Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 206 -


__ADS_3

Beberapa menit kemudian makanan telah berada dimeja tempat mereka dan sekarang mereka sedang duduk dibangku berempat dengan gibey duduk di pangkuan momnya.


"Abbey gimana kabar nya lama tidak berjumpa?" Sahut Ryan yang kini melihat perempuan yang tidak pernah ia temui itu setelah ia dinyatakan pindah ke Jakarta dan dengan Ryan memutuskan hubungan bersama dengan keluarga tuan Zafano dan keluar dari perusahaan Zafano dengan membangun perusahaan nya sendiri.


"Kabarku baik," Jawab Abbey dengan tersenyum kecil.


"Oh ya gomong - ngomong aku baru dengar ceritanya dari Clarissa tentang kehidupan yang begitu pahit kamu jalani, maaf aku waktu itu tidak bisa mema


bantumu karena aku tidak tahu tentang mu." Ucap Ryan. Disaat Clarissa menceritakan yang sebenarnya dari awal ia bertemu Abbey sampai Clarissa pernah diceritakan oleh Abbey tentang kepergiannya dari keluarga nya ia begitu sangat sedih.


"Tidak apa - apa Ryan, lagian aku beruntung bisa bertemu dengan Clarissa dia teman terbaikku disaat aku meminta pertolongan dan aku berterima kasih banyak padamu Clarissa." ucap Abbey ia menyentuh kedua tangan Clarissa.


"Iya, Abbey teman itu harus saling tolong menolong. aku juga senang bisa berteman denganmu jadi aku tidak kesepian lagi saat itu." Ucap Clarissa ia memeluk Abbey dan Abbey juga membalas nya.


"Hey - hey kalian seperti dunia kalian berdua saja, aku malah diabaikan sama sekali. kan aku yang membantu kalian agar bisa bertemu." Ucap Amira memoyongkan bibir nya.


"Hahahaha maaf ya Amira, lebih baik kamu peluk kakakku saja." Clarissa yang menjawab.


"Kakak... kamu punya kakak?" Abbey mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Iya kakak, dia itu sebenernya kakak kandung ku. aku ngak bisa cerita sekarang nanti kapan - kapan deh aku akan ceritakan padamu." Ucap Clarissa.


"Apa benar itu Ryan?" Abbey kini menatap kearah Ryan yang sibuk sedari tadi memainkan kedua pipi gibey yang gemas itu bagai squisy.


"Iya, dia itu adikku yang pernah hilang sejak kecil," Ucap Ryan.


••


Beberapa jam kemudian.


Setelah sekian lama nya mereka saling bertukar cerita dan berbincang - bincang hal kecil. Jam telah menunjukkan pukul 12.30 sudah hampir siang. Tidak begitu terasa mereka berbincang dari pukul 08.00 sampai pukul - 12.30.


"Maaf nona,"


"Siapa ya?" Clarissa yang bertanya.


"maaf, nona Abbey... diperintahkan pulang karena tuan dan nyonya pergi keluar kota sebentar ada pekerjaan yang penting." Ucap seseorang yang tak lain sopir pribadi nya.


"Baiklah kalau begitu aku akan segera pulang. bapak tunggu aja dulu di mobil, nanti saya akan menyusul." Ucap Abbey sopan.

__ADS_1


"Baiklah nona." Jawab pak sopir lalu keluar dari restoran itu dan menunggu seperti permintaan Abbey barusan.


"Berarti hari ini kamu akan pulang?" tanya Clarissa sekali lagi.


"Iya, aku titip gibey lagi ya."


"Mom mau kemana? gibey ikut." sahut gibey tiba - tiba ia tersadar dari tidur nya.


"tidak sayang, mom harus pergi lagi. mom janji, nanti jika waktu nya mom akan menjemput gibey." Ucap Abbey ia mengelus rambut putranya itu.


"Engakk, gibey mau ikut. gibey ngak mau pisah sama mom."


"Clarissa." Panggil Abbey ia mengalihkan gibey dari gendongan nya ke Clarissa.


"Amira, Ryan, Clarissa aku pergi dulu ya." Ucap Abbey ia segera berlari dari sana keluar restoran.


"Mom! gibey ikut! mom!" Tangis gibey pecah membuatnya ia meronta - ronta turun dari gendongan Clarissa untuk mengejar momnya.


.Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2