
"whatt?!" Kaget gibran sehingga ia yang tadinya ingin tertidur kembali mengubah posisinya menjadi duduk menatap istrinya yang memayunkan bibir nya cemberut.
"Kamu ingin makan sate malam - malam begini? dimana aku akan mencari nya ini sudah hampir tengah malam..? besok saja ya.." Ucap gibran dengan menatap jam yang ada dipergelangan tangan nya.
"tidak, aku mau nya sekarang.. kalau ngak aku nangis nih" Abbey tetap memaksa dengan menangis dihadapan suaminya.
"Iya - iya," Ucap gibran turun dari tempat tidurnya dan mengambil jaketnya juga kunci mobilnya.
"Jangan lama - lama cepetan.. aku benar - benar lapar..." Ucap Abbey begitu senang dengan mengusap perut nya yang masih rata.
"Dimana aku harus mencari jualan sate malam gini..? kayak orang ngidam aja.. jangan - jangan Abbey hamil lagi..?" gerutu gibran berjalan masuk kedalam mobilnya.
Sedangkan sang papa tuan Zafano sudah sampai dimana tempat putrinya dikurung oleh seseorang dengan beberapa pengawalnya.
Dan benar saja terlihat dari kejauhan bahwa tempat putrinya disekap banyak orang yang menjaganya dan berbadan besar - besar. Tetapi untungnya tadi saat sebelum ia berangkat membawa penggawal lebih banyak lagi biar bisa menyerbunya tanpa harus ia yang turun tangan. Bisa - bisa encok pinggang nya jika dirinya ikut adu jotos, maklum sudah tua.
"Cepat kalian serang mereka,," Perintah tuan Zafano kepada pengawalnya.
"baik tuan,," Jawab semua penggawal.
__ADS_1
Dan pengawal yang berjaga tahu bahwa ada seseorang yang datang dengan membawa beberapa pasukannya tetapi mereka tidak takut sama sekali, mereka membangunkan pengawal yang lainnya dan terjadilah adu jotos dan tuna Zafano hanya menyaksikan nya dengan menyenderkan tubuhnya di samping mobilnya.
"Rasanya seperti menyaksikan perang dunia," Ucap tuan Zafano dengan tertawa.
"tetapi kenapa mereka ingin menculik putri ku, siapa yang telah menculiknya.. ah jangan dipikirkan nanti juga aku tahu siapa dalang semua ini, lebih baik aku menyaksikan nya hahaha"
...••••...
Setelah antara adu jotos antara pengawal - pengawal itu benar saja para algojo algojo itu sukses babak belur dan ada yang pinsan. Bagaimana mau pingsan, diserbu berbarengan hahahaha.
"Cepat kalian bawa mereka ke dalam mobil dan sekap mereka ditempat aman," Perintah tuan Zafano dengan tegas kepada pengawalnya.
"Lea, dimana kamu nak! apa kamu didalam nak!" teriak tuan Zafano mencari keberadaan putri nya didalam gudang yang begitu sangat luas dengan cahaya yang tidak ada satupun.
"Itu suara papa..? varrel bangun.. itu papa" Ucap Lea yang tadinya ingin berusaha membuka tali yang mengikat tangannya tetapi karena kelelahan mereka tertidur.
"Iya itu om.." ucap varrel memang iya mendengar bahwa itu suara tuan Zafano.
"Pa ini Lea disini pa! Lea disini tolong Lea pa!" teriak Lea dengan mata hampir ingin menangis.
__ADS_1
Setelah mendapatkan suara sang putrinya ia dengan cepat mengetahui dimana keberadaan putrinya dengan cepat berlari kearah nya.
"pa,"
"Lea! varrel! kalian bertahan lah papa akan membuka ikatan nya.!" Tuan Zafano berusaha membuka ikatan tali pada putrinya dan putra dari besan nya.
"Anakku kamu ngak apa - apa kan?" setelah berhasil membuka ikatan tali itu, ia memeluk putrinya dengan begitu erat.
"hikkssss... papa Lea takut... Lea mau pulang.. hikssss.." tangis gadis itu begitu pecah didalam dekapan pelukan papanya dan tanpa dikata sang putri nya tiba - tiba pingsan dipelukan nya.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘