Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 175 - Ending


__ADS_3

"Hey bangun! enak banget ya tidur!" seru ibu Merina membangunkan gibran dan Amira yang masih terikat itu.


"Tante. Tante amira mohon lepaskan gibran dan Abbey tante" Ucap Amira mendapati ibu Merina telah berada diruangan itu dengan melipatgandakan kedua tangannya diatas perutnya.


Ibu merina menyunggingkan senyumnya.


"hahaha. kamu gila ya Amira! Tante ngak akan melakukan kesalahan yang kesekian kalinya. terlebih kamu!" ucapnya dengan menunjuk telunjuk nya tepat dihadapan Amira.


"salah aku apa Tante?" Tanya Amira polos.


"salah kamu adalah Tante sudah membantu kamu agar Abbey dan gibran lepas tapi kamu malah melakukan sebaliknya." Ucap ibu merina.


"Amira kamu benar yang melakukan itu?" tanya gibran yang mulai matanya memerah akibat menahan amarahnya.


"Ti..dak. dia bohong. aku ngak pernah melakukan itu. aku dipaksa diperalat dan dia mengancam aku dengan akan menghancurkan perusahaan ayah aku." Ucap Amira.


"Apa?!" Seru gibran amarahnya semakin membuncah. "Tante benar - benar sudah gila! apa mau Tante sebenarnya, jika sampai papa tahu dia akan kecewa sama Tante." teriak gibran.


" ya aku memang gila! karena kamu tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh papamu itu. dia itu pembunuh! dia adalah pembunuh suami Tante!" teriak ibu merina kini ia mulai matanya berkaca-kaca tetapi itu hanya sebuah air mata kejahatan dan lalu ia menghapus nya dengan kasar.


"papaku bukan pembunuh Tante! bukan! itu hanya sebuah kesalahan dimasalalu, dan untuk apa Tante jika membenci papaku dan membalasnya dengan menghancurkan rumah tangga ku?!" seru gibran.


"Itu tidak penting yang kamu tahu. sekarang Tante kesini hanya ingin memberi tahu, jika kamu ingin menemui istrimu? temuilah." Ucap ibu merina menyuruh salah satu pengawal nya yang sedari tadi berdiri dibelakang nya dan hanya mendengar nya membantu gibran dan Amira melepaskan ikatan tali pada tangan nya.


"Tunggu tapi kenapa Tante membiarkan ku untuk menemui Abbey? apa karena ada maksud lain." tanya gibran.


"Iya kamu betul. karena istri mu tercinta itu telah dibawa pergi jauhhhh oleh anak buahku. meskipun sekali kamu mencari nya kamu tidak akan menemukan nya." ucap ibu Merina dengan menyunggingkan senyumnya lalu pergi.


Gibran terdiam membeku, perlahan-lahan ia menjambak rambut nya prustasi.


"arghhhhhhhhhh... ini tidak mungkin!!! ini tidak mungkinnnnn!!!!" Teriaknya prustasi.


Sementara Amira berusaha menenangkan nya dengan memeluknya. Ia ikut menangis, karena ia tahu apa yang dirasakan oleh gibran. Ya kehilangan, karena ia pernah mengalaminya. Tetapi kebalikan nya, ia malah kehilangan gibran sosok lelaki yang sekarang sedang menangis dipelukan nya.

__ADS_1


"Amira gimana ini? aku harus gimana. Aku harus mencari nya kemana. aku tidak bisa menahannya lagi, aku merindukan nya." Ucap gibran dengan menangis.


"Tenangkan dirimu. aku akan membantumu sebisa mungkin, dan sekarang ayo kita pergi dari sini." Ucap Amira berusaha membangunkan tubuh gibran untuk pergi dari rumah kediaman itu.


"Bagaimana rasanya sakit kan?" teriak seseorang dari atas balkon rumah kediaman itu.


Gibran dan amira yang sudah berada diluar gerbang kediaman menoleh kearah sumber suara. Dan ternyata seseorang itu yang tak lain ibu Merina.


"Tante benar jahat! aku gibran tidak akan pernah lagi menganggap Tante itu adalah tanteku mengerti!" teriak gibran ingin sekali ia merobek wajah wanita tua itu tetapi ia masih ingat karena dirinya tidaklah kuat seperti pria yang lainnya yang sepadan dengan nya, ia hanya pria lemah seperti wanita.


"Baguslah. itu lebih bagus karena Tante juga tidak pernah mengganggapmu itu adalah keponakan ku!" teriak ibu merina dari atas.


••


Setelah kepergian gibran dan Amira dari kediaman ibu merina mereka kembali lagi menuju kepantai tempat tadi pagi gibran datangi. Ia yang memintanya.


Sesampainya.


"Tunggu, kamu mau ngapain kesini lagi?" tanya Amira menghentikan langkahnya.


"Abbeyyyyyyyyyyy aku merindukan mu! tunggulah aku! dimana pun kamu berada aku akan tetap mencarimu, meskipun diujung dunia sekalipun!!" Teriaknya kearah laut, ia tidak peduli dengan tatapan mata dari orang- orang yang melihat nya termasuk Amira menatap nya dari jauh dengan sedih.


"Kasihan gibran. Tante merina dari dulu memang keras kepala, dia tidak mau memaafkan adek ipar nya." Gumam Amira dalam hati.


••


sementara Abbey yang ada disebuah helikopter pribadi bersama seorang pria yang tak lain adalah Devan.


"Lepaskan aku!!! aku ingin pulang!! cepat turunkan aku jika tidak aku akan lompat dari sini!!" teriak Abbey sedikit mengancam pria yang duduk disampingnya dengan santai.


"Loncat saja. aku tidak peduli,"


Abbey ekspresi nya sedikit menciut melihat kearah bawah, begitu tinggi. Jika ia loncat mungkin ia sudah tidak ada lagi dibumi ini, pikirnya.

__ADS_1


"ayo loncatlah, kenapa diam" seru Devan dengan menyunggingkan senyum nya.


"Sebenarnya apa maumu?" seru Abbey mengalihkan pembicaraan nya.


"Apa aku harus ulangi lagi kataku. baiklah, karena aku ingin kamu ku miliki seutuhnya dan menghilangkan jejak pria itu dari hatimu" Ucap Devan dengan sedikit tangannya mencoba menggoda Abbey.


"lepaskan!" teriak Abbey menepis lengan Devan.


"Ingat perkataan ku baik - baik mau sampai kapanpun itu kamu tidak akan pernah bisa menghilangkan rasa cinta aku pada gibran! dan aku akan menunggu nya pasti dia akan menemukan ku!" seru Abbey.


"Percaya diri sekali nona."


"Gibran aku percaya bahwa kamu akan mencari ku dan menemukan mu jika takdir berpihak pada kita. aku akan menunggu mu." Gumam nya dalam hati.


❤️❤️


Haii readers...


Akhirnya season 1 tamat ya. tunggu kelanjutan cerita ini diseason 2. Semoga kalian suka dengan cerita saya, meski sedikit kurang nyambung dan kurang dipahami. Maklum pemula, karena ini cerita pertama ku.


Terima kasih banyak - banyak untuk para readers telah mendukung novel saya dari awal cerita. Dan sebetulnya saya sudah putus asa dengan mengakhiri cerita ini, tetapi karena dukungan dari kalian saya menjadi percaya bahwa cerita ini bisa berakhir sampai tamat. Makasih ❤️


^Utayi^






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘


__ADS_2