Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 48


__ADS_3

Hiksss Hiksss...


"Loh - loh kok nangis sih, jangan nangis... ayah ngak marahin aku kok ayah itu cuma mau bilang, mau memaafkan ku apa yang telah terjadi dan masalah tentang bawa kamu kabur itu ayah ngak bilang apa - apa kok" Jelas gibran.


Abbey menghapus air matanya, kini ia tersenyum lagi.


"Whatttttt are you seriously....?" Pekik Abbey.


"Iya, ayah mau kamu pulang kerumah ku lagi" Ucap gibran.


Abbey berdiri dari tempat duduknya dan kini ia loncat - loncat dikamar nya seperti anak kecil yang baru saja dibelikan mainan baru.


"Asyik, ayah akhirnya maafkan kamu" Abbey senang dengan apa yang ia dengar.


"Sudah - sudah Abbey, udah hentikan loncatnya Sekarang kamu turun dan Sekarang aku mau telpon papa dulu untuk mau kasih tau, okey" Ucap gibran.


"Eh ngak usah dulu, lebih baik kita sur– apa namanya surprisein papa sama Mama kalau aku mau datang" Ucap Abbey turun dari atas tempat tidurnya.


"Iya deh, kalau gitu kamu beres - beres dulu aku mau ambil mobil aku di persimpangan jalan itu, soalnya kelupaan tadi pagi" Ucap gibran dengan cegegesan.


"Ya, udah sana aku mau beres - beres dulu..."


****


Kini sebuah mobil mewah memasuki pekarangan tuan Zafano itu dimalam harinya dan keluarlah gibran dan Abbey.


Kedua orang tuanya yang mengetahui itu kedatangan mereka, karena mereka yang menyuruh tuan Bima untuk memaafkan gibran dan mengembalikan Abbey seperti semula dan tadinya tuan Bima juga yang memberitahukan bahwa Abbey dan gibran akan kembali kerumah.

__ADS_1


"Selamat malam tuan, nona," Sapa pak Hamid yang masih berjaga - jaga diluar.


"Selamat malam juga pak," Balas Gibran dan Abbey serempak.


"Kami masuk dulu ya pak Hamid," Pamit Abbey.


"Silahkan,"


Abbey berjalan dibelakang gibran seperti anak bebek yang mengikuti induknya mereka berjalan beriringan.


Tuan Zafano dan Nyonya Adelia masih berada diruang tamu menunggu kedatangan mereka. Mama Adelia dengan tak sabar memeluk menantunya itu dengan begitu erat, ia sudah tak lama bertemu dengan Abbey.


"Makasih sudah mau pulang nak," Ucap Nyonya Adelia.


"Oh, ya pasti kalian capek... sekarang kalian istirahat dikamar" Ucap Tuan Zafano dengan berkata lembut.


"Ehm tumben ayah lembut hari ini?" Tanya gibran menyelidiki.


"Memangnya kenapa kalau sekali - kali ayah berkata lembut padamu hah?" Tanya balik tuan Zafano.


"Yah, ngak apa - apa biasa nya kasar banget bicara nya sama gibran,," Jawab gibran binggung.


"Sudah - sudah, lebih baik gibran bawa istri mu itu masuk kedalam kamar..." Ucap Nyonya Adelia.


"Baiklah kalau begitu ma, yah gibran sama Abbey ke kamar dulu.. Ayuk Abbey " Ucap gibran.


"Selamat malam ma, Abbey ke kamar dulu"

__ADS_1


Mama Adelia dan tuan Zafano hanya mengganggukan kepalanya dan tidak lupa sebelum ia juga masuk ke dalam kamarnya. Ia mengecek pintu diluar apakah sudah dikunci atau belum.


*Didalam kamar tuan Zafano.


Kini kedua paruh baya itu sama - sama duduk diranjang tempat tidur.


"Mas semoga aja rencana kita besok berhasil,," Sahut nyonya Adelia.


"Ya semoga aja ya ma, kita doain aja biar mereka bisa kembali kayak dulu lagi... kalau masalah tentang gibran yang sempat viral itu mama tenang aja papa akan tuntaskan,,"


"Sekarang kita tidur ini sudah malam,"


"Mas tidur aja dulu, mama mau ke kamar ibu dulu... mau ngecek keadaan ibu dulu" Ucap nyonya Adelia keluar kamar nya menuju kamar mertuanya itu.


"Ah ya, aku lupa ibu kan belum minum obat..." batin tuan Zafano.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2