
Nenek Ayse, tuan Zafano, nyonya adelia, gibran dan Abe sedang berkumpul. Setelah acara penyelenggaraan ulang tahun hotel Puri miliknya dan kesehatan Abe yang telah membaik.
"gib, mama ingin kamu menjaga Abe dengan baik... karena kamu juga bertanggung jawab sebagai suami menjaga istrimu, bukan hanya abe saja" jelas nyonya adelia.
"ya, ma gibran tidak akan pernah mengecewakan mama..." ucap gibran.
"kamu jangan pernah mengingkari janji mu, ya kan mas" ucap nyonya Adelia dengan menatap suaminya.
tuan Zafano hanya menganggukkan kepalanya, "jika kamu sampai mengingkari janji mu, kamu tidak akan pernah lagi menemui Abe sampai kapanpun," ancam tuan Zafano.
gibran mendengarkan ancaman tuan Zafano menjadi ciut, entah kenapa disaat ia mendengar ancaman tuan Zafano untuk menjauhkannya dengan Abe hati nya begitu sangat sakit.
abe hanya terdiam tanpa berkata apapun, ia hanya mendengarkan ucapan tuan Zafano tanpa berkomentar.
"iya pa," ucap gibran dengan singkat.
pak Hamid masuk kedalam menghampiri nya, "permisi tuan, Ibu Merina dan Ryan datang berkunjung" ucap pak Hamid.
"silahkan saja mereka masuk," ucap tuan Zafano.
"selamat pagi semuanya," ucap ryan dengan sopan.
"pagi Ryan, ayo silahkan duduk dulu..." ucap tuan ****Zafano****.
"terima kasih kalian mau datang ke acara kemarin," ucap nyonya Adelia berusaha untuk bersikap ramah terhadap mereka.
Setelah pembicaraan itu, abe, gibran dan Ryan berada disebuah ruangan dimana tempat untuk bersantai - santai.
__ADS_1
Ryan dengan Abe hanya duduk sedangkan gibran berdiri menghadap kearah pemandangan yang begitu terlihat dengan gedung - gedung tinggi. Hening sejenak dan beberapa detik ryan memulai pembicaraan.
"Hemm," ryan berdehem.
"gue mau ngundang kalian ke acara ulang tahun gue nanti malam..." ucap ryan.
"wah ulang tahun, kami pasti akan datang nanti malam... kalau begitu selamat ulangtahun Ryan," mengulurkan tangannya kepada Ryan.
gibran yang melihat mereka saling berjabat tangan begitu cemburu, tetapi ia tetap tenang seolah - olah biasa saja.
"gue seperti nya belakangan ini sedang sibuk," ucap gibran dengan dingin.
Abe yang mendengar Jawaban dari gibran begitu kesal, "tapi papa sama Mama sudah mengizinkan kita untuk pergi... kita pergi ya, gib plisss" mohon **Abe.
Gibran** menatap Abe dengan tatapan begitu dingin dan Abe mulai bangun dari tempat duduknya dan bersikap manja memohon pada Gibran.
Tapi gibran hanya menatap nya dan mengalihkan pandangannya fokus kepada Ryan.
sama halnya dengan Ryan menatap gibran dan tersenyum.
Abe berbalik dan kesal, "lebih baik aku ngak memohon kepada nya buang - buang waktu saja," umpat nya.
Ryan tersenyum melihat reaksi Abe, "meskipun gibran tidak mau pergi tapi ujung - ujungnya ia akan pergi kok Abe, tenang saja..."ucap ryan pergi keluar dari sana.
Dimalam harinya acara pesta ulang tahun ryan tiba. pada akhirnya gibran benar - benar datang meskipun saat itu ia tidak ingin pergi. Ia menunggu abe di ruang tamu bersama kedua orang tuanya dan nenek nya.
abe turun dari lantai atas dengan gerakan lambat, ia tampak cantik dengan gaun dan hiasan mahkota dikepalanya. Ia tersenyum pada semua orang disana termasuk gibran. Sedangkan gibran tersenyum dalam hati nya ia begitu terpesona dengan kecantikan abe menggunakan balutan gaun yang begitu indah. Abe berjalan mendekati mereka saat gibran tak bisa berhenti menatap nya.
"wah, menantu mama benar - benar sangat cantik.." puji nyonya Adelia.
__ADS_1
"makasih ma," ucap Abe tersipu malu.
tuan Zafano yang melihat gibran bengong terus dengan kecantikan abe, menyenggol bahunya.
"Gibran, ayo kalian pergi sekarang..." ucap tuan Zafano.
"oh ya, ayo kita pergi" ucapnya langsung nyelonong tetapi bukan ke pintu keluar melainkan menuju dapur.
"sttt, kapan pintu nya jadi disana?" ucap nenek Ayse.
"eh iya, gibran lupa" ucap gibran malu.
mereka semua tertawa dengan tingkah gibran, "pengangan tangan dong," ucap nyonya Adelia.
"masa ngak pengangan tangan sih," ucap nyonya Adelia.
gibran mendekati Abe dan memberikan celah untuk abe mengandeng lengan nya. Mereka pamit dan berjalan pergi.Mereka terlihat sangat elegan, apalagi dengan perawakan abeyang begitu tinggi padahal ia hanya menggunakan sepatu kets yang tertutup oleh gaunnya.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🤍
__ADS_1