
Rumah sakit harapan keluarga
Kini gibey sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena keadaan nya semakin lebih membaik. Ia tidak hentinya tersenyum dan itu membuat Clarissa yang sedang sibuk membereskan pakaian gibey keheranan.
Clarissa beralih menangkup pipi chubby gibey dengan kedua tangannya, "Hey, ada apa? kenapa tersenyum terus, Hem..?" tanya Clarissa.
"Gibey senang aja, gibey ngak sabar pengen kumpul sama momy and Dady.. hihi." Gibey tertawa menampakkan gigi ratanya.
"Oh gitu, kira kamu kenapa senyum - senyum terus..." Mencubit kedua pipi chubby milik gibey.
"Ihh sakit tahu Tante Isa.."
tiba - tiba
Ceklek, pintu dibuka.
Menampakkan seseorang yang masuk kedalam dan itu membuat gibey dan Clarissa yang mengetahui siapa yang datang kini, membuat gibey turun dari brankar dan memeluk kearah kedua orang yang ia tunggu - tunggu itu.
"Momy, Dady!" seru gibey ia berlari keperluan kedua orang tua nya dan kini gibran menggendongnya.
"Bagaimana dengan keadaan putra Dady sudah mendingan Hem..?" tanya gibran sembari mencium wajah putranya berkali kali.
"Sudah dong lihat ini gibey sudah bisa peluk Dady..."
"Oh bagus kalau begitu, anak Dady harus mesti kuat dan tidak akan sakit..." Ucap gibran.
__ADS_1
"Oh ya clar gimana kata dokter gibey udah boleh pulang...?" tanya Abbey yang berdiri disamping suaminya Gibran.
"tanya aja sama orang nya, dia sudah lancar bicara sekarang.." Clarissa menunjuk kearah gibey dengan dagunya.
"Apa benar itu sayang...?" tanya Abbey kini menatap putranya yang masih digendongan gibran.
Gibey hanya menganggukkan kepalanya dan itu membuat Abbey tersenyum bahagia melihat putranya semakin dewasa.
••
Kini mereka sudah berada diparkiran rumah sakit tepatnya samping mobil milik Gibran. Mereka sudah selesai membayar transaksi biaya rumah sakit dan beberapa resep obat dokter untuk gibey.
"Clar makasih ya, sudah mau membantuku selama ini untuk menjaga gibey..." Abbey mengenggam kedua tangan Clarissa.
"Pokoknya aku berterima kasih kepada mu sekali lagi... kamu memang sahabat terbaikku selama ini yang selalu membantuku.." Ucap Abbey.
Tin tin... dari dalam suara klakson menekan telinga Abbey dan Clarissa yang berbincang diluar.
"Ayo cepat! kalian ngapain sih lama amat.." Kesal gibran membuka kaca jendela mobilnya dengan gibey berada dipangkuan nya.
"Ck.. tunggu dulu, cuma sebentar saja, " Ucap Abbey yang mulai kesal dengan suaminya itu.
"Kalau gitu aku pergi dulu.." Pamit Abbey dengan memberikan pelukan terakhir nya dengan Clarissa.
"Hem.. hati - hati dijalan."
__ADS_1
Abbey pun masuk kedalam mobil dan melambaikan tangan nya kepada Clarissa begitu juga gibey.
"Akhirnya kebahagiaan mu kembali juga Abbey... semoga saja kamu bisa bahagia selamanya dengan gibran dan gibey." Gumam Clarissa dalam hatinya menatap kepergian mobil gibran sudah tidak menampak disana.
Kediaman Zafano.
Mama Adelia sedang memasak sesuatu didapur dan ia mendapatkan telepon beberapa menit yang lalu dari putranya gibran bahwa ia akan membawa tamu kerumah dan mengenalkan nya pada mama Adelia.
Dan itu membuat mama Adelia senang dan ia ingin sekali memasak sesuatu agar nantinya tamu itu akan memakan masakan buatannya. Tetapi mama Adelia tidak tahu tamu yang dimaksud mama adelia siapa?
Ting.. tong.. seperti nya bell rumah berbunyi menandakan seseorang yang ia tunggu - tunggu datang. Dengan cepat ia memanggil pembantunya untuk membuka pintu.
•
•
•
•
•
•
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1