Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 213


__ADS_3

Abbey pun terpaksa harus mengikuti perintah suaminya itu, menemaninya sampai selesai makan.


"Sudah habiskan lebih baik aku pergi sekarang..." Ucap Abbey ingin beranjak pergi tetapi gibran menarik lengan istri nya itu dan mendudukkan nya dipangkuannya.


Abbey matanya membola sempurna atas atap suaminya lakukan. "Gibran turunkan aku, nanti ada orang lihat!" Seru Abbey ia menatap kearah pintu ruangan gibran.


Gibran semakin mengeratkan pelukannya dan ia begitu sangat senang jika sedang berada didekat istri nya itu. Wangi itu, ia sangat suka dengan wangi aroma tubuh istrinya itu.


"Gibran! apa yang kau lakukan cepat lepaskan!" Ucap Abbey, ia menyadari gibran menempelkan wajah nya pada ceruk leher nya itu dan mengendus - endus bau pada lehernya.


"Biarkan seperti ini.. sebentar saja..." Ucap gibran.


Tiba - tiba ceklek, pintu itu dibuka dengan kasar oleh seorang. Dan itu membuat abbey menoleh kearah pintu yang dibuka lebar - lebar.


Matanya Seseorang itu membola sempurna saat melihat pemandangan yang begitu romantis.


"Astaga tuan maaf... Sa...ya tidak tahu." Lucas membalikkan badannya menghadap pintu.


"Kau! Sudah ku katakan jika masuk ketuk dulu pintunya... sekarang kau keluar lah! merusak suasana orang saja." Kesalnya.

__ADS_1


"Maaf tuan saya akan keluar sebentar.."


"Hey kau tunggu!" seru Abbey. Ia turun dari pangkuan Gibran, ia beralih mengambil rantang separuh nya untuk papa mertuanya.


"Ini kau berikan pada papa mertuaku tuan Zafano jika kau ruangannya dan aku lebih baik pulang sekarang... oh ya, setelah memberikan papa mertuaku ingat gantikan aku sebentar menemani tuan gibran suamiku tercinta oke.." Ucap Abbey panjang lebar membuat gibran dan Lucas hanya menutup mulutnya tidak bisa berkata apa - apa.


Lucas hanya memengang rantang itu ditangannya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Lupa dengan perkataan istri dari tuannya.


"Tuan...?" menatap tuannya gibran.


"Ck... ini semua gara - gara kau...!" Seru gibran ia keluar dari ruangan itu untuk mengejar istri nya itu.


••


Sementara dibarr.


Vita pikiran nya entah kemana, ia sibuk melamun sehingga ia tidak menyadari, dirinya telah banyak meminum minuman membuat nya mabuk tidak sadarkan diri.


"Heyyy nona..." Lelaki itu menepuk - nepuk wajah wanita yang sedang pingsan itu.

__ADS_1


"Kau!" Vita menatap pria dihadapannya itu samar - samar seperti nya ia kehilangan kesadaran nya.


"Nona kau tidak apa - apa?" tanya pria itu.


Vita hanya tersenyum kecut, "Kau telah menghianati ku, kau berbohong padaku, kau menyakiti hatiku, gibran" Ucap Vita menunjuk telunjuk nya kearah pria dihadapannya itu.


"Gibran..?" pikir pria itu. "Nama itu mengapa sama dengan sepupuku?" Ucap Ryan.


Ya itu Ryan, ia tidak sengaja datang kesana karena ia ada pertemuan pekerjaan dengan klien nya disana. Tetapi ia tidak sengaja menemukan perempuan yang sedang tertidur di sofa dengan banyak minuman wine di meja.


"Kau mengenal gibran?" tanya Ryan.


"Hahaha, kau sedang lupa? kau pernah bilang kepada ku bahwa kau hanya milikku sedangkan aku hanya milikmu,"


"Tapi kau harus dengar ini, aku tidak akan pernah melepaskan mu... meski aku tahu kau memiliki istri, ingatlah kita sudah melakukan hubungan badan, jika istri mu tahu dia akan pergi dari mu dan aku akan tetap jadi milikmu."


Ryan begitu kaget dengan penuturan Vita, ia begitu geram. atas apa yang dilakukan sepupunya selama ini, "Gibran! kau benar - benar!" seru Ryan.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2