Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 224


__ADS_3

Setelah gibran memutuskan ponselnya terlebih dahulu.


Dengan cepat abbey menuju kamar mandi, ia ingin memuntahkan sesuatu didalam perutnya.


Sementara mama Adelia yang langsung masuk ke kamar Abbey tanpa mengetuk pintu tidak mendapati Abbey ada dikamar.


Ia mendengar suara sesuatu dari kamar mandi dengan segera ia membuka pintu kamar mandi.


"Astaga abbey kamu mual lagi sayang..." mama adelia menelpon Clarissa untuk menemaninya. Biasanya jika Abbey sedang mual seperti ini yang mampu menenangkan nya Clarissa entah ia tidak tahu mengapa abbey senang sekali menempel pada Clarissa membuat nya berhenti mual.


Mungkin bawaan baby twins atau mungkin mereka senang berada didekat Clarissa.


Setelah Abbey selesai memuntahkan semua isi dalam perutnya mama Adelia menyodorkan abbey air putih.


"Ini minum biar rasa mulanya hilang."


"Makasih ma." Abbey menenguknya habis.


Kini Abbey pun dibaringkan di tempat tidur,, mama adelia melihat wajah Abbey terlihat begitu pucat belakangan ini.


"Apa mama panggilkan dokter ya?" Ucap mama Adelia kini mulai duduk disampingnya.


"tidak usah ma, ini juga bawaan bayi aja besok pasti udah mendingan memang gitu kalau pagi - pagi. biasa mungkin morning sickness."


"Baiklah terserah kamu, ini makanlah.. mama buatin bubur ayam buatmu." Mama adelia Menyodorkan sesendok bubur itu kemulut abbey.


"Makasih ya ma, mama jadi repot semenjak aku hamil..." Jawab Abbey sembari menerima suapan mama Adelia.

__ADS_1


"tidak sayang, mama malah senang.. bisa punya cucu lagi." Ucap mama Adelia.


Dalam waktu beberapa menit kemudian.


Ceklek, pintu itu sudah dibuka oleh seseorang dan itu ternyata orang yang ditunggu Clarissa.


"Hallo sayang akhirnya kamu sudah sampai.." sapa mama Adelia.


"Clarissa kenapa gak bilang mau kesini?" tanya Abbey yang menyadari kehadiran Clarissa.


"Hehehe, mama Adelia tadi menelpon katanya kamu mual lagi. jadi aku datang.." Ucap Clarissa, sembari ia menyodorkan Kantong kresek yang berisi buah - buahan yang ia beli tadi.


"Ini aku belikan buah untukmu. aku juga beliin buah strawberry kesukaan mu." Ucap Clarissa.


"Makasih banyak clar."


••


Kini Clarissa mencoba mengajak abbey keluar rumah menikmati udara segar. Siapa tahu abbey butuh udara yang begitu segar, itu sebabnya wajah nya terlihat pucat.


"Kita pergi ke villa dipuncak aja bagaimana? nanti sore kita pulang." Tawar Clarissa sembari mengendarai mobilnya.


"Terserah kamu aja, aku gikut." Ucap Abbey.


"Baiklah kita ke puncak." Mereka pun memutuskan akan kepuncak.


Tetapi tiba - tiba mama Ratna menelpon ingin mengunjungi Abbey kerumah mama Adelia untuk melihat keadaan putrinya.

__ADS_1


"tunggu sebentar."


"Ada apa?"


"Sebentar lagi mama aku mau mengunjungi ku,, kita tunda aja ya. bagaimana kalau setelah gibran kembali aja?"


"Baiklah kalau itu maumu.." Ucap Clarissa.


"Jadi kita balik lagi ini?" tanya Clarissa ia menghentikan mobilnya dipersimpangan jalan yang tidak banyak kendaraan bermotor dan mobil berlalu lalang.


"iya, maaf ya."


"Enggak papa, lagian aku ke puncak cuma mau nyenengin kamu aja." Clarissa memutar mobilnya tetapi disaat ia memundurkan mobilnya ia tidak sengaja menabrak mobil yang ada dibelakang nya.


"Aduh mampus nih,, sejak kapan mobil itu ada dibelakang lagi." Gumam Clarissa dalam hati.







Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2