Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 180 - Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Sesampainya.


Abbey sudah memasuki perusahaan 'Gibaale' dan kini ia sudah diantarkan oleh sekretaris diperusahaan itu. Dan ia sudah berdiri tepat didepan ruangan direktur.


"Huh (menghela nafas)" Ia mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam ruangan itu.


Dengan tangan bergemetar dan jantungnya masih sedikit tak bisa dikondisikan kini mulai mengetuk pintu itu secara perlahan.


Tok..tok dan seseorang yang ada didalam mendengar suara itu.


"Masuk," Ucapnya.


Abbey dengan perlahan membuka pintu itu dan dengan langkah pelan ia memasuki ruangan direktur pemilik perusahaan itu.


Sementara sosok pria yang sedang duduk dikursi kebesaran nya itu membelakangi nya.


"Pe...rmisi tuan." Ucap abbey dengan terbata - bata. Ia berdiri tidak jauh dari depan meja tempat seseorang itu.


Ia pun membalikkan badannya dan begitu kagetnya gibran akan hal ini.


"Kau!" Seru gibran.


Abbey yang menundukkan kepalanya kini memberanikan diri nya menatap kearah pria yang ada dihadapannya ia begitu kaget sosok pria yang ada didepannya.


"Gi.. bran?" Ucap Abbey terbata - bata. Rasanya kakinya tidak bisa lagi menopang tubuhnya dan ia memundurkan tubuhnya sekilas.


"Ini ngak mungkin kan? Gibran." lirih Abbey ia semakin memundurkan langkahnya mendekati pintu keluar ruangan itu.

__ADS_1


Sementara gibran terdiam membeku, ia begitu syok perempuan selama ini ia cari - cari, nantikan, dan selalu doakan agar Tuhan bisa mempertemukan nya dengan istrinya kini berdiri tepat dihadapan nya.


"Abbey ini aku gibran suami mu," lirih gibran masih terdengar ketelinga Abbey.


"ngak, ini ngak mungkin!" teriak Abbey ia dengan cepat berlari keluar menjauh dari lelaki itu.


"Abbey kau mau kemana tungguuuu aku!" teriak gibran rasanya kakinya benar - benar susah digerakkan untuk mengejar perempuan itu. Dunia nya yang telah hilang itu kini kembali, tetapi ada begitu kepedihan yang sangat mendalam bahwa perempuan itu melarikan diri dari nya, seakan tidak berani bertemu lagi dengannya.


Sementara sekretaris yang tadinya mengantar Abbey keruangan direktur nya, memanggil namanya.


"Nona Abbey! nona!" teriaknya karena Abbey berlari keluar dari perusahaan itu dan berlari menuju kearah jalanan yang dipenuhi oleh kendaraan berlalu lalang. Sehingga taksi berhenti tepat didepan nya dan ia masuk kedalam nya.


"Jalan pak." Titahnya menggunakan bahasa Inggris nya.


"Ya Tuhan. jadi gibran pemilik perusahaan ini. dia datang? lelaki itu, aku harus bagaimana ini?" Gumam Abbey dalam hati. Air matanya mengalir begitu deras membasahi pipinya.


Sesampainya.


Dirumahnya Abbey langsung masuk tanpa membunyikan bell rumahnya. Disana terlihat begitu sepi, ia mencoba mencari gibey dikamar nya. Tetapi tidak ada. Mungkin dikamar Clarissa, dan sama tidak ada.


"Kemana mereka jika tidak ada dirumah?" Pikir Abbey dengan matanya sudah hampir sebab karena menangis, segera menelepon seseorang.


Dan seseorang itu Clarissa tetapi tidak ada Jawa apapun.


"Aku harus mencari mereka kemana kalau begini?" Ucapnya ia begitu gelisah.


Dan tiba muncul nomor ponsel tidak dikenalinya menelpon nya tetapi tadinya Abbey mengira itu dari Clarissa.

__ADS_1


Dengan ragu Abbey mengangkat nya.


"Hallo." Jawab nya.


tetapi beberapa saat tidak ada sautan dari seberang ponsel.


"Hallo siapa ni? hallo." panggil abbey kembali.


Tut..Tut...


Ponsel itu tiba - tiba dimatikan oleh diseberang ponsel.


"Siapa sih yang menelpon, ngak ada kerjaan aja." kesal Abbey.


Sementara.


Ternyata seseorang yang menelpon nya itu gibran. Ya gibran, dia begitu sangat merindukan suara perempuan itu.


"Dia tidak mengganti nomor ponsel nya?"


"siapa yang mengganti nomor ponsel nya tuan?" Ucap seseorang yang tiba - tiba datang membawa beberapa berkas.


Gibran begitu kesal dengan seseorang yang tiba - tiba datang tanpa mengetuk pintu nya terlebih dahulu. Ia kembali mengekspresikan wajah dingin dan datarnya.


"Itu bukan urusan mu. saya ingatkan sekali lagi sebelum masuk kedalam kamu harus ketuk pintu terlebih dahulu mengerti."


"Maaf tuan. tadi saya sudah mengetuk pintu nya tapi tuan tidak menjawab nya sama sekali jadi saya kira tuan tidak ada didalam. saya masuk saja."

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2