Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 67


__ADS_3

"Lepaskan!" Teriak Gibran.


"Amira kamu itu susah banget dibilangin! aku itu sudah punya istri! jadi jangan pernah berharap untuk mendapatkan cinta ku lagi karena aku sudah mencintai istri ku mengerti!"


Gibran berlalu pergi meninggalkan Amira disana dengan mata berkaca - kaca.


Kini Amira menangis ia merutuki dirinya begitu menyedihkan itu.


"Gibran apa spesial nya gadis sialan itu dari pada aku!" teriak Amira.


••••


Gibran kembali ke ruangan dimana tempat Abbey berada, ia mencari keberadaan Abbey disnaa dia mendapati Abbey masih menyayi dengan Ryan sambil berjoget - joget. Gibran naik keatas panggung dan menarik lengannya.


"Ayo kita pulang,"


"Tunggu sebentar gib, kamu ngapain sih pulang acaranya belum selesai..."


"Jangan banyak tanya... sekarang kita pulang!" Seru gibran.


Mata mulai berkaca-kaca..." Kamu marahin aku?"


"Enggak, makanya ayo kita pulang..." Ucapnya dengan lembut merasa bersalah karena membentaknya.


Setelah sampai dirumah mereka segera masuk menuju kedalam kamar. Abbey membersihkan sisa make-up yang menempel pada wajah nya sedangkan gibran menenangkan dirinya didalam kamar mandi sambil berendam air dingin.


Abbey yang merasa gibran terlalu lama didalam kamar mandi mencoba untuk mengetuk pintunya.


Tok tok..


"Gibran! kamu sudah selesai mandi!" Teriak nya dari luar.


Tidak ada sama sekali jawaban apapun dari nya membuat Abbey merasa khawatir dan tetapi pintu itu terbuka.

__ADS_1


Ceklek...


Gibran keluar dengan hanya handuk yang melilit pada pinggangnya menampakkan tubuh seksinya yang begitu menggoda.


"Ada apa?"


"T...idak ada apa... apa " Ucap Abbey menelan ludah nya dalam - dalam dengan membelalakan matanya.


Kini pikiran gibran mulai genit, ia mendekati Abbey.


Abbey membulatkan matanya takut. "Kamu mau ngapain gib?" Abbey memundurkan tubuhnya sampai kepinggir tempat tidur.


"Aku–"


Tanpa berlama - lama tubuh Abbey kehilangan keseimbangan dan menarik lengan gibran tetapi saat gibran akan menarik lengan Abbey untuk berdiri dirinya ikut oleng dan terjatuh ke tempat tidur dengan posisi Abbey dibawah sedangkan gibran diatas.


"Maaf," Ucapnya berusaha mendorong tubuh gibran.


"Ak... aku mau ke kamar mandi dulu..." Ucap Abbey masuk kedalam kamar mandi terburu - buru.


"Ya, tuhan... hampir jantung ku copot... perasaan ini benar - benar tidak bisa terkontrol... hampir saja ia tahu suara jantung ku bisa ngawat..."


...••••••...


Kini dipagi harinya gibran telah berpakaian begitu rapi dengan pakaian casual tetapi masih terlihat mempesona Dimata wanita.


Ia begitu terlihat tampan hari ini, Abbey yang Baru saja masuk kedalam kamar langsung saja duduk disofa tempat tidur itu.


"Mau kemana rapi banget?"


"Pagi ini teman - teman aku mau ngajak minum - minum Dibar jadi bolehkan aku kesana?"


"Boleh, asalkan jangan terlalu banyak minum biar ngak mabuk... kalau kamu mabuk aku bakalan lempar kamu kesemak - semak..."Ucapan Abbey tidak bisa dibohongi iya begitu menatap Abbey dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Gibran menelan ludah nya dalam - dalam... "Baiklah, aku yakin ngak akan mabuk..."


"Okey kita buktikan nanti..."


Kini jam menunjukkan pukul 09.50 Abbey begitu bosan dirumah karena ini hari Minggu mereka ngak sekolah. Abbey memilih pergi ke ruang tamu saat ia menuruni anak tangga ia melihat kedua mertuanya dan nenek ayse berpakaian begitu rapi seperti nya mereka akan pergi?


"Nek, mama, pa..." panggil Abbey.


"Nak, papa sama Mama mau pergi ke rumah sakit mau menemani nenek pemeriksaan setiap bulan kamu jaga rumah ya..." Ucap tuan Zafano.


"Hemmm..."


"Jangan pergi kemana - mana ya... sebelum kami pulang ingat kunci pintu rumah rapat - rapat..."


"Siap Ma..."


"Anak yang baik..."


"Kalau gitu hati - hati ya nek, ma, pa.."


"Hemmm..."







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2