
Gibran memilih duduk disofa yang ada dikamar Amira untuk menunggunya.
Setelah sekian lama nya, Amira sudah keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian nya. Ia tahu bahwa gibran telah datang mengunjungi nya kerumahnya.
"Lama ya nunggunya?" Ujarnya.
Gibran kaget, "Eh ngakk kok, baru aja beberapa menit.." Ia beralih mengambil kantong plastik yang telah ia bawa itu yang ia taruh di dekat tempat duduk nya tadi.
"Oh ya, ini aku tadi belikan kamu beberapa buah - buahan untuk kamu di supermarket... kamu nanti makan ya.." Ujarnya.
"Nihh," Amira mengambil kantong plastik itu dan membukanya.
"Makasih ya,, belakangan ini kamu sudah membantuku"
"Sama - sama,,"
Dreeeet.... dreeet...dreeet... tepat sekali. ponselnya berbunyi. Gibran menyadari akan hal itu. Ia melihat nya dan disana bertuliskan Istri prettyku.
"ekhem, gue keluar sebentar.mau angkat telpon" dilanjutkan anggukan kepala dari Amira yang sibuk dengan ponselnya.
*Ditaman
Gibran berinisiatif pergi keluar ketaman belakang yang ada dirumah Amira. ia mengangkat ponselnya dan terhubung. Disana suara gadis itu terdengar.
__ADS_1
"Halo.." pekik Abbey dengan keras membuat gibran menjauhkan ponselnya dari telinganya. Karena saking bahagianya iya akan pulang.
"ada apa tumben nelpon?"
Abbey mulai kesal dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu, "Emangnya kenapa kalau tumben, kamu ngak senang ya aku nelpon kamu.? ya udah kalau gitu aku matiin dah."
"Eh, jangan.. aku kan cuma bertanya. kok marah sihh.., maaf kalau gitu"
"Oh ya gib, aku sedang bahagia hari ini apa kamu tahu aku akan ke Bandung hari ini. selama beberapa hari ini."
"Oh ya, bagus dong. kalau gitu biar aku beritahu mama sama papa... soal ini pasti mereka akan senang.." Gibran tak kalah bahagia mendengar nya sampai ia lupa bahwa dirinya sedang berada di rumah Amira.
"Eh, jangan - jangan. biar jadi surprise.. kamu hanya jemput aku di bandara."
"Baiklah kalau begitu aku matikan.."
Setelah mereka saling mengakhiri pembicaraan lewat ponsel. Gibran dengan segera kembali ke kamar Amira meminta pamit untuk segera pulang. sedangkan Abbey masih perjalanan menuju ke bandara internasional Soekarno Hatta yang ada dijakarta akan menuju keberangkatan ke Bandung. Ya lumayan lah, dari Jakarta ke Bandung.
Sesampainya dibandara.
"Yah aku pamit ya.." Abbey menyalami tangan ayahnya dan dibalas dengan sang ayah dengan pelukan.
"Kamu hati - hati ya, jangan lupa titip salam sama mama.." Ia tak lupa menciumi kening putrinya.
__ADS_1
"Siap, 👍.. ayah juga jangan lupa titip salam sama kakek. Abbey pulang cuma sebentar. ngak lama kok."
...•••••••••••••...
Gibran tak menyadari bahwa Amira telah mendengar perbincangan antara dirinya dan Abbey. Ia mengeram kesal dan itu semua ia ngak membiarkan sampai Abbey dan gibran saling bertemu lagi apalagi ia akan berusaha akan tetap bisa memiliki gibran seutuhnya.
Setelah Gibran berpamitan, ia pergi menuju kebandara karena hari ini hujan begitu deras. Jalanan sedikit para pejalan berlalu lalang dan kendaraan bermotor ataupun beroda empat jarang muncul. Ia dengan kecepatan tinggi menerobos jalanan lampu merah menuju Bandara, tetapi sebenarnya ia juga terpaksa melakukan nya karena ia tidak sabar ingin bertemu dengan Abbey istrinya.
Tin.. tin... tiba - tiba suara klakson mobil bersuara yang akan menyebrang tepat lampu merah yang ada didepannya dengan cepat ia akan menginjak remmnya.
"ada apa ini, kenapa ngak mau berhenti." Ia mulai gelisah dan berusaha menginjak remnya dengan kuat. Tetapi tetap saja ngak mau berhenti.
Dalam hitungan detik. Cittt brukkkk!
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️