
"Ishhh, lo ini... gue itu suka sama Lo" Vita mendadak mengatakan nya.
"Hah, Lo suka sama gue?" Ujar Al dengan wajah masih terkejut dengan perkataan dari Vita.
"Iya gue suka sama Lo... Sebenarnya gue sudah lama menyimpan perasaan ini."
Al menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu dan segera berdiri dari duduknya.
"Ekhem,, Maaf vit.. gue ngakk bisa Nerima Lo karena gue sedang suka sama seseorang. maaf kali ini." Ujar Al pergi dari hadapan Vita yang terlihat sedih mendengar jawaban dari Al.
"Tapi siapa cewek yang dia suka?" Batinnya dengan menundukkan kepalanya sedih. "Atau jangan-jangan cewek cantik yang datang kesini itu yahh cucunya pak Tama.?" lanjutnya.
...•••••••••••...
"Gibran?"
Oliver memanggil nya, ia berlari kearah nya yang baru saja keluar dari mobil yang ia naiki.
"Eh Lo, ada apa?" tanya gibran.
"loh bukan nya Lo sudah pindah sekolah..? kenapa masih disini?" tanya Oliver.
"Ndak jadi..."
"Yahhh, dong Lo ngak jadi ketemu sama istri Lo?"
"Gue udah ketemu kok.. kemarin gue pergi kejakarta selama satu hari.."
"Whatt? 1 hari..?" Oliver mendelik tajam.
"Iya 1 hari.. emang kenapa?" tanya gibran heran.
"Ngakkk ada, lupakan saja." Oliver mendekati gibran dan merangkul pundak temannya itu. "Hem.. btw Lo sudah mengatakan perasaan Lo sama istri Lo itu?" tanya Oliver.
__ADS_1
"Udah,," Jawab gibran.
"Terus - terus dia jawab apa?" Oliver semakin penasaran. Tetapi gibran malah Mengerutkan keningnya heran. Ia melepaskan lengan temannya itu dari bahunya.
"Kepo banget deh, ini privasi gue jadi Lo ngak boleh kepo oke.." Ucap gibran.
"Idih pelit amat Lo sama teman.." Ucap Oliver.
"Gibran.." sapa Amira.
Ia tak sengaja berpapasan dengan Amira. Mereka kini saling berhadapan.
"Mau anter aku ke kantin bentar ngak..?" Tanya Amira dengan wajah pucat nya.
Gibran baru menyadari akan hal itu, ia menaruh punggung tangan nya dahi Amira dan terasa sangat panas.
Gibran mulai panik, "Lo sakit ya?"
"Ngak Lo sakit... gue anter ke UKS aja ya.." Kini gibran menarik lengan Amira secara paksa.
Sampai Gibran lupa akan adanya Oliver disana dan meninggalkannya seorang diri disana.
"Tuhh cewek suka banget dekati cowok orang, udah tahu gibran.. udah nikah masih aja ngedeketin.." Gumam Oliver dengan mengelengkan kepalanya dan berlalu pergi menuju Ke kelasnya.
*UKS..
Sesampainya mereka didalam UKS. disana masih kosong karena terlalu pagi penjaganya Bu Dayu yang biasanya menjaga UKS belum datang. Tetapi gibran masih tetap aja membaringkan Amira di bed tidur yang telah disediakan diruang UKS.
"Gue ngak apa - apa kok gib... mending kita kekelas aja." Ucap Amira dengan lemah.
"Ngakk Lo itu harus istirahat.. lihat wajah Lo itu pucat banget." Gibran tetap keras memaksa Amira untuk berbaring ditempat.
"Gue ngak mau istirahat.. lagi pula penyakit gue ngak bakalan sembuh.. lagi bentar juga mati." Ucap Amira merasa pasrah.
__ADS_1
"Stop berkata seperti itu.. Lo ngak akan mati. Lo bakalan sembuh.." Ujar gibran.
"Lo udah sarapan?"
Amira mengelengkan kepalanya.
"tunggu disini gue keluar sebentar. jangan kemana - mana mengerti." Gibran keluar terburu-buru.
"Eh g–.
...•••••••••...
Setelah Abbey selesai mendapatkan surat izin dari kepala sekolah untuk libur, ia segera keluar dari ruangan itu. Dan Lisa menunggu nya diluar tempat kursi duduk khusus diluar ruangan berjejer.
"Sudah selesai..?" tanya Lisa kini sudah berdiri dihadapannya.
"Sudah dong.. tapi dikasih libur cuma seminggu tapi gue tetep belajar secara online.. soalnya seminggu lagi bakalan ujian."
"Oh masalah itu Lo tenang aja gue bakalan girimin setiap tugas yang diberikan guru ke Lo okey.."
"Btw.. makasih ya sudah mau membantuku selama beberapa hari ini.."
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1