
"aku mencintaimu...! aku sangat mencintaimu...! jangan pergi" Ujar lea dengan suara paraunya yang semakin memberat.
Varrel yang melepaskan ciuman Lea begitu kaget dengan apa yang ia dengar dari mulut Lea sendiri. Entah kenapa hatinya rasanya mengebu - ngebu mendengar pengakuan Lea menyatakan cintanya kepada nya.
"apakah kamu sedang bercanda?" tanya varrel meyakinkan perkataan Lea kembali lagi.
"benar aku mencintaimu, semenjak aku bertemu denganmu saat pertama kali kita bertemu." Ucap Lea ia kembali menyerang bibir milik varrel dan menyodokkan nya ke dinding tembok.
Varrel yang melihat tubuh Lea yang begitu basah pun saat ini tidak dapat mengontrol dirinya sendiri.
Tubuh varrel yang sudah tidak menahan gejolak hasratnya, karena sedari tadi saat Lea membuka semua pakaian nya membuat nya terangsang tetapi ia tidak. dan kini ia sudah hampir tidak bisa lagi untuk menahannya. Setiap belaian tangan Lea membuat nya langsung bergairah, sesuatu yang baru pertama kalinya membuat nya seperti ini.
varrel dengan cepat mendorong tubuh Lea yang sibuk mencumbu leher jenjang nya berkali - kali, seorang varrel yang sudah sangat terangsang itu sudah kehilangan akalnya ia dengan cepat membuka semua pakaian nya dan hanya mendiamkan celana boxer nya saja.
Tanpa menunggu lama varrel pun langsung menyatukan tubuh nya dengan Lea. Lea yang menjerit merasakan sesuatu dibagian intimnya sangat perih sungguh pengalaman yang luar biasa baginya malam ini.
Tetapi ada rasa sesal dihari varrel melihat Lea yang sudah berada dibawahnya sedang menangis menahan rasa sakit yang bergejolak sampai kuku - kukunya yang panjang mencengkeram bahu varrel membuat nya ikut merasakan kesakitan.
__ADS_1
beberapa jam kemudian mereka melakukan beronde - ronde hampir subuh dan efek samping dari obat perangsang itu langsung tertidur dengan pulas. Sementara varrel memandang wajah Lea dengan rasa penyesalan di hatinya.
"Maaf, aku khilaf.. tetapi aku janji akan bertanggung jawab padamu..." Ujar varrel lalu mencium kening Lea.
"drt... drt..." terdengar ponsel varrel berdering, varrel pun langsung mengangkat ponselnya.
"Mama?" gumamnya dalam hati. "Hallo ma?" Jawab varrel ia begitu gugup.
"Kamu sedang dimana nak? ini sudah jam berapa? kenapa belum pulang juga? dan Lea apa kamu sudah menemukan nya?" begitu banyak pertanyaan mama Ratna lontarkan kepada nya membuat varrel tidak tahu apa yang harus ia jawab.
Ia hanya memandang Lea yang tengah tertidur disampingnya dengan menelan ludah nya dalam - dalam.
"Iya ma, varrel belum menemukannya besok pagi aku akan pulang kalau begitu varrel tutup telpon nya." Ucapnya dengan mematikan ponselnya begitu saja.
"Varrel-- astaga tuh anak sama banget kelakuan nya dengan adeknya." Ucap mama Ratna menaruh ponselnya lagi di sofa tempat duduknya.
"Bagaimana?" Tanya mama Adelia yang duduk disampingnya.
__ADS_1
mama Ratna hanya menggelengkan kepalanya. "Varrel tidak menemukan nya sama sekali."
"Kamu kemana sih nak, mama khawatir banget. apa kita suruh aja pengawal untuk mencari keberadaan nya.?" Ucap mama Adelia. suaminya juga berada disana mereka belum tidur sama sekali.
"Ah ya, papa lupa. tunggu sebentar papa telpon pak Hamid," Ucap tuan Zafano menelpon sekretaris pribadinya yang ia begitu percayakan.
Setelah selesai menelpon sekretaris nya pak Hamid, untuk menugaskan beberapa pengawalnya untuk mengerakkan mencari keberadaan putri sulungnya yang hilang tanpa kabar dan kini mereka hanya menunggu kabar saja.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘