
kring!!
suara bel istirahat berbunyi semua murid - murid berhamburan menuju kantin untuk mengisi perut yang kosong nya seperti biasa.
Abe kini sendirian didalam kelas, ia melihat sekeliling nya tidak ada ketiga teman nya.
"kemana mereka, tumben ngak menampakkan wajah mereka sedari tadi?" ucapnya dengan dirinya sendiri.
"padahal aku sekolah hari ini ingin ketemu sama mereka biar ada aja ngobrol, malahan mereka yang ngak ada... membosankan" ucap nya dengan menidurkan kepala nya di meja nya dengan berbantal satu tangannya.
Ia menutup kedua matanya, "oh ya, ayah kenapa ya tidak ingin aku dekat dengan gibran?" batinnya Abe.
Ia kembali membuka kedua matanya dan ia begitu terkejut tiba - tiba melihat Ryan menundukkan wajahnya dekat dengan wajahnya begitu membuat nya hampir jantungan.
ia mengelus - elus dadanya, "Ryan kamu ini bikin aku jantungan tahu," ucap Abe masih dengan jantungnya yang berdetak sangat kencang.
"maaf, aku kira kamu pingsan lagi" ucap Ryan merasa bersalah.
"tidak apa - apa,"
"oh ya, kita kekantin yuk..." Ucap Ryan.
"males ah mending dikelas sepi bikin hati jadi tenang," ucapnya dan tidak sengaja ada suara "kruyuk.. kruyuk..." dari perut Abe membuat nya tersenyum malu.
__ADS_1
"itu apaan?" tanya Ryan yang tertawa mendengar nya.
Abe hanya tersenyum malu dan menundukkan kepalanya...
Ryan bangun dari duduknya segera ia menarik lengan Abe, "kita ke kantin aja yuk... masa Lo ngak kasihan sama perutnya minta diisi," ucap Ryan.
"ya, udah deh" ucap Abe dan bangun dari tempat duduknya sambil memengang perutnya.
saat dalam perjalanan menuju kantin tiba - tiba saja Abe tidak sengaja berpapasan dengan Gibran bersama Amira mereka bergandengan tangan sangat begitu mesra. Abe yang melihat nya langsung saja membuat hatinya begitu ingin menangis tetapi ia urungkan. Untungnya saja Ryan mencoba untuk mengenggam tangan Abe dengan erat, karena ia tahu pasti Abe begitu sangat sakit melihat itu semua ia hanya ingin menguatkan Abe.
Abe menatap Ryan begitu membuat nya tersenyum...
"sayang kita kekelas aja yuk, seperti nya ada yang baru jadian nih" ucap Amira dengan melirik ke arah Abe dan Ryan.
gibran melepaskan rangkulan tangan Amira dan mengantinya dengan mengenggam tangan Amira dengan erat dan mesra.
Abe merasa kepanasan melihat itu semua, "Ryan kita kekantin aja langsung yuk" ucap Abe dengan menarik lengan ryan.
saat Abe sudah pergi dari sana gibran melepaskan rangkulan nya dari Amira dan meninggalkan nya pergi.
"gib, mau kemana?" tanya Amira dengan mengejar nya.
"biarkan aku sendirian," ucap gibran berlari keluar dari sekolah menaiki motor nya dan pergi.
__ADS_1
Amira hanya terdiam dan menatap gibran dari kejauhan, "ahhh... sial!" teriak nya.
"bagaimana pun caranya gue harus mendapatkan gibran, gue yang boleh memiliki gibran seutuhnya... lihat saja gue akan melakukan sesuatu agar Abe pergi dari kehidupan gibran" ucapnya dengan dirinya sendiri.
varrel yang mendengarkannya dari balik tembok dekat dengan Amira berada hanya terdiam disana dan ia berlalu pergi.
....
Saat didalam perjalan pulang, Abe dijemput oleh sopir pribadi ayahnya. saat itu tidak sengaja di tengah - tengah perjalanan tidak sengaja seseorang menyebrang dan menyebabkan kecelakaan.
ciet!!
Sampai seseorang itu terpental dan jatuh akibat tabrakan itu. pak sopir dan Abe yang melihat itu semua begitu kaget. semua orang yang berlalu lalang berkerumunan ketempat kecelakaan itu dan Abe juga pak sopir keluar membantu untuk membawanya kerumah sakit.
"lebih baik sekarang cepetan bawa dia masuk kedalam mobil, cepetan sebelum semakin parah" ucap Abe begitu khawatir.
Karena Abe begitu khawatir dengan keadaan orang lain, selain itu dia harus bertanggung jawab karena dia telah membuat seseorang itu tertabrak.
semua orang - orang disana membantunya untuk membawa korban masuk kedalam mobil dan Abe juga pak sopir cepat - cepat menuju rumah sakit.
"cepetan pak," ucap Abe.
"baik non," ucap pak sopir menancapkan gas menuju kerumah sakit dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Jangan lupa like setelah membaca 🙏❤️