Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 154


__ADS_3

Keesokan harinya.


Abbey sudah boleh pulang dari rumah sakit sedangkan Lea belum sama sekali. Dan kini mereka sudah berada di kediaman kakek tama.


"Bagaimana keadaan cucuku apakah dia baik - baik saja?" tanya kakek Tama yang tak mendapati Abbey yang kini hanya mama Ratna dan tuan Bima berjalan kearah nya.


"Dia sudah pulang," Ucap mama Ratna yang kini mendapati putrinya sudah digendong oleh gibran karena gibran memaksa.


"Cucuku maafkan kakek tidak bisa kesana, karena pekerjaan kakek begitu banyak." Ucap kakek Tama saat kini gibran sudah menuruninya.


"Kakek,"Abbey memeluk kakek Tama dengan begitu erat. "Abbey baik - baik saja sekarang. oh ya ada berita bahagia buat kakek" Ucap Abbey menatap kearah gibran yang berada disampingnya dan mama Ratna lalu ayahnya tuan Bima yang tersenyum.


"Abbey hamil kek, Abbey sekarang ini sedang mengandung cucu kakek... ada bayi disini" menunjuk perutnya dengan rasa begitu bahagia dihatinya.


"Apa? cucu? aku akan punya cucu lagi?" tanya kaket Tama begitu kaget sampai ia mengukir senyumnya membuat nya ingin menangis bahagia.

__ADS_1


"Iya kakek bakalan punya cucu,," Ucap Abbey yang kini dipeluk oleh kakek Tama. "Baiklah kalau begitu, kita harus merayakan hari kehamilan mu agar semua orang tahu, kakek akan mengundang semua perusahaan terbesar di seluruh Indonesia ini," Ucap kakek Tama yang kini menangis tersedu - sedu karena bahagia.


"baiklah biarkan bima aja yang menyiapkan semuanya dalam waktu seminggu lagi acaranya akan dilangsungkan.." Ucap tuan Bima menatap sang putri nya meminta persetujuan dari nya.


"bagaimana Abbey kamu setuju kan?" tanya mama Ratna ikut menimpali.


"Aku ngak tahu dengan gibran, kalau aku setuju saja.." Ucap Abbey menatap kearah suaminya yang kini memberikan senyuman manisnya yang Abbey mengerti bahwa gibran setuju dengan semua itu.


"Baiklah kalau begitu semuanya gibran bawa Abbey istirahat dulu, biar dia tidak kecapean.." Ucap gibran merangkul pundak istri nya menuntun nya menuju kamar.


Sedangkan dirumah sakit tuan Zafano dengan mama Adelia tertidur disofa karena lelah menunggu putrinya tak kunjung bangun. Sehingga varrel yang sedari kemarin pagi ia pergi ke sebuah hotel dekat dengan rumah sakit itu hanya untuk menenangkan pikirannya dan kini ia telah kembali. Ia membuka pintu kamar di tempai Lea dengan perlahan.


"(menghela nafas) pasti om, sama Tante capek.. seharusnya aku tidak pergi meninggalkan mereka. Aku yang harus bertanggung jawab karena ini kesalahan ku. maafkan aku Tante om tidak bisa mengatakan sebenarnya." Gumam varrel dalam hati. Ia begitu sangat tertekan dan bersalah dengan apa yang diperbuat nya.


"Varrel?" Ucap tuan Zafano.

__ADS_1


"eh om," Jawab varrel yang kini tuan Zafano menyentuh pundaknya dan ia menatap Lea yang masih terbaring.


"Kapan ya Lea bakalan bangun om.. ini udah hari ketiga dia belum sadarkan diri." Ucap varrel dengan rasa begitu kasihan.


"om juga ngak tahu tapi kemarin kata dokter ajaklah dia terus bicara agar dia mau bangun." Ucap tuan Zafano kembali sedih dengan putrinya tak kunjung bangun.


Disaat varrel akan mengenggam tangan Lea tiba - tiba saja tangan itu bergerak secara ajaib. "Om apa aku nggak salah lihat? tangan Lea bergerak om.." Seru varrel kini wajah nya begitu senang. Tangan Lea semakin bergerak.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘


__ADS_2