Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 79


__ADS_3

Abbey kembali terkejut mendapati keberadaan Alden di sana.


"Loh Alden, kita ketemu lagi...?" Ucap Abbey kaget.


"Jadi kamu kenal cucu saya?" Tanya kakek Tama kepada Alden yang tak kalah terkejut.


"Ya, pak... saya itu sekolah dibandung dan sekolah yang sama dengan nya tapi ngak tahunya ketemu disini lagi..." Jelas Alden dengan begitu ramah.


Tanpa disadari begitu orang - orang dibelakang nya termasuk Vita begitu iri mendengar tahu bahwa Abbey dengan Alden sudah saling menempel membuat nya semakin kesal dengan keberadaan Abbey.


"Permisi semuanya..."


Seorang pria tua datang dengan beberapa pengawal lainnya.


"Ya, ada apa?" Tanya kakek Tama yang ia tidak tahu siapa yang datang.


"Saya suruhan dari tuan Bima... nona muda Abbey disuruh segera pulang karena ada sesuatu yang harus dilakukan oleh tuan Bima." Ucap nya.


Abbey mendengar itu, berkata "Baiklah kek, kalau gitu Abbey pulang aja dulu... mungkin ayah lagi membutuhkan Abbey..." Pamit Abbey.


"Ya udah kamu hati - hati dijalan..." Ucap kakek sembari Abbey menyalami tangan kakeknya.


"Kalau gitu abbey pamit... sampai jumpa Al," Pamit Abbey tanpa disadari melambaikan tangan nya kepada Alden.

__ADS_1


Setelah kepergian Abbey, Alden termenung mendengar suara Abbey menmanggil namanya dengan sebutan "Al," itu mengingatkan nya kepada cinta masa kecilnya termasuk sahabat kecilnya yang ia selalu menjadi teman baik.


"Hey Al?" Ucap Lea memengang pundak Alden membuat nya terkejut.


Lea itu teman baik Alden termasuk teman adu aktingnya dalam memerankan film.


"Eh, ada apa?" Tanya Alden.


"Kamu tadi aku panggil - panggil kenapa ngak nyahut sih, kamu mikirkan apaan sih?" Tanya Lea bingung. "Ah jangan - jangan kamu mikirin gadis yang cantik tadi itu ya?" Tebak Lea. Ia tahu sedari tadi, Lea tidak sengaja memandang sepergerak mata Alden.. pandangannya begitu sangat fokus kepada Abbey sedari tadi.


"Iya kan?"


"En... engak kok..." Alden begitu gugup. Emang iya sih dirinya sedang memikirkan Abbey tetapi meskipun ia baru kenal dengan Abbey tetapi itu tidak akan membuat nya jatuh cinta. Karena hanya dihatinya cuma teruntuk cinta pertama nya, sahabat kecil yang ia cari - cari selama ini.


Semenjak ia masuk SMA ia berusaha mencari sahabat kecilnya itu ke Bandung, tetapi ia belum juga menemukan nya. Sampai pada akhirnya ia mencoba berlabuh kepada Abbey, dari tatapan matanya, wajah nya, namanya begitu tidak asing tapi ia belum terlalu yakin bahwa Abbey sahabat kecilnya. Hatinya selalu berkata mungkin itu hanya namanya saja yang mirip.


"Ada apa yah, kenapa suruh Abbey pulang?" Tanya Abbey yang sudah duduk disamping ayahnya yang berada diruang tamu.


"Ayah mau ngajak kamu ke dokter... mau memeriksa keadaan mu" Ucap ayah.


"Rumah sakit? Abbey ngak sakit apa - apa ngapain meriksa Abbey... Ini lihat Abbey kuat kok." Ucap Abbey dengan penuh semangat.


"Apakah kamu sering pusing ataukah apa gitu?" Tanya ayah Tama.

__ADS_1


"Iya sih Abbey selama sebulan ini sering pusing - pusing sedikit tapi Abbey berusaha menahannya..." Ucap Abbey terpaksa mengaku.


"Itu apa? kamu sakit artinya itu... kita langsung kerumah sakit aja ya...?"


Abbey pun mengalah, "baiklah... terserah ayah... tapi Abbey ganti baju dulu soalnya habis dari studio film bau..." Ucap Abbey pergi menuju ke kamar nya.


"Iya... ayah tunggu..."


Tut... Tut... Tut...


Suara ponsel ayah berbunyi...


"Hallo?" Jawab ayah Tama.


"Hallo yah..."





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2