
Setelah sebulan kepergian Abbey dari kediaman. Keluarga besar itu merasa putus asa, mereka akhirnya sampai memutuskan akan kembali ke Bandung. Sedangkan kehidupan gibran semakin hari semakin hampa tanpa ada Abbey disisi nya.
"Gibran ayo kita pergi, pesawat nya akan berangkat sebentar lagi." Ucap mama Ratna menarik lengan putranya yang masih saja terdiam disana.
"tunggu ma, aku ingin pamitan sama mama Adelia dan ayah Bima." Ucap gibran yang kini melepaskan lengannya dan beralih berjalan kearah mama Adelia dan ayah Bima yang sedang berdiri berdampingan itu yang tidak jauh dari nya.
"Ma, yah.. gibran pamit ya. oh ya ini juga gibran tinggalkan surat jika Abbey kembali tolong berikan surat ini, bilang surat ini dari gibran suaminya." Ucap gibran memberikan secarik kertas yang berisikan amplop coklat.
"Baiklah, mama pasti akan memberikan nya jikalau Abbey kembali." Ucap mama Adelia memberikan senyuman manisnya, mereka saling berpelukan dan itu pelukan terakhir mereka.
dan kini gibran memeluk ayah Bima, "Kamu hati - hati ya gib.." Ucap ayah Bima membalas pelukan gibran.
Setelah nya gibran kini menaiki pesawat itu bersama keluarga nya kecuali kak Lea ia tidak ikut. Karena semenjak ia mengetahui kehamilan nya dan seseorang yang telah menghamilinya, ia dinikahkan dengan varrel. Dan kini mereka memilih tinggal diluar negeri jauh dari keluarga. Karena itu permintaan dari tuan Zafano agar tidak ada yang bisa mengusik rumah tangga mereka nantinya.
__ADS_1
"Abbey semoga suatu saat kita akan bertemu kembali." Gumam gibran dalam hati sembari menatap kearah jendela pesawat.
••
Kehilangan memang meyakitkan dan susah akan dilupakan bagi Abbey dan gibran.
Kini Abbey kehidupan nya masih saja hampa, tetapi setiap malam dia menangis, menangis dan menangis sehingga bayi dalam kandungan sedikit kurang sehat sampai dokter menyarankan agar Azka yang mengira adalah suaminya untuk merawat bayi dalam kandungan agar selalu baik - baik saja. sedangkan jika disiang hari Abbey akan merasa bahagia, rasa sedihnya akan pergi jauh dari keluarga nya hilang begitu saja karena kedatangan keluarga baru yang selalu mengajaknya mengobrol setiap saat dan alira merasa bahagia semenjak kehadiran Abbey.
"kak Abbey gimana kita keluar hari ini? aku sangat bosan diam dirumah terus." Ucap alira mengerucutkan bibirnya dengan suara imutnya membuat Abbey merasa gemas.
"Baiklah, aku siap - siap dulu." Ucap abbey berlalu pergi menuju kamar nya.
Setelah Abbey tidak ada disana berlalu masuk kedalam kamar nya mom (Azka) mendekati putranya.
__ADS_1
"Hey Azka, kau harus menemani Abbey dan adikmu juga. siapa tahu kalau kau selalu dekat dengan Abbey dia mulai jatuh cinta padamu. mom bisa menikahkan kalian lalu disaat bayinya lahir mom akan memiliki cucu," Mom (Azka) membayangkan suatu saat mimpi - mimpinya selama sebulan ini menjadikan Abbey menantunya akan tercapai.
"Now, mom azka ngak akan melakukan itu. lagian Abbey mana mungkin akan melupakan suaminya begitu saja." Tentang Azka mulai kesal dengan sikap momnya hanya mengharapkan seorang Abbey menjadi menantunya. Ia saja sudah berulang - ulang kali mencoba untuk mendekati Abbey tetapi tetap saja tidak berfungsi.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘