
Hari semakin larut, Abe tidak bisa tidur. Ia tidur dengan posisi tegap sedangkan Gibran sudah tidur dengan nyenyak disampingnya tetapi agak berjauhan dengan Abe dan dibatasi dengan bantal guling.
Pagi harinya, nyonya Adelia, tuan Zafano dan nenek Ayse sudah berada dimeja makan untuk sarapan pagi.
"bi endah, tolong bangunkan Gibran sama Abe ya... bilang semuanya sudah menunggu di meja makan untuk sarapan," ucap nyonya Adelia.
"baik, nyonya" ucap kepala pelayan.
pagi harinya, Abe yang berada dikamar nya masih tidur terlelap dengan nyaman, gibran yang memeluk guling tubuhnya saling berhadapan dengan Abe. mereka tidur nya begitu sangat dekat, wajah mereka berjarak sekitar 1 cm.
Kepala pelayan yang membuka kunci pintu kamar nya datang.
"permisi tuan, nyonya" ucap kepala pelayan.
Gibran yang mendengar suara bi endah langsung saja terbangun dan Abe juga. Mereka saling memandang sebentar dengan mengumpulkan tenaga mereka yang baru bangun tidur.
"aaaaaaa!" teriak mereka bersamaan.
mereka baru menyadari wajah mereka begitu sangat dekat, bi endah yang berada disana senyum malu - malu dengan kelakuan kedua pengatin yang baru menikah itu.
"tuan sama nona sudah ditunggu sama nyonya dibawah untuk sarapan," ucap kepala pelayan.
"ya, Bi sebentar lagi kami turun kebawah..." ucap gibran yang beranjak ke kamar mandi.
"baiklah kalau begitu bibi permisi dulu," ucap kepala pelayan.
"heiiii tunggu..." teriak Abe langsung saja nyelonong masuk ke dalam kamar mandi.
"itu anak nyebelin banget sih," ucap gibran kesal.
tetapi pintunya belum dikunci oleh Abe jadi Gibran masuk aja ke dalam.
__ADS_1
"eh, kamu ngapain masuk kedalam? sana keluar! aku mau pipis nih," ucap Abe dengan mendorong tubuh Gibran keluar dari kamar mandi.
"cepetan, ngak pakai lama gue mau cuci muka nih..." ucap gibran dengan menunggu Abe didepan pintu kamar mandinya.
Abe yang lupa membawa handuk kedalam kamar mandi, ia menaruh telinga nya di pintu kamar mandi tidak mendengar suara Gibran ia keluar ingin mengambil handuk. saat pintu itu terbuka gibran sudah berada didepan pintu dengan menyenderkan tubuhnya di tembok samping pintu itu.
"sudah selesai?" tanya gibran.
abe yang melihat masih ada gibran hanya mengaruk kepalanya yang tak gatal, "hehehe, bisa ngak ambilkan handuk? aku lupa bawa handuknya," ucap Abe.
"cihh... ngak usah mandi dulu kita belum melakukan ritual... jadi jangan mandi dulu, ayo kita langsung saja ke bawah mama sudah lama menunggu..."
"hah, ritual... berarti acara yang kemarin belum selesai sampai sekarang?" tanya Abe.
"ya, ayo kita kebawah..." menarik lengan Abe keluar dari pintu kamar mandi.
"emang ritual nya seperti apa?" tanya Abe balik.
abe yang melihat tangan Gibran menunjuk kedadanya langsung saja menutup menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya.
"maksud kamu apa? jangan macam - macam sama aku," ucap Abe tidak terima.
"sudahlah, kita kebawah nanti kalau kita ditinggal sarapan sama mama gimana? mau Lo ngak makan pagi? bisa - bisa pingsan lagi Lo," ucap gibran.
Abe hanya mematung, tanpa melangkahkan kakinya.
"ayo," ucap gibran.
Mereka berdua kebawah. Tetapi semuanya sudah lebih duluan sarapan nya, karena mereka sudah menunggu mereka sangat lama.
"selamat pagi semuanya," sapa Abe.
__ADS_1
"pagi Abe," ucap semuanya berbarengan.
"Abe sini duduk disamping mama," ucap nyonya Adelia dengan menarik kursi yang ada disampingnya.
"kamu makan yang banyak, biar kamu tambah berisi" ucap nyonya Adelia dengan menyiapkan piring dan nasi juga beberapa lauk dan pauk untuk Abe.
"ayo, dimakan jangan malu - malu... kita semua kan, sudah jadi keluarga kamu... ya, kan mas?" ucap nyonya Adelia dengan melirik kearah tuan Zafano.
"ya, Abe... kamu jangan ragu - ragu, ayo dimakan" ucap tuan Zafano
"ya, om eh papa" ucap Abe dengan memberikan senyuman.
Abe memasukkan makanan itu kedalam mulutnya,
"bagaimana Abe enak kan?" ucap nenek Ayse.
"enak banget, nek" ucap Abe.
Gibran yang melihat neneknya, mamanya, dan papanya begitu menyayanginya menjadi iri dan kesal.
"cih... seperti ny semuanya lebih sayang sama Abe ketimbang anaknya sendiri" batin gibran.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🤍