Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 85


__ADS_3

Kringggg!


Bell pulang berbunyi Abbey menginjakkan kaki keluar dari gerbang sekolah. Abbey menarik nafas dalam - dalam, memenuhi paru - parunya dengan udara mwnyengarkan, seperti nya tadi habis hujan karena pepohonan yang berada disekitar gerbang sekolah begitu basah dan tanah pun juga.


Saat ia akan menunggu jemputan di gerbang pintu bersama kedua temannya.


"Gue duluan Abbey, sampai jumpa besok" ucap Lisa dengan melambaikan tangan nya berlari kearah mobil mewah yang sudah berhenti tepat didepannya.


Mereka pun melambaikan tangannya.


Sekarang hanya Abbey dengan Lea berada disana berdiri berdampingan disana.


"Lea kamu dijemput sama siapa?" Tanya Abbey basa basi.


"Itu aku dijemput sama Tante," jawab Lea sekiranya saja.


"Owh, kenapa ngak dijemput sama ayahmu?"


"Ayahku tidak tinggal disini, dia ada dibandung"


Tin... Tin... Suara klakson mobil memekakan telinga kedua gadis itu.


"Eh, gue duluan ya... Byee" pamit Lea.


Kini tinggal Abbey sendirian disana, kembali hujan lebat mengguyur sekolahan itu. Abbey pergi berteduh ditempat dekat halte disamping sekolah nya itu. Tiba - tiba mobil Alphard putih datang dan keluar beberapa orang menggunakan pakaian serba hitam dengan wajah nya ditutupi dengan kain bertopeng. Ia menyekap mulut Abbey membuat nya pingsan.

__ADS_1


•••••••


5 jam kemudian...


Abbey terbangun dari pingsan nya seperti nya ia habis dibius. Ia menatap seisi kamar itu, tidak ada siapa - siapa kosong dan hampa tidak ada siapapun.


"Aku ada Dimana ini? Kenapa aku bisa disini?"


Ceklek... Pintu pun terbuka, seseorang datang. Abbey melihat seorang itu perawakannya tinggi sekitar 179 cm, dengan balutan atasan kaos oblong dan celana jeans panjang plus setelan sandal rumahan dengan ia menutupi wajahnya dengan topeng.


Ia ketakutan, "siapa kamu?!" Abbey bangun dari tempat tidurnya berusaha mencari celah tempat melarikan diri. Tetapi seseorang itu semakin mendekat, "jangan mendekat! Saya akan laporkan kamu ke kantor polisi!" Teriak Abbey dengan mata melotot.


Pria itu semakin mendekat, ia tetap tidak berbicara apapun. Dengan sigap ia memeluk tubuh Abbey dengan begitu erat. Tiba - tiba saja kerinduan nya menghilang mendapati gadis yang ia rindukan itu.


"Lepaskan aku! Apa yang ingin kamu lakukan padaku?!" Abbey berusaha mendorong tubuh pria itu dengan tenaganya tetapi tetap saja tenaga pria itu lebih kuat darinya.


Tanpa Abbey sadari ia membulatkan matanya kaget dengan suara ia dengar, ia begitu kenal suara itu.


"Gibran?" Bibir nya berucap dengan terbata - baya. "Inikah kamu Gibran?" Tanya Abbey sekali lagi.


Pria itu melepaskan topengnya yang menutupi wajahnya dan benar saja, ia gibran! "Iya, ini aku suamimu..." Abbey matanya berkaca - kaca, ia menatap mata gibran sekilas. Ia Menangkup wajah gibran dengan kedua tangannya. "Kenapa kamu bisa ada disini?"


"Apa papa dan mama sudah tahu kamu ada disini?" Abbey melontarkan Beberapa pertanyaan membuat gibran mengelengkan kepalanya.


Abbey melepaskan genggaman itu dan memalingkan wajahnya dari gibran dan ingin berlalu pergi tetapi gibran menahan lengan Abbey sama - sama tetap saling membelakangi.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?"


"Lepaskan aku gibran, aku ngak mau jika ketahuan sama ayah kalau aku sama kamu... Apalagi papa sama Mama belum tahu kamu ada disini mencariku,"


"Lepaskan aku gibran..."


Abbey berusaha melepaskan genggam itu tetapi gibran malah menarik Abbey dan mendekap tubuhnya.


"Aku ngak mau pisah sama kamu tolong untuk kali ini jangan pergi... Aku cuma ngak memberitahukan kepada mereka karena aku takut mereka akan melarang ku untuk menemuimu,"


Abbey menatap gibran dan masih membalas pelukan itu, "benarkah itu?"


"Iya,"


"Aku tidak tahu kenapa ayah melarang ku untuk bertemu dengan mu, padahal kamu tidak salah apapun...." Ucap Abbey.






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2