Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 115


__ADS_3

Abbey akhirnya telah menyelesaikan semua tugas ulangan nya di ruang BK karena telat datang kesekolah.


"Sudah Bu,," Ujar Abbey memberikan beberapa kertas ulangan yang telah diselesaikan nya.


setelah guru mengoreksi hasilnya, "Bagus, kamu boleh pulang.. tapi ingat besok jangan diulangi lagi," Ucap Bu Ririn dengan dingin.


"Baik Bu,, kalau begitu saya permisi.." Ucap Abbey tidak lupa menyalami tangan Bu Ririn sebelum pergi dari ruangan itu.


Sesaat Abbey akan menuruni anak tangga tiba - tiba saja beberapa murid - murid berlari berhamburan.


Brugggh! Abbey tidak sengaja didorong oleh beberapa siswa.


"Maaf, maaf gue ngak sengaja.." Ujarnya berlari pergi.


"Aduh ada apaan sih kenapa pada latihan segala sih?" Abbey berbicara dengan sendirinya, berusaha bangun.


"Eh tunggu - tunggu, kalau boleh tahu ada apa ya kok pada lari - lari?" tanya Abbey kepada salah satu siswi berambut pendek itu.


"Oh itu katanya yang gue denger sih, ada gibran Baron Alexi anak dari perusahaan terbesar yang ada dibandung itu ada disini.." Jawab siswi itu dengan membayangkan wajah gibran yang ia sering lihat di tv tapi itu dulu sebelum ia menikah.


Abbey hanya membuka mulutnya lebar-lebar dan membulatkan matanya terkaget - kaget.


"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu kak.." pamit siswi itu berlari dari hadapan Abbey.

__ADS_1


"Whattt! Maksud nya Gibran suami ku?" Abbey menepuk jidatnya sendiri.


"Ngawat nih apaan dah tuh anak sampai keluar mobil segala.." Abbey dengan cepat buru - buru keluar dari gerbang sekolah.


Dan benar saja saat ia keluar dari gedung sekolah semua siswa - siswi mengerumuninya memintakan tanda tangan nya dan sedangkan siswi yang sering mengejek - gejeknya pun ada disana meminta foto bersama mesra lagi.


Abbey kembali membelalakkan matanya, menahan emosi nya melihat itu semua ia sangat cemburu. Bagaimana mau cemburu, disaat ia mencium pipi Gibran. Sangat lah membuat amarahnya membara.


tetapi pada akhirnya Abbey memilih mendiamkan itu semua setelah beberapa menit semua orang sudah tidak ada disana hanya saja beberapa siswi yang ia ngak suka.


"Sudah, makasih ya kak.. kami pergi dulu." Ucap siswi itu berlu pergi. sedangkan gibran hanya membalas dengan senyuman.


"Sudah foto - fotonya sekarang cepat kita pulang udah telat nih.." ucap Abbey melihat jam tangannya dengan berlari kecil masuk kedalam mobil tanpa melihat kearah gibran yang baru menyadari keberadaan Abbey.


"Heyy kok begong sih ayo cepat.. aku udah telat nih," Kesal Abbey dari arah jendela mobilnya yang terbuka itu.


"Eh iya.."


...🕊️🕊️🕊️...


Sesampainya mobil putih itu memasuki garasi mobil.


Brugh! Suara pintu mobil yang dibanting dengan sedikit keras oleh Abbey membuat gibran kaget.

__ADS_1


"Astaga tuh anak, dia kenapa sih?" gibran berbicara dengan dirinya sendiri dan berlalu ikut masuk.


"Eh anak mama sudah pulang,," Ucap mama Adelia yang berpapasan dengan Abbey di pintu masuk rumah.


"Iya ma.." Jawab Abbey dengan lesu.


Ia menyalami mertuanya sama halnya dengan gibran berjalan dibelakang nya.


"Kamu kenapa lesu begini?" Mama Adelia mengelus pipi menantunya itu.


"Kayaknya belum sarapan tadi pagi.." jawab Abbey mengingat bahwa ia belum makan sedari pagi.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2