
"Gibran sebaiknya bawa istri mu masuk ke kamar seperti nya dia sudah mengantuk." Ucap nenek Ayse.
"Baik nek, Abbey?" Panggil gibran.
"Ayo kita ke kamar."
"Selamat malam semuanya gibran masuk kamar dulu." Pamit gibran berlalu pergi dari sana menuju ke kamar nya untuk tidur.
Dipagi harinya kini gibran dan Abbey sudah bersiap - siap seperti biasanya kesekolah tetapi hari ini abbey tidak ingin naik mobil ia menggingginkan menaiki sepeda. Tetapi gibran tidak mengizinkan nya terkecuali jika ia ikut, Jadi mereka sama - sama naik sepeda menuju sekolah. Sesampainya disekolah mereka tidak sengaja bertemu dengan Amira dan memanggil gibran.
"Gibran," Sapa Amira.
Abbey terdiam, "Kebetulan kita berpapasan kamu mau kekelas kan, sama aku aja yuk." Ajak Amira.
Gibran hanya terdiam menatap Abbey tetapi abbbey malah tak membalas tatapan nya hanya matanya beralih ke arah lain.
"Ayo," Amira menarik lengan gibran begitu saja. Ia tak perduli akan adanya Abbey disampingnya.
Tetapi gibran sempat berbalik kearah Abbey tapi Amira menahannya dan akhirnya gibran berjalan bersama Amira meski Gibran masih melihat Abbey dari belakang.
*Didalam kelas Abbey
Abbey menggambar sesuatu ia mencoba menenangkan pikiran nya menggambar sesuatu di bukunya tentang kedekatan Gibran dan Amira. Padahal Amira saat itu sudah berjanji tidak akan pernah lagi mendekati gibran lagi tetapi ia malah tidak menepati janji itu dan kini mereka semakin dekat saja. Ketiga teman - teman Abbey datang ia mendekati Abbey mereka tahu Abbey pasti sedang memikirkan tentang gibran dan Amira.
"Abbey kok bengong aja sih, kamu sedang memikirkan apaan sih?" Tanya Alya.
__ADS_1
"ini tentang gibran sama Amira, al."
"Tuhkan benar dugaan ku pasti Abbey sedang memikirkan itu, kasihan juga Abbey." Gumam Alya.
"Aku heran sama gibran apa mungkin dia masih ada perasaan sama mantan kekasih nya itu?" Tebak Indri.
"aku juga ngak tahu." Sahut Abbey.
"Aku punya ide." dipikiran Citra tiba - tiba terlintas ide yang sangat bagus bagaimana agar gibran bisa menjauh dari Amira.
"Ide?"
"Memangnya ide apaan?"
"Bagaimana kalau gibran kamu buat dia jatuh cinta sama kamu, nah saat gibran sudah jatuh cinta sama kamu, Kamu buat dia sedih pura - pura koma aja terbaring di rumah sakit terus dia nangis saat itu bagaimana?"
"Tapi kamu coba aja dulu, tapi kalau kamu ngak mau ya ngak apa - apa."
"Pokoknya aku ngak mau ikutin ide kamu, nanti malahan rencana nya semakin buruk." Abbey berlalu pergi keluar kelas meninggalkan ketiga sahabatnya itu.
"Kamu mau kemana Abbey?"
"Kamu sih, buat ide yang ngak jelas kayak gitu."
"Ya, maaf."
__ADS_1
Dilain sisi sekolah seperti nya akan mengadakan sebuah pertunjukan drama tentang Cinderella dan ibu Merina menjadi sponsor nya. Ibu Merina ada disekolah itu tetapi kini ia tidak sengaja berpapasan dengan Abbey.
Abbey sedang berjalan terburu - buru sambil mengeluh, ia tak sengaja menabrak tubuh ibu Merina.
"Maaf," Ucap Abbey menunduk.
"Eh Abbey. kamu sekolah disini,"
"Tante Merina, Abbey kira siapa maaf tadi Abbey ngak sengaja."
"Ngak apa - apa bagaimana kita mengobrol sebentar disekitar taman, kamu ngak keberatan kan?" Tanya ibu Merina.
"Ah ngak kok Tante. Abbey juga ngak ada punya teman gobrol." Ucap Abbey. Mereka berjalan menuju ke taman belakang sekolah yang sedikit sepi.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1
"