Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 52


__ADS_3

Ryan diam - diam mendengarkan pembicaraan ibunya dari ambang pintu kamarnya dan ia tampak mengerutkan keningnya.


Ia kembali merebahkan tubuh ditempat tidurnya dan menatap langit - langit kamar nya.


Sebenarnya saat ia menguping pembicaraan ibunya barusan dengan seseorang ia tampak sedih dan sedikit penuh amarah.


"Kenapa ibu tega melakukan itu?" Batinnya.


"Apa gue harus mengatakan sejujurnya kepada paman Fano, ah ngak - ngak gue ngak mau sampai ibu siapa - apain gue tahu betul gimana sifat paman Fano. Lebih baik gue melakukan sesuatu" Ucap Ryan dengan sendirinya, ia begitu binggung sekarang.


Disekolah kini sudah hampir jam istirahat abbey, Ryan dan ketiga teman Abbey berkumpul dengan bercerita sambil canda tertawa.


Amira melihat nya dari kejauhan tidak sengaja Abbey melihat kehadiran nya disana. Tetapi ia hiraukan saja tetapi Abbey tahu dari raut wajah Amira kepada nya sangat membenci dirinya.


"Awas saja pelakor perebut cowok orang," Gertak Amira dalam hati nya dan berlalu pergi.


Seperti biasa Gibran yang sedang berkumpul bersama temannya, Amira mendekati nya yang tak sengaja lewat.


Seperti biasa Amira langsung saja ikut mengobrol bersama mereka.


"Hai gib, semuanya." Sapa Amira dengan ramah.

__ADS_1


"Hai," Jawab Bastian tidak dengan gibran ia malah menggacuhkannya terlebih lagi ia menyadari keberadaan Abbey sedari tadi melihat nya dari kejauhan dengan ekspresi wajah begitu kesal.


"Gib, kenapa Lo ngak nyapa Amira... masa kekasihnya dikacangin sih, ngak baik tau..." Bisik Alvian.


"Ah kekasih? gue sama dia udah ngak ada hubungan apa - apa lebih baik gue cabut dulu ya. byeee"


"Tunggu gib!" Cegah Amira dengan menahan tangan gibran.


"Lepasin,"


"aku cuma mau ngingetin kamu doang tentang perjanjian yang kemarin" Ucap Amira.


Teman - teman gibran begitu binggung dengan sifat gibran kini yang berubah dingin semenjak kejadian diisukannya pernikahan nya bersama Amira tetapi mereka tidak percaya dengan pernikahan itu. Karena mereka tahu jika sampai gibran diketahui menikah oleh kedua orang tuanya pasti tuan Zafano ngak akan membiarkan itu terjadi ia akan melakukan sesuatu.


Sepulang dari sekolah gibran masuk kedalam kamarnya melewati ruang tamu disnaa ada nenek kesayangan nya sedang membaca koran tetapi ia hiraukan karena ia begitu masih kesal dengan Amira.


"Kemana Abbey," Sahut nenek ayse yang menyadari gibran tidak pulang bersama Abbey hari ini. biasanya kedua pasangan itu selalu bersama - sama.


Gibran baru ingat ia lupa Abbey ketinggalan disekolah.


"Astaga gibran lupa Abbey masih disekolah, gibran kesekolah dulu mau jemput Abbey." Ucap gibran menepuk jidatnya berlalu pergi menuju garasi mobil.

__ADS_1


Nenek ayse hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan cucunya keseringan pelupa.


"Dasar punya cucu, bisa - bisanya istri nya ditinggal disekolah."


malam harinya kini gibran sudah selesai bersiap - siap untuk menemui mantan kekasihnya itu sebagai hari terakhir bersamanya. Sebenarnya ia tidak ingin pergi tapi mau bagaimana lagi ia sudah berjanji akan datang.


Tetapi Abbey tiba - tiba masuk kedalam kamar ia melihat gibran berpakaian begitu rapih.


"Tumben rapi, mau kemana? Oh aku tahu kamu mau pergi makan malam sama mantan kekasih mu itu kan?" Tebak Abbey. Sebenarnya ia tidak begitu memusingkan gibran ingin pergi bersama Amira tetapi hatinya yang cemburu, hatinya itu lah yang tak membiarkan gibran untuk kencan makan malam bersama Amira.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak 🤍💜

__ADS_1


__ADS_2