
Setelah bermenit - menit membersihkan punggung suaminya itu.
"Sudah," ucap Abbey beranjak akan keluar dari bahtup.
"Tunggu, kamu mau kemana?" Gibran mencengkeram erat tangan abbey.
"Tuntu saja tidur, ini sudah malam." Abbey mulai menguap.
"Siapa suruh kamu boleh tidur, kamu belum selesai membersihkan bagian lainnya." goda gibran dengan seringai licik diwajahnya.
"Deg," jantung Abbey mulai bergetar hebat dan perasaan nya semakin tidak enak.
"Tidak mau, aku ngantuk byeee." ucap Abbey berlari terbirit - birit keluar dari kamar mandi dan merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya ia begitu malu dengan ia lakukan didalam kamar mandi.
"Ahhhh memalukan." pipinya sudah merah merona.
Sedangkan gibran yang ada didalam kamar mandi hanya tertawa senang. Ia merasa begitu sangat puas dan kini ia akan melakukan rencana kedua.
dalam beberapa detik kemudian gibran keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya dan ia mendapati Abbey yang sudah tertidur pulas dengan membelakangi nya.
__ADS_1
"Baru saja beberapa detik ia sudah tertidur." Gibran naik keatas tempat tidur dan memeluk tubuh Abbey dari belakang.
Abbey yang hanya berpura - pura tidur hanya menelan salivanya dengan susah payah mendapati ada sesuatu yang menusuk dibagian bawah.
"Aku tahu kamu itu belum tidur sayang." Bisik gibran ditelinga Abbey membuat bulu kuduk nya berdiri.
"Lepaskan gibran? lepaskan tanganmu itu." Seru Abbey dengan meronta - ronta minta dilepaskan tetapi gibran semakin merengkuh tubuhnya semakin erat.
"Kau hanya perlu diam dan ikuti perintahku mengerti," Ucap gibran yang kini sudah berada diatasnya dan mengunci kedua lengan Abbey keatas membuat kedua manik mata mereka saling bertemu.
Mereka saling berdiam diri sejenak mata mereka tidak hentinya saling memandang antara satu sama lain. "Jika kau menurut seperti ini, kamu sangat begitu cantik." ucapnya dengan tanpa Abbey sadari ada sesuatu yang begitu kenyal menempel dibibir nya membuat nya merinding tetapi kemudian ia merasakan sensasi ciuman itu.
"Emphhh..." abbey melengguh saat bibir nya digigit oleh gibran.
"Stop gibran," Abbey mendorong dada suaminya itu dengan nafas terengah - engah.
Gibran hanya mengerutkan keningnya, "kita tidak boleh melakukan nya, ini sudah malam. aku juga—"
Suara Abbey terhenti karena gibran menekan tubuh Abbey, mencium bibir istrinya itu dengan penuh gairah. tangannya tidak hentinya diam mencoba membuka pakaian yang dikenakan oleh Abbey tanpa melepaskan pagutan ciuman bibir mereka.
__ADS_1
"Emphh, hentikan gibran." Abbey mulai mendesah tidak karuan, saat gibran menyentuh tubuhnya yang hampir ditelanjangi oleh pria dihadapannya itu.
Gibran mendengar suara ******* dari bibir Abbey membuat nya diselimuti oleh gairah, entah tiba - tiba muncul sebersit bernafsu untuk berbuat lebih dan ini adalah awal dirinya menginginkan Abbey untuk memilikinya seutuhnya dan menanamkan benih didalam perut yang terlihat rata itu.
"Gibran jangan, aku takut" Abbey mengelengkan kepalanya berusaha mengembalikan akal pikiran kotor nya itu.
"Tenanglah, kamu tidak perlu takut. kamu hanya perlu menikmati nya oke." ucap gibran membuat tubuh Abbey seakan memanas.
Gibran kembali mencium bibir istrinya itu dengan bergairah tanpa Abbey sadari membuat Abbey berteriak sangat kencang mendapati bahwa gibran sudah menjadi miliknya seutuhnya. Malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang untuk dua insan yang melebur jadi satu itu.
•
•>
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️