
"Ustttt, kamu tidak boleh bilang seperti itu. aku tidak akan membiarkanmu pergi jauh dari ku. mengerti..." Ucap gibran tatapan matanya itu begitu sayu. Ia tidak suka dengan apa yang ia dengar dari mulut istrinya.
"tapi---"
"Sudah, dengar aku baik - baik kita akan tetap sama - sama dan kamu tidak akan pernah pergi dari hidupku dan aku tidak membiarkan itu" Ucap gibran menatap kedua manik mata milik Abbey yang kini sudah meneteskan air mata membasahi pipinya.
"Gibran," Ucapnya memeluk pria itu dengan terharu dengan ucapan nya.
"Sekarang kamu istirahat lah aku ada disini menemanimu," Ucapnya membalas pelukan sang istri dan mencium kening nya berkali - kali.
Sementara diluar..
Mama Adelia, dan yang lainnya juga sudah bangun dari tidur nya. tetapi cuma mama Adelia dan kepala keluarga lainnya yang tidak tidur semalaman karena melihat mama Adelia merasa gelisah semalaman karena sang putri sulung tidak pulang - pulang sampai detik ini.
"Bagaimana pa, apa sudah ada kabar dari para pengawal lainnya.?" tanya mama Adelia.
"belum,"
"ck.. kamu kemana sih nak..? mama khawatir"
Ting tong..
suara bell rumah berbunyi, dan seperti biasanya pelayan akan membuka pintu nya.
Saat itu juga pelayan rumah begitu terkejut akan kedatangan Lea dan varrel.
__ADS_1
"Tuan, nyonya, tuan!" Teriaknya dari luar dan seseorang yang dipanggil itu keluar.
"Ada apaan sih bi?" tanya tuan Zafano Heran.
"itu--- itu non---"
"Astaga lea, nak kamu kemana aja sih hah? mama khawatir.." ucap mama Adelia yang mendapati putrinya berdiri didepan pintu bersama varrel. Mereka baru pulang dari perjalanan jauh.
"Iya maa, maafkan Lea.." Ucap Lea menundukkan kepalanya merasa bersalah dengan perbuatannya.
"Sekarang kamu istirahat lah, pasti kamu capek.. wajah mu begitu terlihat pucat. apa kamu sakit?" tanya mama Ratna yang berdiri disamping mama Adelia.
"Tidak, aku cuma kecapean saja"
"Astaga mengapa jika dia tertidur seperti ini membuat ku merasa nyaman.. dia sangat tampan" Gumam Abbey dalam hati dengan mengelus pipi suaminya itu yang tertidur begitu lelap.
Tiba - tiba saja ada mencengkeram tangannya dan itu gibran.
"ehhh," Abbey gelagapan merasa salah tingkah ketahuan memandangi wajah gibran dengan senyum - senyum.
"Kamu pasti sedang memuji ketampanan ku kan?" tanya gibran yang kini menatap mata Abbey.
"ah aku harus mandi.. aku lupa hari ini ada janji dengan seseorang." Ucap Abbey mengalihkan pembicaraan nya terburu - buru masuk ke kamar mandi.
"hey kamu belum menjawab pertanyaan ku?" teriak Gibran.
__ADS_1
"Ah ya, dia bilang apa tadi.. ada janji dengan seorang? siapa? hey Abbey buka pintunya!" teriak gibran dibalik pintu kamar mandi. Ia ingin tahu siapa orang yang akan ia temui? wanita atau laki - laki.
...•••••...
Sementara dibawah Miranda dengan Dika sudah rapi seperti nya mereka akan keluar rumah.
"Wah kalian rapi banget, mau kemana kalian?" tanya mama Ratna yang sibuk menonton televisi kesukaan nya diruang tamu.
"eh Tante, biasa kami mau ketemu teman SMP... lagi pengen lihat mereka, soalnya sudah lama ngak ketemu." Ucap Miranda.
"Oh kalau begitu kalian ajak aja Abbey sekalian biar dia bisa ketemu juga sama teman SMP-nya.. bentar biar Tante panggilkan" Ucap mama Ratna beranjak dari ruang tamu menuju kamar putrinya.
"tapi tan---" teriak Dika yang kini suara nya sudah tidak terdengar ketelinga mama Ratna.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘
__ADS_1