
Selesai nya.
Semuanya telah keluar dari ruangan itu meeting telah selesai, tertinggal hanya Abbey disana. Dengan langkah cepat Abbey terburu - buru keluar dari ruangan itu.
Gibran mengikuti perempuan itu, "Heyy tuan anda mau kemana?!" tanya sekretaris Vita dan beberapa yang lainnya berusaha mengejar nya.
diluar Abbey sudah menaiki taksi dan gibran melihat itu, dengan cepat ia menaiki mobilnya dan menyusul perempuan itu.
"Pak, lebih cepat pak" Titah Abbey melihat ke belakang, ternyata ia tahu gibran mengejarnya.
"Ini sudah cepat nona." Tetapi tiba - tiba lampu merah menyala pertanda bahwa mobil itu harus berhenti disana.
untung saja mobil taksi itu menabrak mobil yang ada didepannya. "Maaf nona ada lampu merah." Jawab taksi itu.
Abbey fokus menghadap kebelakang mobil gibran sudah tidak terlihat lagi membuat nya merasa lega.
"tidak apa - apa." Jawab Abbey.
Sesampainya.
__ADS_1
Kini Abbey telah sampai di hotel tempat ia inapi dan setelah itu ia membayar tagihan biaya taksi ia naiki. Lalu masuk kedalam hotel itu dengan terburu - buru.
Sedangkan gibran baru sampai didepan hotel itu dan dengan cepat ia masuk mengikuti keberadaan perempuan yang ia cari.
"Abbey kau dimana?" ucapnya dalam hati matanya sibuk mencari keberadaan seseorang.
Tepat dilantai sepuluh.
suara pintu lift berbunyi, gibran langsung bersembunyi dibalik pintu lift itu dan ternyata benar itu Abbey.
Dengan langkah cepat mendekati perempuan itu. "Akhhhhhhppppppp!!" Abbey berteriak.
Terkejut ketika seseorang mendekap mulutnya dan membuat nya kehilangan nafas berlalu pergi dari sana dengan terpaksa nya Gibran mengendong perempuan itu.
"Itu bukan urusan anda nyonya jadi anda jangan ikut campur." seru gibran berlalu pergi.
"Dasar anak muda jaman sekarang memang bebas sekali ingin melakukan apapun yang mereka mau. bisa dengan mudah nya mendapatkan seorang gadis yang akan mereka tiduri." Ucap ibu paruh baya itu dengan mengelengkan kepalanya.
••
__ADS_1
Disebuah apartemen gibran menidurkan perempuan itu secara perlahan di kamar nya, lalu mengunci pintu kamar dengan rapat jika nanti perempuan itu ingin melarikan diri itu tidak akan mudah untuk nya kabur.
"Huh (Menghela nafas)" Ia meregangkan otot-otot nya.
Abbey masih dalam keadaan pingsan, ia tidak sadar bahwa dirinya dalam masalah besar.
Gibran menatap wajah perempuan yang ia rindukan itu begitu lekat - lekat dan menyikapi anak rambut Abbey kebelakang telinganya.
"Kenapa kau begitu susah sekali untuk ku dapatkan. tetapi kali ini aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi dari hidup ku. tidak akan pernah." Ucap gibran memberikan perempuan itu kecupan lembut di pipinya.
lima belas kemudian Abbey kesadaran kembali ia tidak membuka matanya. Ia merasakan ada seseorang disamping nya, tetapi ia mengira itu banyak guling nya sampai ia memeluknya dengan begitu erat.
"Hmmm... sangat lembut." Gigau Abbey, dan ia merasakan tidak sedang memeluk guling melainkan sesuatu yang ia begitu keras dan ada empuknya. Ia tersadar dan bangun.
"Arghhhhhhhhhhhhh!" matanya membulat sempurna dan terlonjak kaget dari kasur.
"Sana pergiiii!!! pergiiii!!!!" teriak Abbey memukul seseorang itu dengan bantal guling.
Gibran yang tertidur memekik kesakitan, "Aw. sakit. stopppp!" seru gibran membuat Abbey menghentikan aktivitas nya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan dikamarku?!!!!" teriak Abbey.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️