Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 65


__ADS_3

Disekolah kini mereka sedari tadi sudah berangkat kesekolah. Abbey bertemu dengan Alya sendirian duduk di kantin sendirian dan Abbey berjalan ke arah nya. Tetapi ia tak mendapati kedua sahabatnya itu yang tak lain Indri dan citra. Entah kenapa belakangan ini ia jarang bertemu dengan kedua sahabatnya kecuali Alya.


"Alya," sapa Abbey.


"Hai Abbey," balasnya masih dengan membaca buku.


"Dimana Citra dan Indri?" tanya Abbey clingak - clinguk mencari keberadaan nya.


"Mereka? Entahlah aku juga sering tidak pernah ketemu mereka lagi..." Balas Alya dengan menaikkan kedua bahunya.


"Oh ya kamu belum sarapan?" Tanya allya.


"Belum, aku juga tadi ngak sempat makan..." Ucap Abbey mengelus - elus perutnya.


"Kalau gitu kita pesen makanan aja, selagi aku baik akan mentraktir mu makanan... okey." Ucap Alya.


"Benarkah? kamu mau mentraktir ku? kamu memang teman yang paling terbaik..." Abbey begitu sangat senang dengar namanya dalam hal mentraktir.


Setelah selesai memesan makanan kini makanan nya telah sampai mereka memesan nasi goreng spesial dengan air putih biasa saja sebagai sarapan paginya sambil sedikit berbincang-bincang.


"Oh ya Al, nanti malam acara ulang tahun nya Amira kamu diundang?" Tanya Abbey.


"Ngak ada... kamu?"


"Aku diundang sih... tapi kalau kamu ngak diundang ngak seru..."


"Memangnya kenapa kalau ngak ada aku Ndak seru.."

__ADS_1


"Nanti nya aku kesepian dong... Disana nanti kalau mau ngambil makanan cuma sendirian doang kan malu" Ucap Abbey dengan mencibirkan bibir nya imut.


"Kamu tuh yah makanan Mulu dipikirkan mu" Ledek allya sembari tertawa kecil.


"Yeh biarin... yang penting bisa mengenyangkan perut..."


Mereka melanjutkan sarapan nya tanpa basa basi lagi... selang beberapa menit bell masuk telah berbunyi mereka sudah usai makan kini mereka menuju ke kelas. Saat akan ke kelas Abbey tak sengaja berpapasan dengan gibran dan mereka tak sengaja saling menabrak.


"Aduh, gibran kamu ini apa - apaan sih?" Ucap Abbey kesal.


"Maaf, aku ngak sengaja apa ada yang sakit?"


"Ngak ada, kalau gitu aku ke kelas dulu byee..." Ucap Abbey berlari melambaikan tangannya.


"Abbey tunggu," Teriak allya mengejar Abbey.


*Didalam kelas


dikelas yang kini memulai pembelajaran matematika begitu membosankan membuat Abbey ingin tertidur. Sumpah ini kedua kalinya dalam pelajaran matematika ia suka sekali tidak bisa menahan kantuknya dan guru pun melihat nya.


Brakkk!!!


Semua murid - murid terkejut terkecuali Abbey.


"Abbey!" Seru Bu Soni, guru matematika.


Abbey dibuat nya terkejut dan kini duduk tegak mata kembali Meleng.

__ADS_1


"Ya, Bu.."


"Kamu jangan tidur terus di jam pelajaran saya... sekarang kamu maju kedepan ngantiin saya menulis rumus - rumus matematika ini 15 lembar" Perintah Bu Soni.


"Whattt? 15 lembar Bu? 1 lembar aja ya Bu..."


"Ngak ada protes, mau saya tambah lagi..."


"Baik Bu..." Abbey pun terpaksa kedepan papan tulis menulis ulang rumus yang ada dibuku.


"Menyebalkan! Ini baru pertama kalinya aku melihat rumus matematika sampai 15 lembar... andai saja aku yang jadi kepala sekolah nya sudah ku rubah mata pelajaran sekolah ini tidak ada pelajaran matematika nya.." Batin Abbey sambil menulis.


...°°°°°...


Malam harinya menjelang acara ulang tahun Amira disebuah hotel yang begitu mewah kelas atas. Kini Abbey dan gibran telah sampai dihotel itu dan Abbey terlebih dahulu keluar dari mobil dengan pakaian nya ala Cinderella membuat para cowok terpana dengan nya.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2