
Dretttt. dreeet....
Ponsel Abbey berdering menampakkan nama seseorang disana. Ia dengan cepat mengambil ponsel nya dan mengangkat nya.
"Hallo?" panggil Abbey.
"Hallo Abbey aku ingin bertemu dengan mu hari ini, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu." Ucap Amira. Ya itu Amira, Mereka telah menukar nomor ponsel mereka kemarin sebelum mendatangi kediaman tuan Zafano.
"Iya bisa, aku akan menemui mu, tapi setelah aku sarapan terlebih dahulu." Ucap Abbey.
"Iya, aku tunggu." Mereka pun mengakhiri perbincangan singkat diantara mereka.
Dan Abbey bersiap - siap keluar kamar nya untuk sarapan bersama.
Sementara dibawah mama Adelia sedang menyiapkan makanan tidak sengaja bertemu dengan putra nya gibran. Ini pertama kalinya loh dia bertemu dengan putranya selama bertahun - tahun tidak bertemu. Hanya mendengar suara nya saja.
"Gibran kamu mau kemana nak? kenapa rapi sekali." Ucap mama Adelia yang kini mendekati putranya itu. Pakaian nya meski terlihat sangat casual tetapi begitu rapi siapapun melihat nya.
__ADS_1
"Ma, Ini gibran mau keluar sebentar ada janji dengan teman." Ucap gibran. Sebenarnya ia berbohong pada mama Adelia, ia memang keluar ada janji dengan seseorang tetapi tidak dengan teman melainkan dengan teman patnernya.
"boleh mama memeluk mu nak?" tanya mama Adelia ia mengelus pipi putranya ini pertama kalinya ia menatap putranya sedekat ini lagi.
"Peluk aja ma, gibran tidak akan pernah melarang mama untuk memeluk putra mama sendiri." Ucap gibran merentangkan kedua tangannya membiarkan mamanya memeluk nya.
"Mama sangat merindukan pelukan ini, kamu tidak pernah ingin menjenguk mama. kamu selalu mengabaikan mama." Ucap mama Adelia memeluk putranya begitu erat dan tiba - tiba air mata nya menetes.
"Ya ma, maafkan gibran. gibran lupa akan hal itu," Jawab gibran merasa bersalah karena selalu mengabaikan mama nya setiap ia pulang ke kediaman bisanya cuma marah - marah sama papanya.
Tanpa mereka sadari dari meja makan tuan Zafano, Abbey, para pelayan menjadi terharu melihat itu mereka ikutan menangis.
"Maaf ma, hari ini gibran ngak bisa. Gibran ngak ada waktu, lain kali aja ya atau nanti malam bagaimana?" ucap gibran.
"Baiklah, tapi kamu harus janji." Ucap mama Adelia dan gibran hanya menganggukkan kepalanya lalu mencium kening mamanya.
"Sampai jumpa ma," pamit gibran ia berlari keluar menaiki mobilnya menuju ke tempat tujuan.
__ADS_1
akhirnya mereka harus makan dengan keluarga kurang lengkap satu, dan setelah sarapan giliran Abbey yang pamitan kepada tuan Zafano dan mama Adelia untuk menemui Amira.
Mereka pun memberikan izin, tetapi dengan di antar oleh sopir pribadi khusus untuk Abbey.
"Baiklah kamu hati - hati sayang."
"Iya ma, pa Abbey pergi dulu." Pamit Abbey ia masuk kedalam mobil yang telah dibuka oleh sopir pribadi nya.
••
Dibarrr
Setelah Berjam - jam menempuh perjalanan, gibran pun akhirnya sampai disebuah mini bar.
Ia turun dari mobilnya dan masuk kedalam bar itu. Begitu banyak orang - orang bersorak - sorak mengikuti dentuman alunan musik jedad jedug yang membuat telinga beberapa yang mendengarnya begitu sedikit sakit.
"Benar disini tempatnya?" gumam gibran dalam hati. Ini pertama kalinya ia masuk kedalam mini bar itu matanya mencari seseorang yang ia cari.
__ADS_1
"Hayyy gibran! sini!" teriak seorang wanita yang begitu ia sangat kenal.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️