Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 127


__ADS_3

Gibran yang baru sampai dirumah tidak sengaja berpapasan dengan tuan Bima, ayah mertuanya.


Ia tahu bahwa gibran biasanya selama beberapa hari ini Gibran sering antar jemput Abbey setiap kesekolah. Tetapi hari ini ia melihat hanya gibran seorang diri.


"Dimana Abbey nak? bukankah kamu harus menjemputnya. ini sudah waktu jam pulangnya loh." Ucap ayah Bima menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"loh bukannya Abbey sudah pulang ya, yah?" tanya gibran balik kepada ayahnya, pikiran nya menjadi gelisah tetapi ia urungkan agar ayahnya tidak kepikiran.


"Siapa bilang? cepat kamu susul dia kesekolah mungkin dia masih disekolah menunggu kamu." Ucap ayah Bima, yang ia tidak tahu bahwa gibran tadi sudah pergi kesekolah tetapi tidak menemukan Abbey disana.


"Baiklah yah," jawab gibran berlalu pergi dengan mengaruk kepalanya yang tak gatal itu.


"Gue harus mencari Abbey kemana kalau begini? jika ia tidak ada disekolah lalu dia kemana hari ini? oh ya Al cowok itu pasti Abbey bersama nya? tetapi aku tidak punya nomor ponsel nya." Gumam gibran dalam hati sambil melamun.


Saat akan Gibran keluar dari gerbang rumah tetapi tanpa tak sengaja mobil mewah berhenti tepat didepan rumah ia pijaki itu. Seorang pria seumuran dengan Gibran, membukakan pintu mobil sebelahnya lagi. Dan keluarlah seorang gadis dan gadis itu ialah istri nya sendiri Abbey.


"What? Abbey?" umpatnya.

__ADS_1


"Terima kasih, mau mengantarkan sampai didepan rumah. lain kali sebagai balasan nya akan saya traktir makan." Ucap Abbey dan hanya dibalas senyuman manis oleh pria itu. Membuat gibran yang melihat nya dari tempat pagar pintu hanya menahan rasa kesalnya dan cemburu nya.


"Bagaimana kalau hari Minggu kita ketemuannya nanti akan aku kirimkan lokasi nya," Ucap arka. mereka tadi sudah saling bertukar nomor ponsel.


Abbey hanya menganggukan kepala nya. "Baiklah kalau begitu aku pergi, bye." Ucap arka melambaikan tangan nya masuk kedalam mobilnya.


Setelah kepergian mobil itu dan tidak menampakkan batang hidungnya. Abbey menatap rumahnya itu dan mengatur nafasnya yang sedari tadi jantungnya tak bisa dipacu. kenapa rasanya hatinya begitu gugup untuk masuk kedalam rumah mewah itu, semenjak ia mendengar kehamilan nya.


"Baiklah Abbey, kamu harus berani." Gumam Abbey dalam hati. Ia melangkahkan kakinya masuk menuju gerbang rumah. pak satpam yang biasa berjaga didepan tidak ada entah kemana. Mobil yang biasanya dipakai oleh gibran untuk menjemput nya sudah terparkir digarasi mobilnya.


"Bi kemana yang lainnya?" tanya Abbey kepada salah satu pembantu rumah tangga yang sibuk membersihkan ruang tengah.


"Tidak tahu non, bibi juga sedari pagi tidak melihat tuan besar cuma tuan muda saja." Ucap bibi pembantu rumah tangga dengan ramah.


"Ooh, terus tuan mudanya dimana sekarang?" tanya Abbey kembali.


"baru saja tadi tuan muda masuk kedalam kalau tidak salah masuk ke kamar." Ucap bibi pembantu rumah tangga.

__ADS_1


"Baiklah, aku masuk dulu bi." Ucap Abbey berlalu meninggalkan para pembantu rumah tangga yang sibuk bersih bersih itu.


"iya non."


Saat Abbey masuk kedalam kamar nya ia mencari keberadaan gibran kamar itu kosong. dan saat itu. "baru pulang?" ucap gibran yang tiba - tiba keluar dari kamar mandi.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2