Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 94


__ADS_3

...•••••••••••••...


Gibran sudah berada dirumahnya, ia memasuki rumah megah itu. terdapat pak Hamid berada disana, ia menyapa dengan ramah gibran dan begitu sangat senang melihat kehadiran gibran berada disana.


"Selamat pagi pak Hamid." Sapa gibran.


"Astaga tuan muda sudah pulang, tuan Zafano dengan nyonya Adelia sejak kemarin mencari - cari tuan... akhirnya tuan pulang juga." Ucap Pak Hamid dengan begitu senang.


"Ya pak, kalau begitu aku masuk dulu ya.. oh ya papa masih dirumah kan?" Tanya gibran menghentikan langkahnya.


"Iya tuan, tuan Zafano masih ada dirumah... lebih baik tuan temui beliau pasti, beliau akan senang dengan kehadiran tuan..." Ujar pak Hamid.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, mari pak Hamid." Pamit gibran berlalu pergi masuk kedalam rumahnya.


Diruang tamu papa Zafano mendapatkan kabar bahwa gibran sudah pulang kembali ke Bandung dan kini sudah dalam perjalanan menuju ke kediaman. Dan saat mendapati gibran berjalan kearah nya membuat perasaan khawatir nya menjadi lega akan kehadiran nya.


"Mama! Mama! cepat kesini!" Teriak Tuan Zafano mendapati gibran.


Mama berlari menuju ke ruang tamu dan tatapan nya terhenti kepada gibran. "Astaga, gibran! kamu kemana aja nak?! Mama sama papa khawatir banget sama kamu hah?!" Ucap Mama Adelia memeriksa keadaan putranya.


"Udah mana, udah aku pergi ke Jakarta... maaf karena telah membuat kalian khawatir."


"Terus apa kamu sudah bertemu dengan ayah mertuamu atau istri mu?" Tanya tuan Zafano dengan melipat kedua tangannya diatas perut nya.


"Gibran sudah bertemu mereka kok pa,"

__ADS_1


"Apa Bima memarahimu?"


"Tidak, dia tidak memarahiku kok pah... dia juga malahan menyuruh ku untuk menginap beberapa hari disana.." Ujar gibran.


"Oh bagus dong kalau gitu."


"Ya udah kamu istirahat dulu dikamar mu, pasti kamu lelah" Ucap mama Adelia.


"Ngak ah ma, aku ngak capek kok. Gibran cuma pengen ketemu nenek. nenek mana ma?" Mencari keberadaan nenek ayse diruangan itu.


"Oh nenek mu.. lagi dikamar nya, sedang istirahat. kemarin nenekmu kembali kumat sakit'nya."


"Apa?!" Gibran membulatkan matanya. "Kenapa nenek bisa sakit lagi? Bukannya selalu rutin berobat ke dokter setiap Minggu nya."


"Itu karena kamu," Tunjuk tuan Zafano.


"ya karena kamu kabur dari rumah ngak ada yang tahu.. dan disaat nenek mu tahu kamu hilang. sakit dada nya jadi kumat.. begini sudah kalau kamu menghilang tanpa kabar" Oceh tuan Zafano.


Gibran menyadari kesalahan nya hanya terdiam dan menunjukkan kepalanya. "Maaf kalau begitu ma, pa" Ucap gibran.


"Maaf? Lebih baik kamu minta maaf didepan nenekmu bukan kepada mama dan papa.." Ucap tuan Zafano.


"Hemmm..." Pak Hamid berdehem.


Tanpa mereka sadari pak Hamid mendengarkan perbincangan antara kedua orang tua dan putranya itu.

__ADS_1


"Maaf tuan, Waktunya pergi ke kantor tuan. soalnya jam setengah sepuluh nanti akan ada meeting dengan perusahaan luar negeri.."


"Baiklah kalau begitu papa berangkat dulu."


Tuan Zafano mengulurkan tangannya kepada gibran dan dibalas salaman olehnya. Lanjutkan mama Adelia juga ia menyalami suaminya.


"hati - hati Mas."


"Ingat perkataan papa gibran," Tuan Zafano mengingatkan.


...|||||||||||||||||...


Taman


"Kamu ngapain ngajak aku kesini?" tanya Abbey kepada Alden.


"Tapi kamu suka kan? Apakah kamu ingat dengan tempat ini.."





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2