
Didalam kamar.
Gibran dan Abbey sudah berada dikamar mereka, tidak ada celotehan diantara mereka yang ada hanya suara sunyi yang mencekam didalam kamar itu.
Gibran langsung saja memilih masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya.
Abbey yang hanya diamkan oleh gibran mengaruk kepala nya yang tak gatal itu.
"Gibran kenapa? apa dia marah padaku? tapi marah kenapa? masa marah dengan Al sih?" semua pertanyaan muncul dibenak Abbey.
"tidak, mana mungkin dia marah. dia kan orang nya ngak bisa marah." Gumamnya sampai ia merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya.
tiba - tiba Brakkk.
pintu kamar mandi di buka dengan kasar oleh gibran membuat suara nya begitu terdengar dengan jelas, membuat Abbey hampir bangun dari tempat tidurnya.
Gibran menarik lengannya masuk kedalam kamar mandi dengan paksa dan mengunci nya.
"Gibran, kau mau apa sampai mengajakku masuk kedalam kamar mandi? dan mengapa pintu nya dikunci segala," Ucap Abbey ketakutan, saat gibran mulai membuka pakaian nya seperti sewaktu kejadian saat sepulang sekolah. sekelebat pikiran - pikiran kotor nya memasuki otaknya, saat melihat perut gibran menampakkan six packnya.
"bantu aku gosok punggung aku," ucap gibran. langsung masuk kedalam bahtup yang sudah berisikan air panas yang tadinya ia isikan.
__ADS_1
"Ohh," Abbey ber oh ria.
"Aku kira apa?" Ucapnya dengan nada yang begitu kecil tetapi masih terdengar ketelinga gibran.
"Kamu kira apa?" Gibran menautkan kedua alisnya.
"ah tidak ada. lebih baik aku membantumu" Abbey berjalan kearah gibran yang sudah duduk didalam bahtup.
Gibran hanya menggelengkan kepalanya, "Perasaan, tadi aku sedang marah dan cemburu padanya? tapi sekarang aku ingin sekali mengerjainya" Gumam gibran dalam hati.
Saat Abbey sudah berdiri dihadapannya, "Kenapa berdiri disitu cepat lakukan lah?" Ucap gibran memandang kedua manik mata milik Abbey.
"ta.. tapi bagaimana caranya?" tanya Abbey mengaruk kepalanya yang tak gatal itu.
"Ma..masuk? aku ngak mau, masa harus masuk kedalam bahtup sih?" sekelebat pikiran kotor nya kembali terusik dalam pikiran nya.
"Tentu saja, ayo cepat nanti keburu tengah malam malah besok ngak jadi ulangan ada murid yang terlambat masuk besok lagi," Gibran berkata tanpa menoleh kearah Abbey yang masih berdiri tanpa bergerak satu pun.
"Iya benar juga sih, ya udah deh." Abbey mulai ingin memasukkan kaki nya kedalam bahtup.
"eitssss, tunggu dulu, jangan lupa tanggalkan pakaian mu itu. baru kamu bisa masuk kedalam bahtup" ucap gibran dengan begitu jahil dihatinya.
__ADS_1
"apa...?" pekik abbey, dengan wajah terkejut.
"tidak, aku tidak mau!" Abbey menyilangkan kedua tangannya, dibagian atas tubuhnya. "Kalau begitu kamu bersihkan sendiri tubuh mu itu, kenapa harus aku yang melakukan nya." ketus Abbey.
"Karena kamu itu istri ku jadi kamu harus menuruti apa kemauan suamimu ini, ayo cepat kalau kamu tidak mau siap - siap besok ngak ikut ujian." ancam Gibran dengan menyunggingkan senyuman nya.
"Ya ampun gibran, masa aku harus membuka baju ku sih? malam ini benar sial." umpat abbey dalam hati.
"Baiklah akan aku lakukan puas," ketus Abbey dengan raut wajah begitu kesal.
Gibran tertawa senang didalam hatinya, rencananya benar - benar berhasil membuat Abbey kesal. "Ini baru pemanasan, Abbey. next setelah ini rencana selanjutnya hahahaha" Gibran tertawa begitu sangat puas didalam hatinya.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️