Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 103


__ADS_3

Sepulang sekolah Abbey langsung saja pulang kerumah, sebetulnya tadi pagi kakeknya berpesan sepulang sekolah ia disuruh menuju ke stadion tv tapi ia terlanjur mengarah menuju kediaman kakeknya.


Ia juga malas untuk berbalik lagi. Karena ia ingin cepat - cepat memberitahukan kepada ayahnya tentang sesuatu yang ingin ia katakan.


Sesampainya.


Abbey berlari kecil masuk kedalam rumah mencari keberadaan ayahnya sampai ia masuk ke dalam kamar nya dan ruang kerjanya tapi tidak ada.


"Bi, ayah kemana?" Tanya Abbey. Mumpung ia tidak sengaja melihat pembantu dirumah itu masih bersih - bersih.


"Maksud non tuan Bima...?"


"Kalau ngak salah tadi saya lihat tuan ada ditaman belakang.." Ujar bibi yang sedang membersihkan kaca - kaca jendela diruang tamu itu.


"Ehm.. ya udah bi.. aku kesana dulu." Ujar Abbey. Ia langsung saja berlari keluar taman belakang rumah menemui ayahnya.


Benar saja ayah nya sedang berdiri di dekat taman yang dipenuhi dengan bunga - bunga segar dan menyejukkan itu.


"Eh Abbey, sini nak.." Ujar ayah. Ia menyadari akan kehadiran anaknya. Abbey pun mendekat kearah nya. "Kamu baru pulang?"


"Iya yah," Abbey menyalami tangan ayahnya. dan berinisiatif untuk memberitahukan ayahnya sesuatu.


Tetapi untuk itu ia mengambil amplop yang berisi surat dari kepala sekolah dari dalam tasnya. ngomong - ngomong Abbey belum ganti baju seragam nya dan memilih langsung mencari keberadaan ayahnya.


"Ini yah... ada surat dari kepala sekolah" Abbey menyodorkan surat berisi amplop itu dengan hati - hati.


ayah mengambilnya, "Apa ini?" Ia membuka isi surat itu dan membacanya.

__ADS_1


Setelah membaca nya disana ada surat izin untuk Abbey memberikan nya izin libur selama seminggu.


"Untuk apa kamu meminta libur? bukankah kamu baru beberapa hari sekolah disana.." Ujar sang ayah.


Abbey mengaruk kepalanya yang tak gatal itu. binggung mulai berbicara dari mana. sebenarnya juga dia belum memberitahukan apa - apa tentang dirinya ingin pulang ke Bandung selama beberapa hari ini. Ia kangen dengan ibunya.


"Sebenarnya begini. Abbey pengen ke Bandung selama beberapa hari.. bolehkan yah?" Ia mengatupkan kedua tangan memohon.


"Ngak boleh,, kamu harus tetap sekolah. nanti ayah takut kamu ngak lulus. sebentar lagi kamu bakalan ujian.."


"Kumohon ya yah, kepala sekolah bilang juga kalau aku tetap akan belajar secara online. Ya yah pliss kali ini aja." Ucapnya kini wajah nya mulai memelas.


Ayah terdiam sejenak dan memikirkan keputusan nya.


"Ehkm.. baiklah, tapi ayah ngak bisa ikut sama kamu.."


"Ayah masih ada urusan penting disini.. ayah akan mengantarkan mu sampai bandara tidak apa - apakan?"


"Iya ngak apa - apa kok.." Ucap Abbey dengan mengulum senyumnya.


"Ya udah kalau gitu Abbey ke kamar dulu mau beres - beres.." Ia berlalu pergi dari hadapan ayahnya.


...••••••••••••...


Ting ... tong...


Suara bell rumah berbunyi. itu rumah Amira.

__ADS_1


Gibran datang kerumahnya sepulang dari sekolah nya. seperti biasanya bibi pembantu rumah membuka pintu.


"Ya tunggu sebentar.."


"Amira nya ada?" Gibran membawa kantung plastik yang bertuliskan Indomaret. seperti nya dia habis dari Indomaret.


"Eh, mas ganteng yang kemarin itu yah? silahkan masuk..." Ucap bibi dengan ramah dan mempersilahkan gibran masuk.


"Masuk aja ke kamar nya den non amiranya ada didalam kamar nya.." Ujar bibi itu.


"Ya udah bi, sana masuk dulu..." Gibran menaiki tangga rumah itu satu persatu.


Sesampainya di depan kamar.


Ia mengetok pintu itu tiga kali tidak ada sahutan dan ia membuka ngak terkunci dan tidak ada siapapun.


"Kemana anak itu katanya ada didalam..? seperti nya dikamar mandi.?"






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2