
"Iya suami," Jawab Abbey dengan begitu santai dan tidak lupa dengan genggaman tangan gibran padanya begitu erat.
"What? Ja-- di yang selama ini menjadi istri nya itu kamu..?" tanya Kelly dengan penuh penekanan dan tatapan wajah begitu tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Gibran sosok lelaki yang ia idolakan dan sudah mengetahui telah menikah tetapi tidak tahu akan siapa istri nya itu karena telah ditutupi identitas nya. Kini ia mengetahui nya, ternyata sosok itu ada didepannya temannya sendiri.
"Iya dia suamiku, kami sudah menikah." jawab Abbey kembali.
Membuat Kelly pingsan dan untungnya saja teguh telah duluan menangkap tubuhnya kalau tidak ia akan jatuh membentur lantai.
"Kelly? astaga dia pingsan." Ucap teguh begitu khawatir karena Kelly dan teguh ada hubungan yaitu mereka pacaran.
Sedangkan Miranda dan Dika begitu syok dan kaget sampai bunga yang tadi nya ia pegang terjatuh kelantai begitu saja. Miranda tidak bisa berkata apa- apa.
"Kalau begitu kamu harus pulang, apa kamu lupa hari ini hari Minggu?" Ucap gibran menghiraukan para semua orang yang berada disana menatap kearah mereka dengan keterkejutan sampai berbisik - bisik akan status mereka.
"Ya Minggu, terus memang ada apa?" Tanya Abbey dengan polos nya.
"Astaga," gibran menepuk jidatnya akan kepolosan istri nya. "aku sudah seminggu tinggal disini jadi besok aku akan kembali pulang ke Bandung." Ucap gibran membuat hati Abbey tiba - tiba begitu panas mendengar nya.
__ADS_1
"Ah sudahlah mending kita cepet pulang," Ucap gibran menarik lengan Abbey pergi dari sana.
Sedangkan Miranda dan Dika masih terdiam.. "Dik kamu ngak apa - apa?" tanya Miranda yang menatap Dika hanya diam saja.
"Iya, aku ngak apaa - apa.." Ucapnya. Tetapi berbanding terbalik dengan hatinya begitu sangat panas dan sakit. Rasanya tenggorokan nya begitu tercekat seakan- akan susah untuk menelan.
"Sudah kamu yang sabar, kita cari wanita yang lain saja yang dijadikan pacar." Ucap Miranda mengelus pundak temannya itu. Ia tahu bahwa temannya Dika telah mencintai atau dibilang jatuh cinta kepada Abbey.
"Ini sakit banget mir" lirihnya dengan menunjuk dada nya dengan mengekspresikan wajah sedihnya.
...•••••...
"Kita sudah sampai nona," Ucap pak sopir taksi. Mobil itu telah berhenti tepat didepan sebuah villa yang lumayan sangat luas.
"Ah sudah sampai," Ucap Lea yang tadi nya ketiduran karena perjalanan jauh, ia juga hari ini entah kepalanya tiba - tiba saja pusing.
Setelah membayar ongkos taksi ia segera masuk kedalam villa dan berhenti tepat didepan kasir.
"Ada apa mbak? mau memesan kamar?" tanya salah satu pelayan kasir dengan sopan.
__ADS_1
"Maaf mbak, kemarin malam saya menginap dikamar ini ada sesuatu ingin saya bicarakan." Ucap lea.
Setelah berlama - lama menceritakan apa yang telah terjadi dan berunding pelayan itu memberikan beberapa video cctv disebuah kamar yang kemarin ia tempati dan video yang ada dicctv itu untuk segera di hapus setelah video cctv itu dikirim ke ponsel nya agar ia tahu apa yang terjadi.
Setelah semua nya sudah beres ia segera keluar dari villa itu.
tiba - tuan beberapa orang dengan berbadan tegap dan atletis menggunakan pakaian seragam hitam dengan kacamata hitam berada disekelilingnya.
"Kalian,"
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘