Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 124


__ADS_3

Diantara kedua orang tua itu mereka semua begitu terkejut mendapati gadis yang mereka cintai dan sayangi sakit.


Sampai mereka melupakan sarapan paginya dan beranjak menemui Abbey didalam kamarnya yang terbaring ditempat tidurnya, ia baru menyelesaikan rutin paginya yaitu mandi. Sampai keempat paruh baya itu melupakan Gibran yang masih berdiam diri.


"Ah, seperti nya aku sudah dilupakan." Gumam gibran dengan mencibirkan bibir nya.


Sementara didalam kamar Abbey kini sudah dikelilingi oleh kedua orang tuanya termasuk kedua mertuanya.


"Mama, kenapa beramai - ramai kesini?" Ucap Abbey dengan raut wajah begitu gugup.


"Abbey kenapa kamu bisa sakit nak? mama panggilkan dokter yah?" Ucap mama Ratna begitu gelisah dengan mendudukkan dirinya di ranjang tempat tidur.


sedangkan kedua pria paruh baya itu hanya terdiam dan mendengarkan.


"Ngak perlu ma, Abbey baik - baik saja cuma.." Ucap Abbey dengan raut wajah ketakutan untuk mengatakan yang sebenarnya.


"cuma apa?" tanya mama Adelia yang kini memegang kening menantunya itu.


"Ngak panas." Ucapnya.

__ADS_1


"Kan Abbey udah bilang, aku ngak sakit cuma itu.. ehm" Ucap Abbey menggaruk kepalanya yang tak gatal itu. "Aduh aku harus bilang apa nih?" Gumam Abbey dalam hati.


"Itu apa ehm..? jawab yang jelas?" Ucap mama Ratna yang kini mulai penasaran dengan menatap kearah mama Adelia sekilas.


"Karena Abbey sakit kakinya akibat terkilir ma. jadi Abbey ngak bisa berdiri." Sahut gibran yang baru saja masuk kedalam kamar Abbey.


"Eh, iya ma. benar kaki Abbey terkilir. aduh sakit banget.." Ucap Abbey berpura - pura menampakkan ekspresi wajah kesakitan nya.


"Kalau begitu mama panggilkan tukang pijit daerah sini yah, yah kamu cariin tukang pijit daerah sini." Ucap mama Ratna yang kini menatap kearah suaminya yang hanya terdiam sedari tadi.


"Iya ma akan ayah Carikan"


"Jangan," seru Abbey dan gibran bersamaan.


"Karena- karena gibran sudah mijitin kaki Abbey. ya kan gib?" Ucap Abbey menatap tajam kearah gibran dan tatapan membunuh.


"Iiya ma. tadi sebelum gibran kebawah gibran sudah pijitin kaki Abbey." Jawab gibran dengan menatap kearah lain takut nantinya sang mama akan mengetahui kebohongan nya lewat tatapan mata nya.


"Tuhkan mama dengar sendirikan, nanti siang pasti baikkan.." Ucap Abbey.

__ADS_1


"Ya udah kalau begitu, kamu istirahat dulu. kamu ngak usah kesekolah hari ini biar ayahmu nanti buatkan surat izin untuk tidak masuk." Ucap mama Ratna mengelus rambut putrinya itu.


Setelah selesai diantara perbincangan antara orang tua dan anaknya itu tentang masalah Abbey sedang sakit. Kini hanya ada gibran dan Abbey didalam kamarnya.


"Ah syukur." Ucap Abbey memegang dadanya merasa lega. Abbey menatap tajam kearah gibran yang berdiri di samping nya itu. "kamu marah sama aku yah?" Ucap gibran membalas tatapan mata Abbey yang tajam.


"Yah ini semua gara - gara kamu, kalau saja kamu ngak melakukan itu aku ngak akan berbohong sama semua orang termasuk pasti aku akan sekolah." Kesal Abbey panjang lebar dengan menyilangkan kedua tangannya diatas perutnya.


"tapi kamu menikmati nya bukan?" bisik gibran ditelinga Abbey membuat nya memanas.


"ihhhhh Gibran!" seru Abbey yang kini suaminya gibran sudah berlari meninggalkan nya dengan terbirit - birit takut mendapatkan amukan dari sang istri.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2