Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 13


__ADS_3

Hari semakin malam, acara pertunangan nya telah usai kini keluarga Ayah Zeen pamit untuk pulang.


"zaf... kami pulang dulu ya... " ucap ayah Zeen kepada tuan Zafano.


"baik Zeen... makasih nya atas kedatangan nya, kapan - kapan kalau ada waktu main saja kesini, ajak juga putrimu..." jawab tuan Zafano.


"oh, ya acara pernikahan nya akan diadakan seminggu lagi... agak dipercepat," celetuk nyonya adelia.


"baiklah kalau begitu, kamu pamit pulang dulu..." jawab ayah Zeen singkat.


"Abbey kamu salam dulu ke tuan Zafano, dengan yang lainnya... jangan lupa Gibran juga," ucap ayah Zeen.


Abbey yang mendengar nama Gibran matanya langsung membulat, "salam sama dia juga?" tunjuk Abbey ke gibran.


"ya, sana" ucap ayah Zeen.


Dengan wajah begitu terpaksa dirinya menuruti perkataan ayahnya, ya jika cuma kedua orang tua Gibran dan nenek Ayse ya, tidak apa - apa.


sedangkan Gibran yang dipengang tangannya oleh Abbey saja tiba - tiba dirinya begitu panas. apa mungkin dirinya telah jatuh cinta padanya, itu tidak mungkin ia saja benar - benar benci dengan Abbey. Tidak ada harapan untuk memberinya celah mencintai ataupun memberikan nya perhatian satu kali pun.


Setelah semua tamu sudah pergi, kini tinggallah keluarga zafano saja.


"zaf, seperti nya kami pulang juga sekarang.." ucap ibu merina Kakak iparnya.


"kalian tidak nginep disini satu hari aja," ucap tuan Zafano.


"lain kali saja, hari ini aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan juga" ucap ibu merina.

__ADS_1


"ya, udah kalau gitu kami pulang dulu..." ucap ibu merina.


Beberapa menit kemudian semua tamu sudah pulang hanya tinggal tuan Zafano, mama Adelia dan nenek Ayse.


"pa, ma, nek... Gibran ke kamar dulu mau istirahat," ucap gibran.


"ya, udah... kamu istirahat dikamar tidur yang nyenyak," ucap nyonya Adelia.


"jangan lupa mimpi yang indah," canda nenek Ayse.


"apa - apain sih nek," ucap gibran cemberut.


Setelah sampai kamar Gibran begitu uring - uringan, ia tidak habis pikir kedua orang tuanya menjodohkan nya dengan Abbey cewek paling ia benci. Memang sih ia sudah lama tahu sebenarnya Abbey adalah orang yang akan menjadi istrinya nanti tapi ia benar - benar gila dengan semua ini.


Abbey yang berada didalam perjalanan menuju rumahnya benar - benar ingin ngamuk. Tapi ia sadar, dirinya masih dalam mobil kalau sampai ia ngamuk bisa - bisa dimarahin sama ayah nya.


"ada apa yah?" jawab Abbey cemberut.


"maafkan ayah karena sudah memaksamu menikah dengan nya, kamu tahu kan... ayah sedang dalam kekurangan uang jadi ayah terpaksa melakukan nya," ucap ayah zeen berbohong.


Abbey yang mendengarkan ayahnya, ikut sedih sedang kekurangan uangnya. Ia benar - benar tahu gimana kerasnya kedua orang tuanya bekerja sampai malam.


"yah, ma, Abbey terima kok perjodohan ini... Abbey ngak mau kalian sedih dan menderita... kalian sudah bekerja keras mencari uang demi membayar biaya sekolah dan untuk makan sehari - hari," ucapnya dengan memeluk kedua orang tuanya.


pak Hamid yang duduk didepan melihat dari cermin tersenyum.


"maafkan ayah, nak... ayah berbohong kepada mu selama ini," batin ayah Zeen.

__ADS_1


Pagi harinya seperti biasa setelah selesai berpakaian rapih, Abbey segera pergi menuju sekolah nya. Ia memilih tidak sarapan dirumah hari ini, ia begitu mood untuk sarapan pagi. sesampainya disekolah dia menuju kelas hari ini ia tidak kumpul di tempat biasa.


Saat sesampainya dikelas, ia begitu telat guru sudah memulai pembelajaran dikelasnya.


"permisi," ucapnya.


"Abbey, sudah jam berapa ini? kenapa telat?" tanya ibu meri guru matematika.


"maaf Bu," ucap Abbey menundukkan kepalanya.


"kalau begitu kamu berdiri dan hormat mengahadap tiang bendera sekarang juga sempai jam pelajaran saya selesai, mengerti!" ucap ibu meri.


Abbey hanya menunduk tanpa menjawab kata - kata ibu meri.


"Abbey, jawab ibu!" ucap nya dengan tegas.


"ya, Bu" ucapnya berlalu keluar masih dengan menundukkan kepalanya, melirik kearah ketiga sahabatnya yang sedang mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh Bu Meri tanpa memedulikan nya.






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2