Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 228


__ADS_3

"Hey kenapa malah melamun?" Abbey mencoba menjentikkan jarinya didepan wajah Gibran yang terlihat melamun arah pandangan nya tidak hentinya menatap nya.


"Eh iya,, ngak kok. Kamu cantik..." Ucap gibran gelagapan. Entahlah ini pertama kalinya, jantung dan pikiran nya kacau padahal hanya saja melihat wajah Abbey saja.


Abbey hanya tersenyum malu mendapatkan pujian dari gibran. "Siapa dulu yang makeup over,, Betty gitu loh." Ucap Betty dengan gaya centil nya.


Gibran tidak meragukan Betty lagi langganan mamanya itu. Ya, gibran akui Betty memang pintar merias siapapun tetapi ia tidak suka jika dirinya disentuh apalagi istri nya tetap saja dia adalah lelaki meski penampilan dan sikap nya seperti perempuan alias perempuan jadi - jadian,, hahaha.


Gibran setelah membayar semua tagihan biaya makeover Abbey dari rambut, makeup, dan gaun juga aksesoris lainnya. Kini menancap gas ya menuju ke tempat acara ulang tahun perusahaan Zafano group.


Sesampainya.


Gibran membuka pintu sebelahnya dan mengulurkan sebelah tangannya.


"Mau ngapain?" tanya Abbey yang terbengong didalam dengan tingkah gibran membuat binggung.


"Ck masa belum paham." Kesal gibran.


Abbey berpikir,, sekarang ia mengerti. Ia pun membalas uluran tangan gibran dan keluar dari mobil dengan melompat kebawah membuatnya hampir saja jatuh kebawa dan gaun ia pakai terlalu panjang sehingga membuat nya susah berjalan jika tidak diangkat,, tetapi untungnya gibran bisa menangkap tubuhnya.


"Itukan makanya kalau jalan itu hati - hati bukan pakai lompat segala. udah tahu pake hak tinggi gaunnya lagi panjang." Ucap gibran.


"Siapa bilang pakai hak tinggi,, ini lihat." Abbey mengangkat gaunnya dan menampakkan kaki sebelah nya.

__ADS_1


"Astaga kamu pakai sepatu." Gibran geleng - geleng kepala dengan kelakuan istri nya yang tidak habis pikir.


"Biarin,, aku sudah bilang ngak suka pakai heels ribet.."


"tapi gimana kalau orang - orang pada tahu...? kan kamu malu sendiri." Ucap gibran.


"enggak akan,, udah mending aku kedalam.. takut acaranya sudah selesai nanti." Abbey males geladenin suaminya itu hanya akan berujung perdebatan yang tak akan selesai - selesai, jadi ia terlebih dahulu masuk dengan mengangkat gaunnya berjalan cepat - cepat.


"Dia belum banyak berubah." Ucap gibran,, ia mengikuti istri nya dan mengejarnya karena Abbey begitu cepat hilangnya.


"Abbey tunggu aku!" teriak gibran. Ia sudah memasuki lift menuju ruangan rooftop tepatnya lantai 30, paling atas.


Tetapi Abbey lebih dulu sudah memencet tombol nomor lantainya tetapi tangan gibran malah terjepit dengan pintu lift.


"Aw aw Abbey cepat buka pintunya,, tangan aku sakit... cepat."


"Fyuh tangan ku untung ngak putus." Gibran masuk kedalam lift dan berdiri berdampingan dengan istri nya.


"Maaf sakit ya...?"


"Ngak! pake nanya lagi sakitlah..." Kesal gibran.


"Mana yang sakit aku tiupin.." Tanya Abbey polos,, ia merasa bersalah.

__ADS_1


"Ihhhh Abbey kamu mau aku naik darah, kolesterol tinggi ah!" Seru gibran.


"Maaf,, aku kan cuma nanya baik - baik gak usah marah gitu." Abbey menundukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.


"Huh (Menghela nafas)"


"Sabar,, ini ujian." Gumam gibran dalam hati.


Gibran pun menangkup wajah istri nya menghadapkannya kearahnya begitu sangat dekat.


"Kok nangis sih?" tanya gibran kaget melihat mata istri nya menangis.


"Kamu jahat! marahin aku.." Isak tangis Abbey.


"Astaga bukan gitu,, sudah jangan nangis. nanti makeup nya luntur sudah ya. aku minta maaf." Gibran memeluk Abbey dan menutupi wajahnya itu di dadanya.





__ADS_1



Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2