunggu disini dulu ya aku mau membeli sesuatu sebentar oke. jangan kemana - mana mengerti?" Ucap gibran dan mendudukkan istri nya dsebuah kursi taman dipenuhi dengan bunga.


"Iya aku akan menunggu mu, tapi jangan lama." Jawab Abbey.


"iya, aku tahu itu..." Jawab gibran berlari menjauh dari keberadaan Abbey yang kini sendirian disana.






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️😘🙏


__ADS_2