
Dipesisir pantai
Setelah mereka keluar dari cafe, kedua pasangan itu menuju ke pantai dekat dengan villa mereka tempati itu. Mereka berdua duduk ditepi pesisir pantai.
"Gib, ada yang ingin aku katakan padamu?"
"Ada apa?" tanya Gibran.
Abbey terdiam sebentar, mencerna otaknya itu memikirkan sesuatu yang ingin ia katakan pada gibran. Matanya menatap tajam kearah pantai.
"Ini tentang Amira," beritahukan atau tidak nya Abbey harus mengatakan sejujurnya kepada gibran, mau bagaimana pun pastinya Amira akan tetap meminta bantuan nya.
Gibran mengerutkan keningnya, "Amira? Memangnya ada apa dengan dirinya?" Tanya gibran mulai kesal jika mendengar nama mantan kekasih nya itu.
"Kamu tahu Amira sedang sakit?"
"Terus?"
"Aku ingin minta tolong sama kamu kali ini aja, ini permintaan ku... tapi kamu harus janji terlebih dahulu dengan ku. bagaimana?" Abbey mengarahkan jari kelingking nya kearah gibran.
Gibran hanya melihat nya tanpa membalasnya, "Memangnya kamu mau minta tolong apa?" Tanya Gibran tatapan nya kembali berpaling dari Abbey.
__ADS_1
"Tapi kamu harus janji dulu kalau tidak aku tidak akan memberitahukan mu,"
"Baiklah," Gibran pun membalas Tautan jari kelingking Abbey. "Sekarang katakan apa itu?"
Abbey mengatur nafasnya dengan begitu berat, "Aku mau kamu tinggalkan aku selama beberapa bulan dan lanjutkan lah hubungan mu dengan Amira" Abbey terdiam. "Lagi pula kamu mencintai Amira kan?"
"Tidak, aku tetap tidak akan meninggalkan mu..." Beo gibran keputusan nya sudah bulat karena ia tidak ada perasaan apapun dengan Amira saat ini.
"Tapi gibran Amira itu sedang sakit pasti dia sangat membutuhkan mu"
"Siapa bilang dia sakit? tadi pagi aku bertemu dengannya disekolah, dia baik - baik saja." Ucap gibran keningnya kembali mengerut.
"Apa?! Amira baik - baik saja? Tapi tadi pagi dia telpon aku juga katanya dia sedang sakit parah dan nyawanya tidak tinggal beberapa hari lagi.."
"Menipu? Maksudnya, aku ngak mengerti?" tanya Abbey dengan begitu polos nya.
"Dia itu berbohong kepada mu, agar kamu sama aku berpisah..." Jawab gibran menerangkan.
Abbey begitu kaget, "Ta- tapi, aku sudah berjanji padanya bahwa aku akan membujuk mu dan memastikan kamu akan kembali kepada nya" Sambung Abbey dengan begitu sedih.
"Astaga Abbey, Kenapa kamu harus berjanji segala sih..?" Gibran menjadi lebih gila mendengar nya sampai ia mengacak - acak rambut nya dengan prustasi.
__ADS_1
"Kumohon gibran, kali ini aja... ya? pliss.." bujuk Abbey dengan sedikit rayuan.
"Baiklah aku akan mencoba mengabulkan permohonan mu" Ucap gibran pasrah.
Ia hari ini harus kembali lagi ke Bandung dan tidak jadi pindah ke Jakarta. padahal impian nya kesini ingin bertemu dengan Abbey dan mengatakan sejujurnya bahwa dirinya ingin menyatakan cintanya tetapi seperti nya waktu nya belum tepat.
"Terima kasih gib, aku menyayangimu... I love you tooo..." jawab Abbey begitu sangat senang.
"Hah gue ngak salah denger Abbey mengatakan i love you too yang artinya aku mencintaimu? itu berarti dia mencintai ku...?" Gumam gibran dengan jantung mulai berdebar - debar.
Gibran membalas senyuman Abbey dengan pikiran yang masih melayang - layang entah tidak tahu ada dimana?
"Tapi gue tidak akan membuat Amira senang dengan keberadaan gue didekat nya, melainkan gue akan buat dia membuka kejahatan nya biar dia tahu rasa" Gumam gibran.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️