Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 54


__ADS_3

Gibran yang bersembunyi itu kini ketahuan akan keberadaan nya oleh Abbey. Ia keluar dari persembunyiannya itu dan menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


"Kamu ngapain disnaa? Tolong ambilkan handukku sebentar aku lupa membawanya masuk tadi." Perintah Abbey.


"Hehehe aku cuma ganti baju aja tadi," Ucap gibran berbohong padahal Abbey tahu apa yang telah dilakukan oleh gibran.


Gibran pun mengambil handuk yang tadinya ia sembunyikan dan disahut oleh Abbey. Setelah selesai itu Abbey kini keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur nya. Ia menatap gibran duduk ditepi ranjang dengan memeluk bantal guling nya itu.


Abbey pun mendekati nya, ia duduk disampingnya.


"Kenapa ngak jadi pergi?" Tanya Abbey.


"Pergi kemana?" tanya gibran balik.


"Katanya mau pergi kencan sama mantan pacarmu itu," Ucap Abbey dengan sedikit penekanan.


"Ngak jadi, nanti aku tidur diluar." Sahut gibran dengan berpindah posisi merangkak keatas kasurnya untuk tidur.


"Bukannya kamu senang ngak tidur sama aku." Sahut Abbey yang kini ikut memilih tidur disamping gibran tetapi dibatasi dengan bantal guling.


"Tidak, siapa bilang? Aku hanya ingin mau menerima ajakan makan malam nya hanya sebagai permintaan maaf nya." Ucap gibran dengan keadaan mata tertutup.

__ADS_1


"Oh begitu,," Ucap Abbey merasa pura - pura tak peduli. Ia merasa itu hanya alasan gibran, tetapi yang masih dipikirannya jika gibran belum sama sekali mengatakan cinta kepada nya atau hatinya mencintai Abbey. Tetapi yang membuat nya heran mengapa belakangan ini Gibran selalu perhatian padanya ngak seperti biasanya.


•••


Kini menunjukkan pukul 02.00 Abbey begitu tidak bisa tidur ia berguling - guling mengganti posisi tidur nya mengahadap kiri - kanan tetapi masih aja tidak bisa tidur sampai gibran terbangun tanpa disadari oleh Abbey.


"Ada apa dengan nya kenapa dia belum tidur jam segini?" Batin gibran dengan mata terpejam tanpa bergerak sama sekali.


"Arggghhhh, kenapa aku susah banget untuk memejamkan mata sih. Abbey fokus kamu besok bakalan sekolah jangan sampai kamu ketiduran dikelas besok." Batin Abbey dalam hatinya.


"Aduh, tetap saja ngak bisa." Kesal Abbey berubah posisi nya ke kiri menghadap kearah gibran yang kini telah menghadap kearahnya juga.


Gibran berpura - pura merentangkan tangannya dan mencari bantal guling dan tiba - tiba saja tanpa aba - aba gibran memeluk tubuhnya membuat nya begitu kaget.


Tetapi gibran tak terbangun sama sekali, tanpa Abbey dan gibran sadari mereka begitu lama tidur dengan posisi saling memeluk. Abbey merasa begitu nyaman, rasa kantuknya seperti sudah ada rada - rada ingin memejamkan mata nya. Tanpa berlangsung lama Abbey pun tertidur pulas sama halnya dengan gibran sedari tadi yang sudah tertidur pulas.


Dipagi harinya.


"Hoammm," Gibran terbangun dan masih dalam keadaan memeluk Abbey.


Dengan sadar ia tersenyum dan menatap wajah Abbey dengan begitu sangat dekat.

__ADS_1


"Dia begitu sangat cantik, kalau sedang tidur." batin gibran.


"Andai saja aku bisa mengatakan yang sejujurnya bahwa aku sudah mencintai mu sejak awal kita menikah"


"Tapi aku begitu pengecut, aku benar - benar lelaki pengecut yang hanya memendam perasaan ini dalam - dalam tanpa kamu tahu Abbey" Batin gibran.


Tanpa disengaja tiba - tiba saja mata gibran tertuju pada bibir Abbey yang begitu mungil dan sangat menggoda baginya itu. Detak jantung nya mulai berdetak tak karuan, Ia ingin sekali mencicipi bibir sang pemilik itu.


Dengan sekali sentuhan secara tiba - tiba saja gibran tanpa sadar nyelonong mencium bibir Abbey dalam sekali kecupan dan Abbey menyadari itu tiba - tiba saja begitu kaget seperti orang kesetrum listrik rasanya.


"Kya! apa yang kamu lakukan?!" Ucap Abbey yang tiba - tiba terbangun.






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2