Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 49


__ADS_3

Dipagi harinya saat Nenek Ayse yang duduk di sofa kebanggannya tidak sengaja melihat Abbey dan gibran sedang bersiap - siap menuju kesekolah.


"Abbey, gibran!" Panggil Nenek ayse.


Abbey menoleh kearah nenek Ayse berada, " ya nek ada apa?" Tanya Abbey.


"Oh ya nanti sepulang sekolah kalian langsung pulang ya ada yang mau nenek berikan sama kalian" Ucap nenek Ayse.


"Hmm, baiklah nanti kami akan secepatnya pulang" jawab Abbey menatap ke arah gibran.


"Baiklah kalau begitu kalian kesekolah hari ini, belajar yang rajin ya" Ucap nenek ayse.


"Baiklah nek, kami pamit kesekolah dulu" Sahut gibran dan hanya dibalas anggukan dan senyuman kecil dibibir nya.


*Disekolah


"Brakkk!"


Alya yang tak sengaja menabrak tubuh Amira dan membuat buku - bukunya berjatuhan.


"Eh maaf, aku ngak sengaja" Ucap Alya memungut buku nya yang tadinya terjatuh itu.


Seketika itu Amira tidak terima, ia sudah terlanjur kesal membuat nya menginjak buku milik Alya itu.


"Astaga Amira, kenapa kamu injak buku aku" Ucap Alya tak terima.


"Ups, maaf..." Ucap Amira pura - pura merasa bersalah.

__ADS_1


"Lain kali kalau mau jalan lihat - lihat dong ini buku kamu injak bukan sampah" Seru Alya.


"Kenapa kamu jadi nyolot, aku kan sudah minta maaf..." Ucap Amira dengan kesal.


Tin! tin!


Suara klakson mobil memasuki sekolah kini mobil mewah berwarna putih bermerek Alphard itu berhenti tepat didepan garasi tepat depan gerbang sekolah.


"Siapa itu?" Ucap Alya yang tatapan nya terarah ke mobil mewah itu.


Saat mobil pun terbuka Abbey turun dari mobil itu dan gibran juga, Alya dan Amira kaget melihat keberadaan mereka.


"Astaga Abbey!" Teriak Alya berlari kearah sahabat nya itu.


"Loh kenapa mereka bisa bersamaan?" Batin Amira dengan begitu kesal dan penuh tanya.


"Hai Alya," Sapa Abbey dan kini mereka berdiri berdampingan.


Abbey hanya membalasnya dengan anggukan kepala dan kini kembali pindah topik kesahabat nya itu yang tak lain Alya.


"Abbey kenapa kamu masih sekolah disini bukannya kamu bilang bakalan pindah ke Jakarta?" Tanya Alya penuh penasaran.


Abbey mengelengkan kepalanya, "Ngak jadi, gara - gara aku kabur sama gibran kemarin... nanti aku ceritakan lebih baik sekarang kita ke kelas yuk." Ucap Abbey menarik lengan tangan allya.


Disisi lain kini Amira menemui gibran dikelasnya, yang menyendiri tidak ada sama sekali murid yang lainnya dikelas sunyi.


"Gib?" Panggil Amira.

__ADS_1


Gibran mengalihkan pandangannya lebih menagcuhkan Amira, ia begitu malas harus bertemu dengan Amira.


"Kamu mau apa kesini kita ngak ada urusan lagi," Ucap gibran dengan begitu dingin.


Beranjak untuk berdiri dan keluar dari kelas, tapi dicegah oleh Amira dan ia menepis nya.


"Tunggu gib!" Ucap Amira.


"Kamu mau apa lagi sih sudah cukup kamu merusak rumah tanggaku sama Abbey kamu mau apa lagi? mau aku memaafkan mu begitu?" Ucap gibran dengan penuh penekanan.


"Ya aku mau bilang minta maaf sama kamu, tapi kayaknya kamu ngak akan mau memaafkan mu... Memang aku salah tapi tolong maafkan aku sekali ini aja, plisss kumohon" Ucap Amira pura - pura wajah memelas.


Gibran berpikir ada benarnya juga dia harus memaafkan Amira agar nantinya masalah antara hubungan nya dengan Amira cepat selesai.


"Okay, aku memaafkanmu"


Senyuman Amira terukir, "Benarkah ter–"


"Tapi dengan satu syarat, kamu harus selesaikan masalah tentang pernikahan antara aku dan kamu dan jangan pernah mendekatiku lagi... apakah kamu bisa?" Tunjuk Gibran kearah Amira dengan tatapan tajam.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2