Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 157


__ADS_3

"Tuan, tuan anda tidak apa - apa?" tanya seseorang yang tidak sengaja mengoyangkan tubuh nya karena sedari tadi mengingau memanggil seseorang dan berteriak- teriak dalam tidurnya.


"Jangan pergiiiiiiiiii!" Ia terbangun tiba - tiba dan keringat mengucur deras di seluruh wajah nya ternyata semua itu hanya mimpi tetapi terasa nyata.


"tuan tidak apa - apa?" tanya seseorang itu kembali.


"Ah maaf, saya tidak apa - apa" jawab gibran mengembalikan posisi duduknya.


"Kalau begitu saya permisi tuan," Ucap seseorang itu meninggalkan gibran sendirian disana yang kini menatap jam tangan nya yang melingkar dipergelangan tangan nya menunjukkan pukul 17.23 sudah akan hampir petang. Dan Abbey belum juga kembali.


Sampai ia memutuskan kembali ke mobilnya dengan wajah begitu murung, tubuhnya serasa seakan tidak ingin pergi dari tempat itu.


"tuhan dimana Abbey sekarang? aku ingin dia kembali tuhan... jika bisa tolong biarkan dia kembali tuhan." Isak tangis Gibran kini pecah dan menatap kearah langit yang hampir akan mengelap itu.


"Gibran!!!" teriak seseorang dari kejauhan dengan menampakkan senyuman sumringah nya.


Gibran menoleh ke sumber suara nya tiba - tiba hatinya bagaikan disambar petir. Sosok wanita yang ia khawatirkan, tangis seakan mengira ia pergi dari nya.

__ADS_1


"Ya Tuhan terima kasih engkau telah menjawab doaku..." Gumam gibran dalam hati.


Abbey berlari kearah gibran berada dan ia menangis dipelukan pria itu.


"Kamu kemana aja hah? aku hampir pingsan kamu tiba - tiba menghilang?" tanya gibran membalas pelukan istri nya itu dengan begitu erat seakan ia tidak ingin wanita itu melepaskan pelukan nya. Sampai berkali - kali mengecup rambut gadis itu.


"Hikkkkssss gibran maafkan aku... aku takutttt... hiksssssss..." Abbey menangis didalam dekapan pria itu dengan penuh ketakutan tubuhnya hampir mengginggil.


"Kamu sakit? tubuh mu kediginan... kita pulang aja ya.." Gibran memberikan jaket yang melekat pada tubuh nya itu ke Abbey.


"Ayo kita masuk mobil, nanti cerita nya dirumah aja ya..." Ucap gibran menuntun Abbey masuk kedalam mobil dan kini mereka dalam perjalanan menuju pulang kerumah.


Sesampainya dirumah.


"Mama, papa cepetan bawa minyak kayu putih..." teriak gibran membawa Abbey masuk kedalam kamar nya karena ia tahu didalam kamar Abbey tidak ada namanya minyak kayu putih.


"Ada apa dengan Abbey nak?" Ucap mama Ratna begitu kaget mendapati putrinya mengginggil kedinginan dan wajah nya terlihat begitu pucat dan matanya sebab akibat menangis.

__ADS_1


"Aku juga ngak tahu ma, yang penting sekarang aku butuh minyak kayu putih untuk menghangatkan tubuh nya.." Ucap gibran menggesek- gesekkan kedua tangan Abbey dengan kedua tangannya mencari kehangatan yang hampir semakin dingin.


"Baiklah tunggu sebentar, akan mama ambilkan..." mama Ratna berlari ke kamar nya mencari sesuatu yang ia cari.


"Duh minyak kayu putih ini juga mana sih? Abbey juga tuh anak ngapain juga keluar rumah udah tahu diam dirumah istirahat masih keras kepala." Oceh mama Ratna dengan berbicara sendiri.


"Udah ketemu mah?" tanya gibran yang kini mama Ratna kembali ke kamar nya.


"Ini cepetan kamu pakaikan, aduhhh Abbey kenapa bisa kayak gini sayang..." Ucapan mama Ratna ikut semakin khawatir.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘


__ADS_2