
"Kya! Apa yang kamu lakukan?!" Ucap Abbey yang tiba - tiba terbangun.
Gibran yang menyadari Abbey terbangun begitu terlonjak kaget, ia melepaskan ciuman nya itu dari bibir istrinya.
"Ak– Maafkan aku Abbey tadi itu aku tidak sengaja." Ucap gibran berbohong.
Abbey bangun dari tempat tidurnya dan duduk membelakangi gibran ditepi tempat tidur nya itu. Ia menyilangkan kedua tangannya diatas perutnya dengan perasaan begitu kesal.
"Tidak sengaja bagaimana kamu tadi mencium aku."
"Tadi itu aku sedang menggingau mencium seseorang jadi aku kira kamu seseorang dimimpiku jadi nya terbawa suasana dan mencium kamu deh," Ucap gibran menggarang cerita dengan perasaan begitu was - was.
Abbey semakin kesal dengan jawaban gibran berikan kepada nya. Bisa - bisa nya dia memimpikan perempuan lain padahal sudah menikah.
"Jadi kamu mencium seseorang, atau jangan-jangan kamu maksud Amira ya?" Tebak Abbey dengan raut wajah sudah semakin kesal.
"Buk– bukan itu, maksudnya aku dalam mimpi aku tidak sengaja mencium mu– ya menciummu lalu terbawa suasana deh dan aku tidak tahunya aku menciumu." Ucap gibran semakin menggarang cerita dan membuat pipi Abbey semakin merah merona.
"Alasan." Kesal Abbey berjalan pergi masuk kedalam kamar mandi.
"Huftttt." Gibran menghela nafas nya dengan lega. Ia begitu takut sampai abbey tahu bahwa dirinya sebenarnya tidak sedang bermimpi melainkan kenyataan entah kenapa tiba - tiba dirinya tergoda oleh bibir Abbey saat itu.
•••••
__ADS_1
*Disekolah.
Disekolah Ryan tidak sengaja melihat Abbey sendirian dan ia menyapa Abbey.
"Hai Abbey."
"Bagaimana kabar mu dengan gibran baik - baik kan?" Tanya Ryan yang ikut duduk disampingnya.
"Begitu deh semenjak ayah memaafkan gibran semuanya jadi baik - baik saja." Jawab Abbey dengan dibalas senyuman.
"Syukurlah kalau begitu. tapi aku pikir - pikir kamu harus selalu bersama gibran terus deh meskipun diluar." Ucap Ryan.
Dahi Abbey mengerut, "Memangnya kenapa?"
Abbey jadi kepikiran apa yang dikatakan Ryan ada benarnya juga. Bagaimana pun gibran itu sudah menjadi suaminya, jadi ia tidak ingin ada pelakor yang akan merusak hubungan rumah tangganya lagi.
"Benar juga, aku malah tidak kepikiran kesana. Untung kamu kasih tahu aku makasih ya Ryan..." Ucap Abbey.
"Sama - sama."
Tanpa mereka sadari dari jauh gibran menatap mereka sedang mengobrol entah apa yang dibicarakan oleh mereka sampai - sampai membuat Abbey tersenyum. Sampai gibran mendatangi mereka dan berdiri tepat didepan mereka.
"Abbey aku mau berbicara dengan mu sebentar." Ucap gibran menarik lengan Abbey.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, Ryan aku pamit pergi dulu ya. sampai jumpa besok." Pamit Abbey dengan melambaikan tangan nya dan dibalas Ryan juga dengan lambaian tangan.
Ditempat yang sedikit sepi yang dipenuhi dengan pohon rindang itu mereka berdiri berhadapan disana antara gibran dan Abbey.
"Ada apa sih kamu ngajak aku kesini?" Tanya Abbey melepaskan genggaman tangan gibran.
"Mama tadi nelpon katanya, malam ini mama ingin kita cepat - cepat punya bayi."
Mata Abbey membola sempurna, "Apa?! Bayi. kamu kira punya anak dalam semalam bisa apa, punya anak itu butuh proses. lagi pula kita ini masih dibawah umur"
Gibran terdiam ia tidak menjawab penjelasan dari Abbey. "Kamu juga ngak mencintai aku untuk apa memiliki anak kalau tidak ada cinta." Ucap Abbey.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1