Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 179 - Keputusan


__ADS_3

Keesokan.


Dipagi harinya Abbey menyiapkan sarapan untuk mereka semua. Setelah itu baru ia bersiap - siap menuju ke tempat perusahaan 'Gibaale' karena ia sudah membuat keputusan.


"Selamat pagi Abbey." Sapa Clarissa. Ia baru saja selesai mandi.


"Dimana gibey belum bangun tuh anak." Tanya Clarissa mencari keberadaan bocah kecil yang ia anggap begitu mengesalkan tetapi ia sangat menyayangi nya.


"Belum, aku minta tolong ya. bangunin gibey sebentar."


"Kamu mau berangkat kerja lagi terus kamu sudah memikirkan tentang keputusan mu?" tanya Clarissa.


"Aku sudah memutuskan akan menerima pekerjaan itu." Abbey menghentikan aktivitas nya.


"Lalu kamu akan meninggalkan gibey, apa yang harus aku katakan padanya?"


"Tenang saja aku akan membujuk nya pasti dia akan menerima nya."


"Baiklah terserah kamu deh. aku akan membangun kan gibey," Clarissa bangun dari duduk nya dan kembali menaiki tangga untuk membangunkan gibey.


Ting.

__ADS_1


tiba pesan masuk berbunyi dari ponsel Abbey yang ada didalam saku celemeknya.


Ia pun merongoh ponselnya dan membaca beberapa pesan yang masuk. Ternyata dari perusahaan 'Gibaale'.


💬 Selamat pagi nona maaf mengganggu, jika nona sudah mengambil keputusan anda bisa temui direktur kami. dia ingin bertemu dengan anda. makasih.


Abbey jantungnya tiba - tiba berdetak tak karuan ada rasa ketakutan lagi dihatinya. Sehingga membuat nya kepikiran.


Praghh


Tiba - tiba piring yang ia pegang pecah dan menimbulkan suara begitu keras.


"Astaga Abbey kamu tidak apa - apa!" seru Clarissa berlari sambil mengendong gibey menuju ruang makan.


"Mom tidak apa - apa? apa tangan mom berdarah?" tanya gibey, ia ingin turun dari gendongan Clarissa.


"mom tidak apa - apa. mom bereskan ini dulu Kalian sarapan lah terlebih dahulu. Nanti mom menyusul." Abbey sudah mengambil sapu dan pembuangan sampah.


"Jangan Abbey. biarkan aku saja, kamu berikan makan gibey lebih baik." Ucap Clarissa mengambil alih.


"Baiklah."

__ADS_1


Setelah selesai mereka sarapan bersama, akhirnya kini Abbey bersiap - siap akan pergi ke perusahaan 'Gibaale'.


Gibey sudah berada digendongan Clarissa.


"Aku pergi kerja dulu ya. nanti aku akan pulang secepatnya." Ucap Abbey sebelum pergi ia mencium putranya terlebih dahulu.


"mom pergi ya sayang. Ingat jangan nakal,"


Abbey melambaikan tangan nya lalu berlari pergi menaiki taksi yang sudah ia pesan dan telah datang beberapa menit yang lalu sama halnya seperti kemarin.


"Mom gibey mau ikut!" teriaknya menangis.


"ante Isa ibey pengen ikut mom. ante" ucap gibey dengan sesegukan air matanya sudah mengalir bebas dipelupuk matanya.


"Ibey ngak boleh ikut. mom mau cari duit untuk gibey terus nanti kalau ibey ikut siapa yang beliin ibey es clim?" Ucap Clarissa. Padahal dirinya berbohong hanya untuk menyenangkan bocah kecil itu saja.


"Oh gitu ya. tapi ibey ngak bisa jauh Dali mom. ibey ngak mau ditinggal cendilian." gibey masih saja menangis dan memainkan rambut Clarissa yang terurai kesamping itu.


"Mom gak akan ninggalin gibey kok. Nanti juga mom pulang, gimana kalau kita pergi ketaman main?" Ucap Clarissa dengan semangat.


"Gibey kira mom mau cari Dady." tiba - tiba jawaban gibey membuat Clarissa terdiam sesaat.

__ADS_1


"Enggak."Jawab Clarissa mengelengkan kepalanya. "Ya udah jangan nangis lagi ya." Ucap Clarissa menghapus air mata gibey dan masuk kedalam rumah.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2