
Setelah satu Minggu setelah operasi gibran berjalan dengan lancar, tetapi kondisi Gibran masih sama seperti sebelumnya. Dia tak bergerak. masih terbaring lemah diatas bangsal dengan berbagai alat yang membantunya untuk bertahan. Abbey setiap hari selalu mengunjungi nya kerumah sakit.
Abbey terduduk dikursi dekat dengan tempat Gibran berbaring.
Abbey menggenggam tangan nya, "Gib.." Panggilnya dengan pelan. "Apa ngak cape kamu tidur terus?"
Tanpa Abbey sadari buliran bening jatuh dari matanya membasahi pipinya.
"Aku pengen denger suara kamu saat ini," Suaranya mulai terisak. "Nanti kalau kamu bangun jangan lupa sama aku ya,"
Hmmm... tapi Abbey dirinya perlu bersabar. Ia benar - benar sedih saat waktu mendengar bahwa gibran kecelakaan.
"Oh ya aku lupa beritahu kamu bahwa hari ini, terakhir aku disini. padahal sebelum aku pulang pengen lihat kamu bangun dan memanggil nama aku..." Ucapnya. Abbey kembali meneteskan air matanya.
"Maaf aku ngak bisa lama disini karena aku sudah meminta izin selama seminggu." pelannya, kemudian ia mengecup kening gibran.
Abbey langsung pergi dari sana, btw ini masih pagi banget. Rumah sakit masih sepi hanya beberapa orang yang berlalu lalang.
Ditengah lorong Abbey ngak sengaja bertemu dengan kedua mertuanya.
"Eh Abbey, kamu nginep disini?" Tanya mama Adelia.
"Engak ma, tadi Abbey pagian datang soalnya." Abbey menunduk.
"Soalnya apa?" Tanya taun Zafano tiba.
"Soalnya aku sudah disuruh pulang kembali ke Jakarta... sebentar lagi ujian." pelan Abbey.
__ADS_1
"Ah sayang sekali. tapi apa ngak bisa ujian nya disusul Minggu depan..?" Tanya mama Adelia sekali lagi.
"Ngak bisa,," Jawab Abbey singkat.
Kedua mertuanya hanya bisa mengiyakannya saja, mau bilang apa Abbey tetap keras kepala ingin pulang.
...•••••••••••...
"...Abbey"
"Abbey"
Abbey terkejut. Ia terkejut saat dirinya sedang duduk bersama temannya Lisa, begitu sangat terkejut nya apa yang ia lihat. Siapa yang ia lihat – Alden.
"Al..."
"Gue datang kesini mau ketemu sama lo." Ucapnya Cegegesan.
"What? cuma pengen ketemu. lalu harus menemui ku disekolah." Ucap Abbey mendelik tajam.
"Siapa dia, kenalin dong." Bisik Lisa yang sedari tadi lidahnya sudah gatal pengen bertanya.
"Oh ya, ini Al. kenalin teman gue Lisa," Ucap Abbey menunjuk kearah Lisa.
"Hai..." balas Lisa dengan senyuman menampakkan gigi ratanya.
"Dia cantik juga kalau tersenyum." Batin Al.
__ADS_1
Al hanya tersenyum ramah dan ia ikut duduk disana. Tanpa disadari dari meja kantin yang tak jauh dari nya ada siswa yang menatap nya tak suka.
"Dasar gadis murahan,,"
"ternyata meskipun gayanya culun banget banyak juga cowok tampan dan tajir deketin dia.." siriknya.
"Iya tuh, om - om juga pernah deketin dia." Ucap Beberapa siswa - siswi berbisik - bisik masih terdengar ketelinga Abbey.
"Lebih baik ngak usah ngomongin mereka lebih baik dengerin berita yang bikin heboh. yang aku dengar beberapa Minggu lalu."
"Sudah - sudah jangan diladenin," Cegah Abbey terhadap Lisa temannya yang biasanya terbawa emosi.
Entah kenapa padahal ia baru kenal Abbey beberapa hari, tapi ia bisa sepeduli itu dengan nya.
"Oh ya ngomong - ngomong kok Lea beberapa hari ini menghilang ngak ada kabar sama sekali tahu.." Ucap Lea mencoba meredakan emosi nya.
"Hah yang bener?! kok bisa?!"
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️