Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 135


__ADS_3

Dipagi harinya


"aaaaaaa!" Teriak Lea yang mendapati dirinya tidak sehelai benang pun. Kepalanya masih terasa begitu pusing ia mengingat - ingat kejadian semalaman yang terjadi kepada nya tetapi ia tidak ingat yang ia ingat hanya dirinya diantar pulang oleh yoga teman kenalannya itu.


"Kenapa aku bisa disini? dan seharusnya aku ada dirumah..." Ucap lea dengan begitu ketakutan.


"Kamu sudah bangun, aku membawakannya sarapan makanlah setelah kamu mandi, aku menunggu mu di mobil." Ucap varrel yang tiba - tiba masuk kedalam membawa beberapa makanan dan minuman dan menaruhnya dimeja dekat tempat tidur.


"Kamu kenapa bisa ada disini?" Tanya lea begitu terkejut dan ia semakin menutupi tubuhnya dengan selimut.


Varrel hanya terdiam dan pergi begitu saja tanpa menjawab nya.


"Hey--- kenapa dia tidak berbicara apapun." Ucap Lea begitu kesal tidak mendapatkan jawaban dari varrel.


Sesaat ia akan turun dari tempat tidurnya, kaki nya begitu sangat susah digerakkan.


"Aah, kenapa rasanya sakit sekali?" Ucap lea berusaha berdiri. rasanya bukan kakinya saja merasakan sakit melainkan--- tetapi ia berusaha untuk menuju kamar mandi.


30 menit kemudian setelah ia membersihkan diri nya dan tiba - tiba saat akan dirinya keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit pada tubuhnya. Ia begitu kaget saat tempat tidur itu ada bercak merah.


"Apa ini? darah? kenapa ada darah? apa aku sedang menstruasi?" Ucap lea.


"Tidak mungkin, beberapa hari ini aku baru selesai… ah jangan---" lea membulatkan matanya, ia begitu sangat takut apa yang ada dipikiran nya beneran terjadi.

__ADS_1


"Ini ngak mungkin, tidak mungkin!" teriak lea menyodotkan dirinya ke dinding tembok dan menutupi telinga nya seakan terasa panas.


...••••••...


Dikediaman kakek Tama.


Sementara didalam kamar milik Abbey yang tiba - tiba saja bangun dari tempat tidurnya berlari begitu saja masuk kedalam toilet.


"Uek.. uekkkk..." Perutnya begitu bergejolak seakan - akan ingin memuntahkan semua isi dalam perut nya.


Sedangkan gibran yang terbangun dari tidurnya akibat goncangan tubuh Abbey dari tempat tidur.


"Ada apa? apa kamu sakit?" Tanya gibran yang mendapati istrinya itu begitu pucat dan muntah - muntah.


"Tidak apa - apa bagaimana? wajah mu begitu pucat, aku panggil dokter yah.." Ucap gibran ia begitu sangat khawatir akan keadaan Abbey.


"tidak, aku baik - baik saja. palingan hanya masuk angin saja." Ucap Abbey.


"Baiklah jika kamu memaksa, aku akan menemani mu.. tidurlah" Ucap gibran menarik selimut menutupi tubuh istrinya dan mencium kening nya.


"Maaf bukannya aku tidak ingin dipanggil dokter, tapi aku ingin memberikan kamu kejutan. aku ingin saat dihari ulang tahunmu yang ke 19, kamu tahu bahwa aku sedang mengandung anak kita," Gumam Abbey dalam hati.


"Gib..?" tanya Abbey kepada gibran.

__ADS_1


"Apa? katanya mau tidur?"


"Apa kamu mencintai ku?" Tanya Abbey ragu.


"Mengapa kamu bertanya seperti itu, tentu aku mencintaimu jika tidak untuk apa aku mendatangi mu sampai ke Jakarta, buang - buang waktu saja." Kesal gibran dengan pertanyaan istri nya.


"Apa kamu berjanji satu hal padaku?" Ucap Abbey yang kini menatap mata suaminya yang begitu sayu.


"Apa?" tanya gibran.


"aku mau jika suatu saat aku pergi tidak bisa menemani mu, atau jika kita sudah memiliki bayi apakah kamu berjanji akan tetap setiap padaku?" Ucap Abbey ia kini mulai meneteskan air matanya.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘

__ADS_1


__ADS_2