Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 215


__ADS_3

Kini Abbey dan gibran telah sampai dirumah sakit Abbey berlari keruangan UGD dan ia menemukan Clarissa sedang mondar - mandir di depan ruangan UGD.


"Clarissa!" teriak Abbey, ia menghampiri Clarissa dan mereka saling berpelukan.


"Bagaimana gibey?" tanya Abbey ia masih menangis.


"Dokter masih memeriksanya." Jawab Clarissa, tatapan matanya kini mengarah kepada gibran dan kini menatap nya dengan mematung, ia begitu terkaget - kaget Clarissa perempuan yang ia begitu sangat dikenalinya.


"Gibran.." Sapa Clarissa.


"Iya, aku kesini mengantarkan Abbey... aku tahu semuanya..." Ucap gibran dan Clarissa hanya menganggukkan kepalanya.


Beberapa jam kemudian...


dokter pun keluar dengan beberapa perawat dari ruang UGD dan ia mendekati Clarissa.


"Dengan keluarga nya?"


"Ya, dengan saya sendiri... saya ibunya, bagaimana dengan putra saya? apa dia luka parah... ayo katakan dok.." Ucap Abbey dengan tidak sabaran.

__ADS_1


"tenang Abbey, biarkan dokter menjelaskan..." Ucap Clarissa memeluk Abbey yang semakin menangis.


"Bagaimana aku tenang Clarissa, aku takut putraku akan kenapa - kenapa." Bentak Abbey.


"biar saya menjelaskan nya.. putra anda butuh darah... ia kekurangan darah penyebab benturan begitu keras pada kepalanya dan kami membutuhkan darah O."


"Apa ada dari keluarga ibu atau ayah kandung nya yang memiliki darah yang sama.." Ucap pak dokter menatap kearah Abbey dan lelaki yang ada dihadapannya itu yang ia kira itu adalah suaminya.


Abbey menatap kearah Clarissa, karena diantara mereka tidak ada memiliki darah O.


"Saya saja dok, ambil darah saya... darah saya O dok..." Ucap gibran yang kini semakin mendekati dokter itu.


"iy-----"


"Bukan, dia bukan ayahnya..." Abbey memotong pembicaraan gibran dan membuat Clarissa dan gibran menatap nya dengan jawaban Abbey berikan.


"Baiklah, kalau begitu tuan bisa ikut saya untuk diambil darahnya..." ucap pak dokter ia mengajak gibran masuk keruang UGD dimana tempat gibey dirawat tepat disamping yang ditutupi dengan tirai pembatasan.


Sementara Abbey yang berada diluar hanya sedih dan berdoa untuk meminta pertolongan pada Tuhannya agar putranya itu terselamatkan.

__ADS_1


Ia tidak mau kehilangan putra kecilnya yang ia telah besarkan sendirian tanpa seorang ayah.


"Abbey kenapa kamu tidak ingin mengatakan sejujurnya padanya bahwa gibran itu adalah ayahnya.?" tanya Clarissa, ia menyentuh bahu Abbey.


"tidak, clar aku tidak ingin jika gibran akan mengetahuinya dan dia akan mengambil gibey dariku..." Ucap Abbey.


"Dan seperti nya gibran sedang dekat dengan perempuan itu, aku tidak mau jika dia tahu dia akan mengambil nya... aku tidak mau itu terjadi." lanjutnya.


Clarissa hanya menggelengkan kepalanya, dan kini menyentuh kedua bahu temannya itu dan menghadapkan ke arahnya.


"Lihat aku, Abbey... lihat aku." Ucap Clarissa dengan penuh penekanan.


"aku lihat dari mata gibran, dia sangat mencintaimu... terlebih lagi jika dia tidak mencintai mu mana mungkin dia akan mau mengantar kamu kesini... dia masih mencintai mu... apalagi disaat ia tahu putramu membutuhkan darah ia mau membantumu... itu artinya gibran masih mencintai mu dan peduli padamu." tutur clarissa panjang lebar.


"Nanti aku akan mengantakannya... tapi..?"


"Tapi apa abbey...? tidak ada alasan lagi, kamu maukan hubungan rumah tangga mu bersemi lagi..? ayo Abbey katakan sejujurnya." Ucap Clarissa memberikan dukungan pada Abbey.


"Baiklah nanti aku akan memberi tahukan nya." Ucap Abbey pasrah.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2