
Keesokan nya
Dipagi harinya gibran datang pagi - pagi ke kantor, ia kini duduk di singgasana nya.
"Ck..ck..ck.. pagi - pagi Lucas belum disini juga? padahal dia kuangkat sebagai sekretaris pribadi dikantor ini karena ia begitu tertib tapi kenapa sepagi ini ia belum datang juga menyebalkan." Gerutu gibran. Ia menelpon seseorang di telepon seluler yang ada di ruangan nya.
"Hallo."
"KAU CEPAT LAH KEKANTOR SEKARANG JUGA." Seru gibran dengan penuh penekanan.
"Kalau tidak aku akan memecatmu sekarang juga!" Tegas gibran lalu ia mematikan telepon itu .
"Hallo tuan.. tuan.. ck dimatikan." kesal Lucas yang baru bangun dari tidur nya yang nyenyak.
"Dia hanya menelponku menyuruhku pergi ke kantor pagi - pagi sekali, mengherankan." Ucap Lucas ia berlalu menuju kamar mandi cepat - cepat berganti pakaian menuju ke perusahaan tuan nya.
Beberapa jam kemudian..
Pintu itu kini terbuka dengan lebar, Lucas sudah berada disana dengan pakaian masih terlihat acak - acakan.
__ADS_1
"Astaga, Lucas itu pakaian kenapa seperti itu? apa kau kesini tidak mandi hah! menjijikkan." Seru gibran ia bangun dari tempat duduknya.
"Padahal ini semua gara gara dia. dasar tuan muda menyebalkan." Gumam Lucas dalam hati.
"Kau mendengar ku atau tidak sih!" seru gibran melihat Lucas hanya terdiam saja tanpa menjawab pertanyaan nya.
"Jawab!"
"It..u it..u aku tadi terburu - buru." Ucap Lucas Menundukkan kepalanya.
"Sudahlah itu tidak penting! yang terpenting aku menyuruhmu datang kesini hanya ingin menugaskan mu. Keputusan ku sudah bulat, aku ingin Vita sekretaris itu dipecat saja, aku ingin sekretaris baru kau bisa Carikan kan?." Tegas gibran, ia kini mendudukkan dirinya dikursi.
Gibran kembali emosi Lucas telah mengabaikan nya, "Lagi sekali kau tidak mendengar ku, aku akan memecatmu sekarang juga." Ancam gibran. Merasa diabaikan.
"Hah, jangan tuan. Baiklah aku akan melakukan nya.. besok saya pastikan anda mendapatkan sekretaris baru." Ucap Lucas.
"Bagus, sekarang kau pergilah.. aku muak melihat wajah mu yang menyebalkan itu." ucap gibran.
Mendengar itu semua membuat Lucas semakin kesal terhadap tuannya, yang berlagak semaunya. Oh ya, ia baru ingat bahwa tuannya itu memang pemilik perusahaan ini dan ia hanya sekedar bawahannya saja meski jabatan nya tinggi juga.
__ADS_1
"Baiklah saya permisi." Lucas pun pergi dari sana.
•••
Di kediaman tuan Zafano, mama Adelia sedang memasak didapur, ia ingin memasakkan suaminya dan putranya. Ia baru saja mendapatkan telepon dari suami dan putra nya bahwa ia ingin sekali memakan masakan mama Adelia.
"Ma, lagi masak apa? Kayaknya baunya wangi banget." Abbey tiba - tiba muncul dengan membawa beberapa bunga mawar merah yang ia petik ditaman belakang rumah.
"Ini mama, masak buat papa sama gibran."
"Jadi papa sama gibran bakal pulang ma? secepat itu, ini masih siang. ngak biasanya."
"Bukan, kamu antarkan makanan ini ke kantor ya. bolehkan, mama minta tolong." Ucap mama Adelia.
"Hmm? baiklah." Jawab Abbey.
"makasih sayang. kamu memang menantu paling baik sedunia." Puji mama Adelia, ia memasukkan makan - makanan itu kedalam mangkuk rantang.
"Hmm.. sebetulnya aku malas sekali kesana. Apalagi bertemu dengan gibran, menyebalkan."
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️