Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 46


__ADS_3

"Tapi Bu, gibran telah melakukan kesalahan begitu besar... dia harus dihukum agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sama lagi" Tentang Nyonya Adelia penuh penekanan.


"Ya, ibu tahu itu... tapi mungkin Gibran jika dimaafkan mungkin dia tidak akan mengulangi kesalahannya yang kedua kalinya," Ucap nenek Ayse.


"Tapi–"


"Sudahlah nak, ibu punya rencana bagaimana agar gibran bisa berubah dan tak mengulangi kesalahannya lagi..." Ucap nenek ayse.


Wajah nyonya Adelia mengerut dan berpikir, "Memangnya bagaimana?"


Nenek ayse membisikkan ditelinga menantunya tentang rencana nya dan nyonya Adelia setuju dengan rencana mertuanya itu.


Memungkinkan mereka harus mendapatkan cucu dari Gibran dan Abbey. Bagaimana pun caranya tuan Bima ayah Abbey harus secepatnya memaafkan gibran dan mengembalikan Abbey kepada mereka untuk tinggal disana lagi dan melanjutkan rencana mereka yang akan disusun.


°°°


Abbey dan gibran yang masih bermain dipantai dengan segera Abbey menarik lengan gibran membawanya kesebuah tempat yang begitu dipenuhi dengan semak - semak bunga mawar yang banyak durinya. Kini rumah itu dari luar terlihat begitu usang tak terawat, ya jelas orang ditinggal sudah sekian lama.


Tetapi dalamnya masih terlihat begitu bersih dan tidak ada debu yang menempel, ya karna tidak ada sedikit pun celah udara masuk ataupun jendela yang terbuka. Abbey dan gibran masuk kedalam rumah itu.


"Hey Abbey ini rumah siapa sih kok kamu ngajak aku kesini sih?" tanya gibran melihat sekeliling nya.

__ADS_1


"Ini rumah aku, aku sudah lama tidak tinggal disini dulu aku sendirian loh tinggal disini..." Ucap Abbey.


Gibran melihat sekeliling nya, ia begitu merinding dan sedikit ketakutan.


"Apa rumah ini ada penghuninya ya?" tanya gibran dengan bulu - bulu dikulitnya berdiri karena ia ketakutan.


"Ah, ngak ada apa - apa kok disini, lebih baik kita ke kamar aku yukkk" Ajak Abbey dengan tenang tanpa ada rasa takutnya sama sekali.


Astaga naga, Kamarnya pun begitu masih terlihat bersih dan baru. Ini baru pertama kalinya gibran melihat rumah yang telah ditinggal begitu lama tanpa penghuninya sama sekali terlihat baru tanpa seperti rumah yang baru dibuat. Biasanya kalau yang lainnya rumah kosong yang pernah ia masuki begitu dekil, kumel.


"Bagaimana masih baru kan?" Tanya Abbey membuka tirai jendela kamarnya.


"Ya baru kok, tapi aku masih takut banget" Ucap gibran masih berjaga - jaga melirik ke belakang, samping, kanan kiri takutnya ada seseorang disnaa berdiri.


"Disini ada aku kok, kalau mereka beneran ada aku akan segan - segan memantrai nya" Ancam Abbey dengan penuh keberanian.


Gibran tersenyum dan ketakutan benar - benar hilang. Ia benar salut memiliki istri yang begitu pemberani tidak seperti dirinya yang begitu penakut, berkelahi aja ngak bisa hahaha.


"Selama ada kamu aku ngak akan takut kok,," Ucap gibran dengan memengang kedua bahu Abbey.


Abbey tersenyum dan memeluk suaminya itu, ia begitu merindukan pelukan suaminya itu.

__ADS_1


"Biarkan aku memelukmu seperti ini," Ucap Abbey dengan erat.


"hmmm,"


Mereka begitu berpelukan Sangat lama, sampai - sampai gibran tak menyadari Abbey tertidur dipelukan nya.


"Abbey?" Panggil gibran.


"Yah malah tidur," Ucap gibran dengan mengelengkan kepalanya melihat kelakuan istri nya itu.


Ia memapah tubuh istrinya itu dengan menidurkannya di ranjang tempat tidur itu. Ia menyelimuti tubuh istrinya itu dan tak lupa mencium kening nya.


"Selamat tidur Abbey,"





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak 🤍💜


__ADS_2