Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 68


__ADS_3

Kini Abbey sendirian dirumah dia mengunci pintu nya. Siang - siang bolong begini ia tinggal di rumah yang begitu besar sendirian! sedangkan para art sedang liburan pulang kampung selama seminggu.


"sepi - sepi begini cocok nya nonton tv nih," Abbey mengambil remote tv dan menyetel film kesukaan nya.


TING TONG....


Suara bell rumah berbunyi Abbey yang sedang asyiknya menonton TV malah diganggu oleh seseorang tiba - tiba saja bertamu.


TING TONG....


Abbey begitu kesal, "Tunggu sebentar!" teriaknya berjalan menuju ke depan pintu.


"Siapa sihh?" Abbey pun membuka gibran sudah berada didepan pintu dia masuk dalam keadaan sempoyongan.


"Gibran kamu sudah pulang," Ucap Abbey.


Gibran tidak sama sekali menyapanya dia naik kelantai atas menuju kamar nya dan sementara Abbey masih menutup pintu rumah nya rapat - rapat.


*Didalam kamar


Prakkk!


"Gibran,"


Suara pecahan kaca begitu nyaring terdengar sampai ketelinga Abbey dan ia berlari ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Gibran kamu tidak apa - apa?" Tanya Abbey yang melihat tangan gibran terluka akibat ia tak sengaja memecahkan gelas dikamar nya.


"Kamu duduk dulu ya, aku ambilkan P3k dulu..." Ucap Abbey.


Tetapi tidak sengaja gibran menarik lengan Abbey sampai mereka tidak sengaja terjatuh keatas tempat tidur dengan posisi gibran diatas Abbey dibawah.


"Gi... mphhhh"


Belum saja Abbey ingin berbicara langsung saja gibran mencium bibir nya.


"Gibran apa yang kamu lakukan?" Abbey begitu kaget dengan perlakuan gibran secara tiba - tiba.


Tetapi gibran masih saja mencium bibir Abbey dengan sangat brutal dalam keadaan mabuk.


"Diam! jangan membantahku!!!" Seru gibran membuat mata Abbey berkaca - kaca.


Ini kedua kalinya gibran memarahi Abbey, gibran yang seperti biasanya tidak seperti itu.


Gibran kembali mencium bibir Abbey, ciuman dan lumatannya itu hanya dilakukan gibran sendiri, gibran mencoba memancing Abbey dengan tangan menerobos kedalam.


"Gibran lepaskan aku!" Isak tangis Abbey mulai pecah dan gibran tidak peduli itu karena dalam keadaan mabuk.


Karena saat ini nafsu benar - benar menguasainya, Gibran menarik sebuah bantal dan menganjalnyan dipinggang Abbey.


Tanpa berlama - lama gibran tidak bisa menahannya tubuhnya benar - benar ingin memasuki tubuh Abbey. Ia merobek baju Abbey secara paksa dan kini mereka tak menggunakan sehelai benang pun. Tanpa aba - aba ia melakukan itu karena ia begitu tidak tahan dengan nafsu nya kini.

__ADS_1


Skip...


Sore harinya Gibran tertidur sampai menjelang sore, sedangkan Abbey sudah terbangun dari pukul 15.00 kini sudah menunjukkan pukul 17.00. Gibran meraba - raba tempat tidur tidak ada siapa - siapa.


"Kamu sudah bangun? Cepat kamu bersiap - siap lah kita akan kerumah ayah..." Ucap Abbey mengambil beberapa pakaian untuk dibawa kerumah ayahnya selama beberapa hari.


Gibran pun terpaksa bangun dan masuk kedalam kamar mandi tanpa berkata apapun.


"Darah apa ini?" Ucap Abbey yang kini tertuju kepada kamar tempat tidur nya.


"Astaga jangan - jangan darah keperawanan ku... gawat aku harus membereskan kalau tidak gibran akan lihat bisa - bisa malu aku..." Ucap Abbey cepat - cepat membawa sprei itu keruang pencucian pakaian.







**Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


Vote, komen, hadiah and follow akun aku jika ceritanya menarik ❤️**

__ADS_1


__ADS_2